AMNT Jamin Batu Hijau Tak di Terlantarkan

0
274
div class="td-all-devices">

Keterangan Foto : Bupati Sumbawa Barat, H.Musyafirin, saat meresmikan kantor desa Aik Kangkung, Kamis lalu.

TALIWANG—-Managament Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) akhirnya buka suara menyikapi ‘kegaduhan’ seputar citra perusahaan yang dinilai tidak serius dan terkesan menjadi alat penyelemat pemegang saham asing Newmont.

Perusahaan ini menyampaikan bahwa perusahaan masih dalam transisi pergantian management, peyesuaian program dan kebijakan kebijakan lainnya.

“Saat ini management AMNT tengah memaparkan atau presentasi rencana operasional perusahaan dan program Coorporate Sosial Responsibility (CSR) 2017 dihadapan para pemegang saham di Jakarta,” kata Abdul Wahid, juru bicara management AMNT berbicara pada peresmian kantor Desa Aik Kangkung, Kamis pekan lalu.

Abdul Wahid mengatakan perusahaan tidak akan menelantarkan batu hijau setelah perusahaan telah mengeluarkan investasi yang sangat besar guna mengakuisisi sahan Newmont partnership.

Ia mengatakan management meminta maaf atas berbagai gangguan proses selama transisi management Newmont ke AMNT. Ia juga menjamin kondisi ini tidak akan berlangsung lama.

” Batu hijau tidak akan diterlantarkan. Kami menjamin batu hijau akan beroperasi secara berkesinambungan di masa masa yang akan datang,” ujarnya¬† dihadapan Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin.

Bupati Sumbawa Barat, H.Musyafirin meminta semua pihak memahami masa transisi perusahaan ini. Jajaran mangement pun kata dia, juga ikut menjadi bahan evaluasi.

“Bahkan orang lama di management pun, juga tidak lepas akan dievaluasi,”kata Bupati menyikapi kegaduhan soal tertundanya pembayaran pekerjaan ribuan subkontraktor di AMNT, pada saat peresmian kantor desa Aik Kangkung, Sekongkang, belum lama ini.

P_20170116_094711
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemda Sumbawa Barat, Abdul Muis.

Kepala daerah juga menyinggung situasi yang dihadapi daerah, dimana management AMNT belum juga merealisasikan pembayaran akuisisi sahan 24 persen milik perusahaan patungan Pemda NTB, Sumbawa dan Sumbawa Barat melalui PT Maju Daerah Bersaing (MDB). Ini artinya, proses ini masih berlangsung.

Kepala bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemda Sumbawa Barat, Abdul Muis mengatakan, kepala daerah memahami situasi yang kini dihadapi perusahaan nasional yang kini mengelola batu hijau. Penyesuaian tentu dari semua aspek, baik aspek legal, aspek managerial dan aspek tehnis.

“Nah ini yang mungkin di coba dipahami Bupati. AMNT investasi besar menyangkut nasib ribuan orang. Jadi cara melihatnya tentu dalan kerangka yang lebih besar. Masa transisi tentu masa masa sulit, tapi setiap perusahaan pasti melakukan itu,”demikian, Abdul Muis. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here