TMMD TNI Fokus Bangun Infrastruktur Pertanian dan Sosial

0
141
div class="td-all-devices">

Prograam TMMD sejatinya lahir dari kebijakan TNI guna melibatkan masyarakat dalam mengisi dan mempertahankan negara. Sebelum diberi nama TMMD, peran serta TNI dan masyarakat dahulu diberi nama kegiatan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) masuk desa atau ABRI Masuk Desa (AMD). Kegiatan AMD diawali pada tahnun 1980 pada masa pemerintahan Presiden Sueharto. Ketika itu piminan tertinggi ABRI masih dijabat seorang Panglima ABRI  (Pangab).

TALIWANG—Komando Distrik Militer (Kodim) 1607 Sumbawa mulai menyusun perencanaan guna melaksanakan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang difokuskan di Desa Air Suning, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat tahun 2018 mendatang.

IMG-20170319-WA0010
Anggota TNI yang terdiri dari Babinsa, Danramil dan Pasiter Kodim 1607 melakukan survey lokasi sasaran pelaksanaan TMMD TNI di Desa Air Suning Kecamatan Seteluk, Jum’at (17/3) lalu.

Komandan Kodim (Dandim) 1607 Sumbawa, Letkol Arm. Sumanto mengatakan, TNI memandang infrastruktur sosial dan pertanian masih sangat dibutuhkan. Sarana prasarana peribadatan seperti masjid, fasilitas MCK dan Jalan Usaha Tani (JUT) dinilai mampu memperkuat kemanggulangan TNI dengan rakyat. Kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan interaksi sosial antar masyarakat serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat petani di pedesaan

Ia mengatakan, akses infrastruktur pertanian serta jembatan yang menghubungkan jalan usaha tani diperlukan guna menyambung ketelisoliran akses transportasi hasil pertanian. Air Suning dipilih TNI, berdasarkan aspirasi serta masukan dari berbagai pihak, baik pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama serta pemerintah daerah.

Sesuai dengan rencana program, kata Sumanto, tahun 2018 TNI akan membangun 3600 Meter jalan usaha tani. Pembuatan dua unit gorong gorong, pembuatan dua unit Duiker dan Jembatan 21 kali 17 meter. Selanjutnya dibidang sosial, TNI akan membangun sarana peribadatan berupa masjid seluas 21 kali 17 meter, pembangunan MCK lima unit, pembuatan tempat wudhu serta pembangunan Talud sepanjang 3.600 meter.

Sarana dan prasarana ini, menurut Sumanto akan dilaksanakan secara gotong royong antara TNI dengan masyarakat. TNI akan menerjunkan ratusan kekuatan personil baik kekuatan personel dari Makodim, Babinsa dan didukung personil para Komandan Rayon Militer (Danramil).

IMG-20170319-WA0008
Pasiter Kodim 1607 Sumbawa, Kapten Inf. A. Nurodin bersama anggota melakukan pengecekan progress pembangunan masjid dan MCK di Desa Air Suning yang merupakan bagian dari Program TMMD TNI 2018.

Sebelumnya, Kodim Sumbawa telah mengutus, Pasiter Kodim Kapten Inf. A. Nurodin. H, S.Sos, Danramil Seteluk Kapten Inf I Nyoman Mandi, para Bintara Pimbina Desa (Babinsa) guna melakukan survey lokasi dimana kegiatan TMMD TNI akan dilaksanakan. Hadir mendampingi, Kepala Desa Air Suning, Safruddin warga pemilik lahan serta perwakilan masyarakat lainnya.

Prograam TMMD sejatinya lahir dari kebijakan TNI guna melibatkan masyarakat dalam mengisi dan mempertahankan negara. Sebelum di beri nama TMMD, peran serta TNI dan masyarakat dahulu diberi nama kegiatan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) masuk desa atau ABRI Masuk Desa (AMD). Kegiatan AMD diawali pada tahnun 1980 pada masa pemerintahan Presiden Sueharto. Ketika itu piminan tertinggi ABRI masih dijabat seorang Panglima ABRI  (Pangab).(ZM.Ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here