Kiprah dan Napak Tilas Satdamkar KSB

0
157
div class="td-all-devices">

Keterangan foto : Petugas pemadam kebakaran Sumbawa Barat tengah mensimulasikan penggunaan tabung pemadam dengan cara menyemprot amukan Api. Simulasi ini dilaksanakan saat puncak peringatan hari ulang tahun Damkar yang diperingati setiap 1 Maret yang dipusatkan di lapangan utama KTC, pusat pemerintahan setempat.

TALIWANG—-Dulu saat Sumbawa Barat terbentuk menjadi kabupaten pemekaran baru, Satuan Pemadam Kebakaran (Satdamkar) juga sudah terbentuk meski dalam unit terkecil.

Ketika itu Satdamkar berada dibawah organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Damkar ditempatkan di Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD) khusus.

Sejak tahum 2014 baru ada satu unit pemadam kebakaran itupun bantuan pemerintah pusat. Ditengah fasilitas yang sangat terbatas dan personel tugas yang minim, Satdamkar bekerja apa adanya. Namun, seiring dengan beban tugas yang berat serta ancaman kebakaran yang terus mengintai pemerintahpun ikut memperbaharui fasilitas mobil pemadam berikut personelnya.

IMG-20170306-WA0004
Seorang petugas Pemadam Kebakaran Sumbawa Barat tengah mensimulasikan praktik pemadaman api dengan cara tradisional, yakni dengan karung goni yang di basahkan.

Hingga Satdamkar dibentuk secara mandiri sejajar dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tahun 2016 sesuai amanat Menteri Dalam Negeri (Mendagri), armada Damkar kini mencapai 4 unit mobil pemadam dan satu unit tangki penyuplay air.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Damkar Sumbawa Barat, Dadi Kusmayadi mengatakan pihaknya telah menyusun Standar Operasi Prosedur (SOP) satuan tugas pemadam. Saat ini, satu unit mobil pemadam diawaki sedikitnya lima crew. Dua petugas penyemprot, satu pembuka jalur serta dua operator tangki dan mesin.

“Tidak mudah mengoperasikan tangki pemadam berkapasitas 5000 liter dengan tekanan air begitu besar. Standarnya satu tangki bisa menghabiskan air dalam waktu 4 sampai delapan menit saja. Jadi tidak heran jika banyak masyarakat menilai tangki pemadam kosong. Itu karena kapasitasnya memang segitu,” kata Dadi.

P_20170306_102343
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Sumbawa Barat, Dadi Kusmayadi.

Ia juga mengatakan, saat ini hanya dua mobil pemadam diterjunkan jika terjadi kebakaran, dua sisanya penyuplay cadangan. Saat ini  rentang jarak yang jauh menjadi kendala besar buat tim. Belum lagi sulitnya menerobos jalur kebakaran yang terkadang berada di pemukiman padat penduduk.

“Kita siapkan satu tim piket itu 13 orang. Itu terdiri dari operator dan satgas damkar. Kita harus stanbay 24 jam. Idealnya harus 25 orang. Jadi kami korbankan tidur ketika orang harus tidur. Kami juga berpacu dengan waktu jika ada laporan kebakaran,” terangnya.

Ternyata kata dia, sesuai SOP dan kebijakan menteri, tugas Damkar bukan  menanggulangi bencana kebakaran saja. Tapi juga menangani kedaruratan lainnya, misalnya evakuasi bencana banjir paska bencana seperti menguras air banjir dan pembersihan area umum. Menangani korban kecelakaan terutama yang berpotensi menyulut ledakan atau korsleting akibat benturan angkutan umum atau angkutan bahan berbahaya lainnya. Bahkan bencana keamanan akibat aksi terorisme.

“Jadi tugas kami itu luas dan berat sama seperti aparat negara lainnya, kami harus 24 jam dilapangan. Maka itu kami berharap masyarakat bisa memahami dan ikut berpartisipasi membantu tugas damkar,” terangnya.

Kepala Dinas Damkar, H.Usman mengakui pihaknya masih terus menyusun perencanaan kegiatan dan sarana prasarana guna mengoptimalkan kerja Damkar. Salah satunya pendidikan dan pelatihan skill anggota satgas, kecakapan penggunangan peralatan serta tehnis pemadaman yang benar dan akurat.

“Baru baru ini kita gelar simulasi pemadam. Itu kita perkenalkan sekaligus uji kemampuan peralatan serta tehnis penggunaan peralatan dengan benar. Mulai dari kemampaun penggunaan tabung hingga pengerahan mobil pemadam,”demikian, Usman.

Korps pemadam di Indonesia sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. Bersama polisi mereka disebut sebagai institusi elit pengamanan kota. Berdasarkan dalam catatan buku ‘Brandweer’ dinas pemadam DKI Jakarta tahun 1873 korps brandweer atau pemadam secara hukum dibentuk oleh Residen of Batavia atau sunda kecil.

Inilah cikal bakal lahirnya petugas pemadam kebakaran. Brandweer awalnya tanpa petugas tetap sehingga satuan diambil dari berbagai pihak. Tahun 1850 an petugas resmi pemadam api dibentuk. Namun sejak kebakaran hebat yang mendera kota Batavia 1 Maret tahun 1913 adalah ujian terbesar yang dihadapi satuan pemadam sepanjang sejarah.

Ketika itu nyaris seluruh kota terbakar. Atas perjuangan dan upaya personel pemadam memadamkan amukan api waktu itu, maka setiap tanggal 1 Maret diperingati sebagai tahun berdirinya pemadam kebakaran.

Dulu peralatan petugas damkar hanya memiliki tangga, alat manual semprot air tangan serta baju dan helm mirip jas hujan tidak tahan api. (ZM.Ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here