Dari Sumbawa TNI Bersatu Tangkal Provokasi Asing

0
237
div class="td-all-devices">

Keterangan Foto : Ribuan orang ini, berkumpul dan membaur di lapangan utama kompleks kantor pemerintah Sumbawa Barat, bersama sama mendeklarasikan NKRI bersatu dalam kerangka bhineka tunggal ika.

TALIWANG—Pangdam Udayana melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 1607 Sumbawa menyatukan berbagai elemen di daerah, baik komunitas etnis, suku, agama, ormas islam, Polri dan Pemerintah Daerah untuk berkumpul melaksanakan sebuah pagelaran ‘Nusantara Bersatu Indonesiaku’ guna menyatukan tekad bersama NKRI menjaga Bhineka Tunggal Ika.

p_20161130_090451
Bupati Sumbawa Barat bersama Dandim 1607, Kapolres dan Wakil Bupati menyampaikan seruan dan pidato pemersatu dihadapan ribuan orang yang berbaur di lapangan utama kompleks KTC, Rabu (30/11).

Acara ini menghadirkan ribuan orang. Banyak tokoh Sumbawa Barat yang hadir, baik tokoh pemuda, pejabat daerah dari Bupati, H.W.Musyafirin, Wakil Bupati, Fud Saifuddin, Kapolres, AKBP. Andy Hermawan dan Komandan Kodim 1607 Sumbawa, Letkol. Arm Sumanto. Semua elemen masyarakat berkumpul menjadi satu mendeklarasikan semangat ‘Indonesiamu Indonesia Kita Bersama, Bhineka Tunggal Ika’.

Total hampir 3000 orang hadir. Pasukan TNI Polri berbaur membentuk barisan bersama dengan elemen masyarakat lain mengikat pita merah putih di dahi mereka. Kegiatan ini dilaksanakan TNI guna memastikan bahwa, semangat Bhineka Tunggal Ika masih menyala di dada warga Sumbawa Barat.

p_20161130_090804
Anggota TNI berbaur bersama masyarakat dan Polri ikut bersatu berbaur di arena deklarasi.

Kegiatan ini di dahului dengan penampilan deville marcing band yang membawa lagu lagu perjuangan, pembagian bunga mawar tanda persaudaraan yang satu serta puisi puisi yang bertemakan nasionalisme, kebhinekaan dan persatuan bangsa. TNI bersama masyarakat, ulama dan tokoh lintas etnis seakan memberi pesan yang tegas terhadap upaya provokasi negara asing yang ingin mengadu domba serta mengahacurkan Indonesia.

Proxi war atau perang propaganda yang dimainkan asing di Indonesia sudah terang benderang di kupas dan diungkap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Kepentingan kolonisasi warga negara China, perebutan Sumber  Daya Alam (SDA) seperti cadangan energi minyak bumi, bahan makanan dan blok blok minyak di Papua dan Natuna Kepulauan Riau, menjadi ‘hidden agenda’ atau agenda terselubung sejumlah negara, seperti Amerika, Australia dan Tiongkok serta negara persemakmuran, Malaysia, Singapura, Filipina dan Irlandia Utara.

Untuk meyakinkan dunia TNI seakan memberi pesan bahwa seluruh rakyat di daerah daerah hingga pusat siap bersatu padu untuk menjaga keutuhan NKRI serta siap menghadapi berbagai provokasi dan ancaman negara asing yang ingin menghancurkan dan mengambil alih indonesia.

“Mari kita lihat sejarah, negara ini telah membentuk konsensus bhineka tunggal ika. Kita jaga perbedaan itu dalam bingkai NKRI. Saya mengundang kita semua guna melaksanakan tablik akbar di masjid agung KTC guna kembali berdoa agar kita diberi kekuatan bersatu,”kata, Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin, dalam orasi dalam kegaiatan tersebut.

Bupati menyerukan akan semua elemen bangsa menjaga kondusifitas negara dan daerah. Jaga NKRI, agar terhindari dari bentuk ancaman. Menurutnya, tidak mungkin ada Api jika tidak ada asap. Api menurutnya, bisa ditundukkan dengan cara cara yang kestria.

“Asap atau api yang sekarang berkobar biarkan. Kita harus serahkan kepada proses hukum,”ujarnya, menyinggung kasus penistaan agama oleh gubernur petahana DKI, Basuki Cahaya Purnama, yang menyulut kobaran api, hingga membuat indonesia tidak kondusif dan berpotensi di pecah belah.

Dandim, Letkol Arm. Sumanto juga menyampaikan pidato seruannya diawal acara. Ia menegaskan, jangan biarkan persatuan dan kesatuan bangsa dirusak dan diusik oleh siapapun pihak yang tidak bertanggung jawab. TNI tetap menjadi garda terdepan mempertahankan NKRI bersama segenap rakyat.

Terakhir, ada yang mengharukan dimana seluruh peserta deklarasi nusantara bersatu berkumpul ditengah lapangan bersama prajurit TNI, Polri, kepala daerah, wakil kepala daerah, Dandim dan Kapolres. Mereka mengangkat benderah merah putih menggenggam tangan menyatakan rakyat bersama, pemerintah TNI dan Polri bersatu membela NKRI. Tua muda, pegawai negeri hingga masyarakat membaur dengan ulama memperkuat pesan ini kepada dunia. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here