Semboyan Kebhinekaan tak Harus Jadi Mahal di Negeri Sendiri

0
284
div class="td-all-devices">

“Banyak tempat kita harus berbeda. Tapi banyak kesempatan pula kita harus bersatu. Mari kita manfaatkan perbedaan yang ada, untuk kesejahteraan bersama guna meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,”

Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin


SUMBAWA BARAT—Gubernur NTB, TG. KH. Zainul Majdi baru baru ini menggelar  silaturohmi dengan para ulama, Ormas Islam, tokoh agama dan tokoh etnis  di NTB.

img-20161115-wa0002
Suasana apel deklarasi Bhineka cinta damai yang digelar dihalaman utama Mapolres Sumbawa Barat, Selasa (15/11).

Agenda silaturohmi tadi diagendakan Gubernur untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta mempererat ukhuwah dan rasa persaudaraan antar elemen bangsa. Gubernur juga mendiskusikan kondisi negara akhir akhir ini serta mengajak semua elemen di NTB menjaga Bhineka Tunggal Ika sebagai berwujudan falsafah kebangsaan yang melekad dalam lambang negara garuda panca sila.

Di kesempatan itu gubernur juga menenteng Famplet bertuliskan NTB rumah kita. NTB adalah amanah tuhan yang maha kuasa kita jaga bersama dengan segenap jiwa raga. Selanjutnya, tertulis juga, kita semua bersaudara, saling hormati dengan sepenuh hati.

img-20161115-wa0003
Pose bersama, Bupati, Wakil Bupati, Muspida dan peserta apel dari lintas elemen.

Tidak hanya itu, upaya yang dilakukan gubernur guna kembali menjaga ke bhineka tunggal ikaan juga ikut diserukan di Kabupaten Sumbawa Barat. Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin dan Wakil Bupati,  Fud Saifuddin, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Andy Hermawan, S.I.K, ketua DPRD, M.Nasir, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Syamsul Ismail, LC, ketua Forum Kerukunan Antar Umat Bergama (FKUB), Ust. Burhanuddin serta perwakilan ormas dan etnis berkumpul di halaman Mapolres setempat, Selasa (15/11) pagi.

Para pemimpin daerah bersama warga lintas elemen tadi menggelar apel besar ‘Kebhinekaan cinta damai’.  Bertindak sebagai pembina apel, Bupati, H.W.Musyafirin. Bupati menyampaikan beberapa hal dalam menyikapi kegiatan tersebut pertama, ia mengatakan di Indonesia ada lebih dari 700 etnis yang berbeda beda, namun perbedaan tersebut jangan sampai dijadikan sumber perpecahan. Ia juga mengingatkan sesama anak bangsa atau komponen di daerah jangan sampai saling menyakiti karena sebuah perbedaan. Selanjutnya, ia mengatakan, dalam perbedaan kita harus saling menghormati untuk menuju kedamaian dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

img-20161115-wa0004
Penandatanganan naska deklarasi Bhineka cinta damai yang dilakukan perwakilan forum antar ummat bergama.

“Banyak tempat kita harus berbeda. Tapi banyak kesempatan pula kita harus bersatu. Mari kita manfaatkan perbedaan yang ada, untuk kesejahteraan bersama guna meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” ajak, Musyafirin.

Apel ini sendiri selain di hadiri warga lintas ormas, lintas elemen suku dan agama juga dihadiri peserta apel dari unsur TNI dan Polri.

Kegaiatan apel atau gerakan kembali memperkokoh kebhinekaan terus dilaksanakan bayak elemen bangsa baik di pusat dan daerah. Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo dalam arahannya memparkan kondisi ancaman yang akan dihadapi NKRI terhadap perang proxi dan propaganda asing yang  memiliki kepentingan besar terhadap keanekaragaman sumber daya alam Indonesia serta pertumbuhan ekonomi bangsa ini yang begitu pesat. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here