TNI : Dunia Bidik SDA dan Ingin Lumpuhkan Indonesia

0
348
div class="td-all-devices">

TALIWANG–Komandan Komando Distrik Militer  (KODIM) 1607 Sumbawa baru baru ini mengunjungi  kampus dan pondok pesantren Al-Ikhlas  Universitas Corodova  di Taliwang, Kamis (24/11).

Komandan Kodim (Dandim) 1607 Sumbawa, Letkol Arm. Sumanto melakukan kegiatan silaturohmi dengan kalangan santri dan civitas akademika Undova. Ia juga melakukan kuliah umum sekaligus mensosialisasikan arahan panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo tentang kondisi nasional akhir akhir ini.

p_20161124_113315
Suasana kegiatan sosialisasi arahan panglima TNI, yang disampaikan langsung oleh Dandim 1607 Sumbawa, Letkol. Arm Sumanto, di Auditorium  Alhamrah, Iniversitas Cordova.

Dihadapan setidaknya 300 santri dan kalangan kampus  Sumanto menegaskan indonesia kini menjadi target penguasaan negara negara asing, sebut saja Amerika Serikat, Australia bahkan negeri tirai bambu raksasa ekonomi dunia di asia, Tiongkok. Tidak hanya itu, negara negara persemakmuran seperti Malaysia, Singapura, Irlandia Utara juga ikut ingin melumpuhkan indonesia.

“Penduduk dunia saat ini telah mencapai lebih dari 7 miliar orang. Sementara kapasitas bumi di perkirakan hanya mampu menampung sekitar 3 sampai 3,5 miliar orang. Ini butuh tempat, sumber makanan terutama energi,” kata, Sumanto.

Ia merilis data mabes TNI yang menyebutkan, perang ingin mendapatkan kekayaan alam dan energi indonesia membuat negara negara tadi melakukan berbagai upaya guna bisa mengambil alih kekuatan ekonomi dan sumber daya energi di negeri ini. Salah satunya melalui tekanan kebijakan ekonomi, melalui politik utang luar negeri, penguasaan sumber konomi strategis negara, melalui swastanisasi aset negara. Ancaman perpecahan dan provokasi isu sara, terorisme, perang candu narkoba hingga ancaman kekuatan militer seperti yang ditunjukkan Australia.

“Blok Marsela di laut Papua memiliki cadangan minyak luar biasa sama seperti Natuna. Saat ini, TNI mencurigai pasukan Australia telah mengerahkan kekuatan militernya di Darwin atau persis perbatasan laut dengan Papua di blok marsela ini ada apa,” kata dia, lagi.

p_20161124_122245
Pose bersama Dandim 1607 Sumbawa, Letkol Arm Sumanto dengan civitas akademika Undova serta perwakikan polri dan para santri.

Dandim juga menegaskan, saat ini negara negara seperti Australia dan China ikut memprovokasi masalah laut China selatan yang berbatasan langsung dengan kepulauan Natuna di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

“Bahkan ada latihan militer laut China selatan yang melibatkan dua negara itu, sementara indonesia tidak dilibatkan, ini juga menjadi peringatan,” kata dia.

Kini yang paling diwaspadai TNI menurut Sumanto, adalah ancaman perpecahan berbau konflik SARA. Kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur petahana, Basuki Cahaya Purnama, memicu konflik besar di tanah air.

“TNI melihat kasus penistaan saudara ahok ini murni pelanggaran hukum. Jadi jika dikait kaitkan dengan upaya makar atau politik ini artinya di disain asing,” kata, Sumanto, dalam keterangan pers berbeda.

Selanjutnya kata dia, isu terorisme dan sparatis. Ancaman disintegrasi bangsa sengaja diciptakan negara negara asing untuk menjadikan indonesia negara konflik. Sebut saja, konflik Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua.

“Perang candu yang di motori China. Kita bayangkan, bagaimana anak anak dan pasokan narkoba terbesar di indonesia berasal dari china. Mereka ingin merusak mental bangsa kita dan daya fikir pemuda pemuda kita. Ini juga bagian dari proxi war,” demikian, Sumanto.

TNI kata dia berharap pemerintah dan semua elemen di daerah mampu membangkitkan semangat persatuan dan Bhineka Tunggal Ika. TNI juga meminta agar opini atau informasi harus mampu disaring di teliti dan dikaji serta tidak mudah menindak lanjuti informasi yang tidak sesuai dengan fakta dan sumber yang jelas. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here