DPRD dan TNI Perkuat Pengawasan WN Tiongkok

0
280
div class="td-all-devices">

Advertorial Kerjasama Antara zonamerah.net Dengan DPRD-logo-ilustrasi-Sekretariat DPRD Kabupaten Sumbawa Barat


 Keterangan Foto : Dandim 1607 Sumbawa, Letkol Arm. Sumanto tengah berdiskusi dengan Anggota Komisi I dan ketua fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sumbawa Barat Muhammad Hatta serta ketua FKWKT, Andy Saputra, diruang kerja Dandim, Selasa (20/12).

SUMBAWA BESAR—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbawa Barat mulai ikut fokus mengawasi masuknya tenaga kerja atau Warga Negara (WN) Tiongkok ke wilayah Sumbawa Barat.

img-20161221-wa0002
Supritno, 32 tahun dan Sirabuddin, 42 tahun keduanya warga, Pondok prasi, Ampenan, Kota Mataram, NTB dan warga Kabupaten Karang Asam, Bali ditangkap aparat Pol Airut Polda NTB, di belakang Hotel Kila Senggigi, karena diperahu mereka ditemukan dua pelampung berbendera lambang Palu Arit paham komunis.(Sumber Korem Wirabuana NTB)

Anggota komisi I DPRD yang membidangi hukum dan tenaga kerja mengakui perlu seluruh aparat negara meningkatkan pengawasan masuknya tenaga kerja asal Tiongkok secara ilegal. Banyak serbuan pekerja Tiongkok ke Indonesia menjadi perhatian tersendiri wakil rakyat, apalagi baru baru ini sejumlah pekerja Tiongkok tertangkap menjadi pekerja konstruksi di proyek pembangkit listrik tenaga surya di Kertasari, Kecamatan Taliwang.

“Kami bersepakat dengan TNI untuk meningkatkan  pengawasan masuknya pekerja asing asal Tiongkok tanpa izin yang sah. Dari daerah semestinya kita juga ikut menjaga masuknya kepentingan asing yang mengancam stabilitas nasional di negara kita,”ujar, Anggota komisi I, Muhammad Hatta, usai menggelar pertemuan dengan Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1607 Sumbawa, Letkol Arm. Sumanto, diruang kerjanya, Selasa (20/12).

img-20161221-wa0001
Pelampung berbendera lambang Palu Arit ini semakin meresahkan saja. Padahal jelas jelas negara melarang lambang atau simbol dan paham komunis berada di Indonesia.

Hatta mengatakan, ia telah berbicara secara internal di Komisi I dan di dukung ketua DPRD, untuk ikut memperkuat TNI bersama aparat lainya seperti Imigrasi  Polri dan tim pengawasan orang asing yang di bentuk pemerintah.

Ketua fraksi Partai Amanat Nasional ini mengaku ancaman terhadap masuknya kepentingan Tiongkok di negeri ini memicu instabilitas dan memicu kesenjangan dengan pekerja lokal. Apalagi mereka masuk pada sektor sektor pekerja konvensional seperti pekerja kasar dan mekanik yang nota bene, masih bisa di kuasai putra putri lokal.

“Saya kira ini ancaman serius. Pekerja ilegal Tiongkok yang masuk secara bebas merupakan pertanda buruk bagi daerah dan negara kita. Jadi kami mendukung dan membantu TNI agar ikut membentuk tim dan memperkuat pengawasan serta penindakan bagi aktifitas warga Tiongkok ini,”ujarnya.

Komandan Kodim 1607 Sumbawa Letkol Arm. Sumanto mengatakan sesuai dengan tugas dan fungsi TNI yakni menjaga ketahanan dan pertahanan negara, ia memandang tugasnya dan DPRD memiliki kesepahaman yang sama.

Dandim mengatakan, data TNI menunjukkan aktifitas masuknya pekerja WN Tiongkok ilegal terus meningkat. Bahkan di sebagian wilayah, pekerja Tingkok di dapati masuk dalam jumlah besar dan masif ke wilayah NTB. Salah satunya di proyek pembangkit Listrik di pulau lombok yang baru baru ini diamankan aparat TNI Polri dan Imirgrasi.

img-20161221-wa0003
Bendera Negara Tiongkok dengan mudahnya berkibar di obyek wisata international Pantai Kuta, Bali. (Sumber Korem NTB)

“Kami punya tugas berat menjaga keutuhan NKRI bersama rakyat,”ujarnya.

Ia juga mengatakan TNI menerima laporan dan mendeteksi aktifitas simbol komunis telah banyak muncul di NKRI. Seperti lambang bendera Palu Arit di perairan Lombok dan muncul bendera negara Tiongkok di berbagai daerah.

Ini kata Dandim perlu disikapi dan ditangkal secara bersama sama. Inisiatif DPRD untuk memperkuat pengawasan pekerja WN Tiongkok di Sumbawa dan Sumbawa Barat merupakan langkah politik yang baik dan bagian dari upaya bersama TNI menjaga keutuhan NKRI.(ZM.ndy-01)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here