Haji dan Ulama di Seteluk Berzikir Doakan Kedamaian

0
195
div class="td-all-devices">

Kami meminta kepada aparat negara terutama kepolisian dan TNI untuk terus menerus menyatukan masyarakat dengan para ulama dan agama mereka. Ini cara kita menjaga keutuhan NKRI serta menghindari perpecahan.

KH.Zulkifli Daud, ulama dan tokoh masyarakat Seteluk.


TALIWANG—-Ada yang berbeda pada Minggu (29/1) di Desa Seteluk Kecamatan Seteluk. Sekitar seribuan warga yang terdiri dari ulama para Haji dan tetuah masyarakat berkumpul di masjid jami’ Baburrahman.┬áMereka melantunkan ayat suci Alqur’an dan berzikir serta bersholawat.

IMG-20170129-WA0004
Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan, S.I.K berpidato memfasilitas berkumpulnya para ulama dan masyarakat dalam tajuk Seteluk berzikir.

Hari itu, acara yang di inisiasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Polres Sumbawa Barat mengangkat tajuk Seteluk Berzikir untuk kedamaian dan persatuan ummat, berjalan khidmat. Ikatan Haji Seteluk Poto Tano dan imam masjid Baburrahman serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan menjadi pengundang.

Turut pula mengundang Kapolsek Seteluk dan masyarakat setempat. Kegiatan keagamaan ini memang sedikit istimewa ketika seribuan masyarakat memfokuskan zikir dan sholawat hanya untuk mendoakan terciptanya kedamaian serta keamanan bangsa dan negara. Persatuan antara ulama, para haji dan para imam masjid se kecamatan seteluk menandakan bahwa kekuatan utama kedamaian dan ketentraman masyarakat karena bersatunya para ulama, warga pemerintah dan aparat keamanan negara.

IMG-20170129-WA0003
Serius mendengarkan ceramah. Tua muda ikut berzikir mendoakan kedamaian Sumbawa Barat bangsa dan negara.

“Acara ini sangat menjadi pemersatu dan motifasi bagi kepolisian untuk menjaga keberagaman dalam bingkai syiar islam. Saya minta dan instruksikan kepada seluruh jajaran terutama para bhabinkamtibmas untuk menjaga budaya syariat islam melalui memakmurkan masjid,” kata Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan, S.Ik, dalam pidato smabutannya.

Ia mengatakan situasi politik ekonomi daerah dan nasional sangat ditentukan dengan kesadaran masyarakat menjaga keamanan. Berpartisipasi dalam menyeleksi dan menyebarkan informasi yang positif bagi syiar islam. Agar agama ini semakin kuat dan tidak mudah dipecah belah.

Kapolres juga menegaskan, perkembangan tehnologi informasi baik melalui media massa, media sosial elektronik rentan menimbulkan ke khawatiran akan ancaman terhadap situasi negara. Maka itu, ia memohon agar masyarakat memperkuat barisan bersama ulama menjaga budaya syiar islam tadi.

IMG-20170129-WA0005
Indahnya kebersamaan dirasakan masyarakat dan para tetuah. Kegiatan berzikir tadi diharapkan menjadi ajang memperkuat silaturohmi dan persaudaraan.

“Islam agama rahmatan lillalamin. Mudah kita menjaga kedamaian dan ketentraman ketika kita dekat dengan ajaran agama. Jadi, bhabinkamtibmas harus turut mendorong dan mendampingi kegiatan sholat dan mengaji di masjid masjid,” akunya.

Ketua MUI Kecamatan Seteluk, H. Mustafa, S.Pdi memberikan ceramah singkat bahwa, umat islam selain harus menjaga uhkhuwa islamiah atau silaturohmi sesama muslim juga harus menjaga uhkhuwa wathonia yakni hubungan antar ummat beragama, suku dan ras. Ini menjadi pondasi dasar menjaga ke bhinekaan. Islam telah mengatur seluruh bidang kehidupan manusia dengan seimbang.

“Uhkuwah ini juga dimaksudkan bagaimana kita menjaga hubungan dengan pemerintah dan aparat negara. Saling memperbaiki hubungan antar sesama, muslim, non muslim, aparat dan pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat dan ulama setempat KH.Zulkifli Daud mengatakan, Seteluk berzikir digelar selain untuk mendoakan kedamaian negeri kita, juga menjaga soliditas antara masyarakat ulama dan para pemuka agama lain (haji, red). Ia berterimakasih kepada kepolisian dan TNI yang ikut andil besar dalam menyatukan para ulama, pemuka agama lainnya dengan masyarakat.

Kehadiran para imam masjid, para haji dan ulama serta masyarakat kata Dea Guru sapaan akrab Zulkifli Daud merupakan perwujudan kuatnya persatuan dan kesatuan di seteluk. Ia berharap pesan ini akan ditiru masyarakat KSB lainnya. Ia juga meminta kepada aparat negara terutama kepolisian dan TNI untuk terus menerus menyatukan masyarakat dengan para ulama dan agama mereka. Ini cara kita menjaga keutuhan NKRI serta menghindari perpecahan.

“Kuta tentu tidak ingin era penjajahan masuk dan terjadi di negara dan bangsa kita. Sudah cukup 350 tahun kita tertindas, tidak merdeka. Ini kita jaga, jangan terpecah belah. Islam terpecah belah manakala ummatnya lebih banyak bicara ketimbang meniru dan berbuat sesuai perintah syariat,” katanya.

Penutup KH Zulkifli Daud menyanyikan lagu indonesia raya dengan semangat. Ia menyatakan lirik lagu indonesia raya, yakni kebangsaan ku dan tanah tumpah daraku hendaknya tidak hanya diucapkan, namun nilai perjuangannya hendaknya tertanam dalam diri jiwa raga ummat islam.

Sementara itu, ratusan warga tua muda terlihat khusu berzikir bersholawat menyebut nama allah sang agung. Menundukkan kepala dan memohon ampun atas dosa yang telah diperbuat. Jamaah memohon kepada allah untuk menjaga bangsa dan negara dari rongrongan bangsa lain yang ingin menghancurkan indonesia. (Zm.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here