Mengenang Kisah Mengharukan Sang Jenderal

0
877
div class="td-all-devices">

Umar sosok Perwira Tinggi (Pati) Polri yang meninggalkan kesan yang baik bagi sebagain besar warga NTB. Khususnya, warga Kabupaten Sumbawa Barat. Sebuah desa di Kecamatan Seteluk pernah disinggahi Umar. Desa Seteluk Atas salah satu desa yang dikunjungi tidak biasa sebagai mana kunjungan resmi Kapolda. Di desa ini, ia mendatangi warga yang tengah berjuang bersama pemuda dan para ulamanya membangun masjid Ummul Quro’.

TALIWANG— Brigadir Jenderal Drs. Umar Septono beberapa hari lagi akan mengkhiri tugasnya sebagai Kapolda NTB. Mabes Polri lebih membutuhkan tenaga dan fikiran sosok Jenderal humanis dan dekat dengan ulama bahkan rakyat jelata ini.

P_20161004_082352
Brigjen Umar Septono, disambut ulama setempat ketika berkunjung ke desa Seteluk Atas, Kabupaten Sumbawa Barat, Oktober 2016.

Umar sosok Perwira Tinggi (Pati) Polri yang meninggalkan kesan yang baik bagi sebagain besar warga NTB. Khususnya, warga Kabupaten Sumbawa Barat. Sebuah desa di Kecamatan Seteluk pernah disinggahi Umar. Desa Seteluk Atas salah satu desa yang dikunjungi tidak biasa sebagai mana kunjungan resmi Kapolda. Di desa ini, ia mendatangi warga yang tengah berjuang bersama pemuda dan para ulamanya membangun masjid Ummul Quro’.

Disini ia bertemu dengan ribuan warga desa. Meski berpenduduk tidak seberapa, desa ini dipilih untuk didatangi lagsung Umar karena inspirasi dari sosok bhabinkamtibmas, anggota polisi berpangkat rendahan. Polisi ini menyumbangkan tanahnya untuk membangun masjid Ummul Quro. Tanah itu dibeli polisi ini hanya dari kerja kerasnya menjual dan menanam jagung selama bertahun tahun.

P_20161004_082453
Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Saifuddin, ST ikut mendampingi Brigjen Umar Septono saat berkunjung ke Sumbawa Barat.

Tidak hanya itu, Umar bahkan terkesan dan terharu melihat anak buahnya Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak polri dekat dengan anak yatim, mengurusi dan memberi makan kaum Lansia, penyandang cacat bahkan preman dan anak putus sekolah didesanya, hanya dari gajinya yang rendah itu.

“Saya datang kesini hanya untuk memberi hormat kepada beliau (Bripka Nurlana,red). Saya yang berpangkat Jenderal tidak mampu melakukan apa yang dilakukan Nurlana. Saya atas nama Polri memberi hormat untuk itu,”ujarnya  waktu itu.

Ia bahkan mengatakan pembangunan masjid di desa itu menginspirasinya kembali untuk meningkatkan ketakwaan dan ibadah kepada allah. Ia bersedia mempertaruhkan pangkat dan jabatan ketika adzan sudah berkumandang. Hatta itu ia sedang rapat dengan petinggi negara sekalipun.

“Kami melihat beliau (Umar,Red) bertindak seperti para ulama. Beliau melindungi ummat ini, dari fakir miskin, ulama sampai mereka yang terlantar. Beliau begitu menaruh perhatian tulus kepada mereka. Tidak hanya di desa kami tapi di seluruh NTB. Semoga allah melimpahkan rahmad dan inayahnya kepada pak Umar, bapak dari anak yatim dan fakir miskin serta saudara para ulama. Allahuakbar,”ujar, KH.Zulkifli Daud, ulama dan tokoh masyarakat Seteluk, Jum’at (3/2).

Karimuddin,  30 tahun, salah seorang warga Desa Seteluk Atas menyatakan terimakasih atas kebaikan dan ketulusan hati sosok Umar Septono. Ia adalah adik dari, Mariati 34 tahun penderita lumpuh sejak lahir. Wanita ini adalah orang yang didatagi sang Jenderal langsung dirumah panggung berdinding bedek miliknya. Umar terharu melihat kondisi saudara saudara seiman dan sebangsa seperti itu. Iapun memutuskan memberikan sumbangan dan kursi roda untuk Mariati.

p_20161114_145627
Kapolsek Seteluk, AKP Kadek Supartha menyerahkan kursi roda bantuan Polda NTB bekerjasama dengan Endry Foundation kepada warga Seteluk penderita disabilitas.

“Kursi roda itu hingga kini menemani hari hari kakak saya. Terimakasih Jenderalku jenderal kami orang orang rendah,”cetus Karimuddin, mengingatkan kembali kebaikan Umar.

Umar juga menyumbang sebagian uang pribadinya yang diikuti para perwira  tinggi dan anggota dijajaran Polda NTB lainnya guna ikut membantu pembiayaan pembangunan masjid di desa itu, 4 Oktober 2016 lalu.

Hari itu hari yang sangat berkesan bagi masyarakat setempat. Tak peduli, panas terik, sinar matahari menyengat, baju dinas Umar lusuh dan basah bermandikan keringat tidak dihiraukannya. Umar berjalan dari gang ke gang melihat anak anak desa yang menderita kelumpuhan dan penyandang disabilitas lainnya. Begitupun para Lansia  ia datangi dan memeluk serta berbagi dengan mereka.

“Kami bangga kami bahagia. Beliau pak Umar seakan mendatangkan berkah ke desa kami. Setelah itu kami semakin giat bergotong royong,”kata, H.Basar, tokoh masyarakat setempat, seraya ikut mendoakan Umar agar kuat dan berhasil mengemban amanah negara yang lebih tinggi.

img-20161004-wa0008
Brigjen Umar Septono, mengunjungi Mariati, 34 tahun di kediamannya, serta memberikan santunan dan bantuan kursi roda.

Selama jadi Kapolda NTB, Brigjen Umar Septono tidak jarang menjadi viral di media sosial dan media massa. Aksi aksinya menginspirasi banyak orang. Misalnya mencontohi tukang sapu dikantornya, menenteng dan memikul sendiri beras dan bahan pokok yang disumbangkan pribadinya langsung kerumah rumah orang miskin, menjadikan pengguna media sosial menyebutnya Ummar bin khatab.

Umar tak segan segan memberikan penghargaan dan hormat kepada anak buahnya yang menginspirasi banyak orang. Loyal kepada tugas melayani masyarakat ketimbang melayani pimpinan atau bossnya sendiri. Seperti petugas polisi yang menghentikan kendaraan dinasnya, karena hanya menyeberangkan nenek tua di jalan raya.

Umar bahkan ikut mengangkat korban kecelakaan kerumah sakit dengan mobil dinasnya ketika tanpa sengaja ia menyaksikan insiden kecelakaan di jalan raya.

Berkat tangan Umar pula, hingga kini jajaran Polda NTB terus menggandeng lembaga sosial, Endry Foundation, guna menyalurkan ribuan kursi roda untuk meringankan beban seluruh warga NTB yang menderita kelumpuhan atau penyandang cacat.

Umar akan digantikan Brigjen Polisi Drs. Firli, M.Si sebagai Kapolda NTB yang baru. Umar di promosikan sebagai Kepala Korsabhara di bawah Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri. Sementara Brigjen Pol Firli jabatan terakhirnya sebagai Wakapolda Jawa Tengah (Jateng), pernah jadi asisten Wapres dan Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here