Damkar Harus Kreatif Layani Rakyat

0
161
div class="td-all-devices">

“Saya tidak setuju kalau fasilitas Hidran di perbanyak di lingkungan KTC atau pusat pemerintahan. Pemerintah itu harusnya lebih banyak melayani, bukan sibuk melayani diri sendiri. Utamakan Hidran diluar KTC atau  di kecamatan. Bila perlu perbanyak titiknya, layani masyarakat dulu. Beri rasa aman kepada mereka lebih dulu,”

FUD SAIFUDDIN, ST WAKIL BUPATI SUMBAWA BARAT


TALIWANG—Pemerintah Sumbawa Barat menyambut suka cita merayakan hari jadi satuan Pemadam Kebakaran (Satdamkar) yang jatuh pada setiap 1 Maret.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sumbawa Barat diharapkan harus membenahi pola kerja, sistem dan standar pelayanan kepada masyarakat  meski instansi ini baru terbentuk. Meski banyak kekurangan disana sini, pemerintah setempat mendorong serta ikut memikirkan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

P_20170306_111532
Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Saifuddin, ST berbicara dengan salah satu  instruktur Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram, usai ramah tamah HUT Damkar di ibu kota Taliwang, Senin (6/3).

“Termasuk asuransi, kita akan fikirkan dan kaji. Jangan selamatkan orang lain tapi keselamatan diri sendiri tidak difikirkan,”ujar, Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa Barat, Fud Saifuddin, berbicara kepada pers, usai menghadiri ramah tamah HUT Damkar, di kantor Dinas Damkar setempat, Senin (6/3).

Wabup menegaskan Damkar harus kreatif, mengkaji dan melakukan berbagai survey guna meningkatkan performa serta standar yang baik. Misalnya, mampu menggandeng dan berkoordinasi dengan pemerintah desa guna memberikan pemahaman dan pelatihan dalam kesiap siagaan mencegah dan mengahadapi bencana kebakaran.

Misalnya, penanggulangan awal peralatan tradisional dengan karung basah atau menyediakan fasilitas pemadaman standar seperti tabung dan lain lain. Ia juga memikirkan kajian pemetaan zona rawan kebakaran di setiap kecamatan dimana instalasi Hidran bisa terpasang.

“Saya tidak setuju kalau fasilitas Hidran di perbanyak di lingkungan KTC atau pusat pemerintahan. Pemerintah itu harusnya lebih banyak melayani, bukan sibuk melayani diri sendiri. Utamakan Hidran diluar KTC atau  di kecamatan. Bila perlu perbanyak titiknya, layani masyarakat dulu. Beri rasa aman kepada mereka lebih dulu,” kata Wabup.

Wakil kepala daerah ini mengakui standar fasilitas sarana prasarana Damkar belum memenuhi standar. Misalnya gudang logistik atau work shop mobil Damkar. Harusnya fasilitas Hidran droping air terpasang di markas utama. Ini agar memudahkan suplay air dan tangki cadangan. Belum lagi area markas harus mudah diakses di jalan utama.

Makanya, kata Wabup kantor pemadam akan ditarik berada di pusat KTC, work shopp hingga gudang dan peralatan. Kantor itu akan satu area dengan Satuan Pol PP dan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pemerintah menurut Wabup setuju saja membuat regulasi yang memperkuat alokasi anggaran dan kinerja Damkar, jarena sangat strategis. Termasuk memikirkan penempatan unit mobil dan pos pemadam di kecamatan yang rentang kendalinya sulit.

“Seperti di Seteluk dan Poto Tano. Kalau di Maluk Sekongkang masih bisa dibantu dicover oleh AMNT. Intinya pemerintah tetap memikirkan skala prioritas kok sebab masih banyak sektor lain yang harus dibenahi. Ini sudah kita rencanakan semua,” demikian, Wabup.

Sementara itu data Dinas Damkar setempat menyebutkan intensitas kebakaran tahun 2016 terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2016 tercatat ada 15 kasus kebakaran dan tertinggi terjadi di Kecamatan Taliwang. Sementara tahun 2015 hanya 11 kasus saja. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here