KSB Monitor Keselamatan Transportasi Laut

0
196
div class="td-all-devices">

Ilustrasi : Kapal Motor Zahro Ekspress yang terbakar di perairan kepulauan seribu Jakarta, Minggu (1/1) lalu.

TALIWANG—Tingginya angka kecelakaan transportasi laut terutama kapal motor penumpang membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) disorot banyak pihak.

Kecelakaan terbakarnya kapal motor Zahro Ekspress di perairan kepulauan seribu Jakarta seolah membuka mata kita betapa lemahnya pengawasan standar keselamatan dari kementerian perhubungan. Sorotan seketika tumpah, manakala izin kelayakan, standar keselamatan serta standar safety kapal motor tidak diindahkan para pengelola transportasi laut. Kementerian perhubungan dinilai lemah melakukan pengawasan terutama disaat puncak liburan akhir tahun, dimana penggunaan moda transportasi kapal motor meningkat drastis.

Akibat terbakarnya kapal motor Zahro Ekspress, 23 penumpang dilaporkan tewas, 17 luka luka serta 17 lainnya dinyatakan hilang.

Kepala Litbang Forum Komunikasi Wartawan Kemutar Telu (FKWKT) Kamaruddin, SH mendesak pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat segera melakukan menitoring dan mengirimkan petugas khusus memantau operasi kapal motor pengangkut penumpang diwilayah setempat. Alasannya puncak liburan akhir tahun memicu tingginya aktifitas warga yang menggunaan transportasi kapal motor untuk berlibur. Misalnya ke pulau kenawa, pulau paserang dan kepulauan gili balu lainnya.

“Kami dorong pemerintah Sumbawa Barat melalui dinas perhubungan untuk memastikan keselamatan transportasi laut. Terutama izin kelayakan operasi dan standar keselamatan kapal motor ini,”katanya, di Taliwang, Senin.

Kapal motor sebagai moda transportasi massal harus diawasi. Semua operasionalnya harus  memenuhi standar, demikian pula peran syahbandar juga haru dikoordinasikan pemerintah agar sama sama mengawasi keselamatan penumpang.

“Disaat kebutuhan penggunaan moda transportasi ini tinggi disaat itulah pemerintah harus meningkatkan pengawasan. Itu tugas pemerintah, tidak perlu diminta. Jangan karena ada korban tewas baru bergerak, ini namanya tak faham tugas,” kritiknya.

Bupati Sumbawa Barat melalui Kepala Dinas Perhubungan, H. Mashur Yusuf mengatakan ia merespons perlunya pengawasan terhadap operasional kapal motor ini. Ia bahkan telah menginstruksikan petugas bidang transportasi laut menerjunkan petugas guna mengawasi dan memandu keselamatan penumpang kapal motor dari dan menuju pulau pulau wisata di Sumbawa Barat.

“Kami sudah memantau dan menerjunkan petugas guna mengecek peralatan keselamatan dan kelayakan operasional perahu. Lebih baik siap siaga dan mencegah ketimbang menunggu, kami faham itu tugas kami,”katanya.

Media sempat memantau kondisi terkini aktifitas berlibur warga. Antrean dan aktifitas sedikit padat terlihat di penyeberangan dermaga menuju pulau Kenawa, Poto Tano. Kapal motor silih berganti mengangkut penumpang. Ini bisa dimaklumi, sebab Senin (2/1) puncak libur panjang.

Sementara itu kepala otoritas Syahbandar wilayah kerja Benete Poto Tano, Muhammad Ilyas mengatakan,  seminggu sebelum Natal dan Tahun baru Syah bandar Benete sudah melalukan ‘Ramp Check’ untuk kapal penyeberangan dan kapal kapal motor cepat yang beroperasi di wilayah kerja Kantor Syahbandar Benete. Ini sebagai upaya pihaknya menjalankan Standar Operasi Prosedur (SOP) guna menjaga serta mengantisipasi inaiden kecelakaan sekecil mungkin.

” Laporan kegiatan itu, sudah kita kirim ke pusat. Ramp Check meliputi izin, teknis kelayakan hingga standar keselamatan penumpang seperti jaket keselamatan “demikian, Ilyas.

Sebelumnya, kecelakaan terbakarnya kapal motor Zahro Ekspress di kepulauan seribu Jakarta memicu keorihatinan. Penumoang melebihi kapasitas hingga tidak tersedinya jaket keselamatan menimbulkna korban jiwa dan luka luka cukup banyak.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa korban kebakaran kapal Zahro Express di Muara Angke menjadi 23 orang meninggal dunia, 17 orang luka-luka, 17 orang hilang dan 194 orang selamat. Hal ini, kata Sutopo berdasarkan informasi dari Pusdalops BPBD DKI Jakarta.

“Pusdalops BPBD DKI Jakarta telah melaporkan korban kebakaran kapal Zahro Express di Muara Angke menjadi 23 orang meninggal dunia, 17 orang luka-luka, 17 orang hilang dan 194 orang selamat,” ujar Sutopo dalam keterangan persnya, Jakarta, Minggu (1/01), seperti ditulis liputan6.com.

Sutopo mengatakan bahwa dari 23 orang meninggal dunia tersebut, 3 korban sudah berada di Rumah Sakit Atmajaya sedangkan 20 korban sedang dievakuasi dan ditempatkan dalam kantong mayat. Saat ini dalam perjalan ke Rumah Sakit.

“20 korban meninggal ditemukan di dalam kapal Zahro Express setelah kapal tersebut dievakuasi ke pelabuhan Muara Angke,” ungkap dia. (ZM.ndy-01)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here