Pembangkit Listrik Bisa Tingkatkan Gairah Investasi

0
126
div class="td-all-devices">

Foto//Konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Kertasari, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

SUMBAWA BARAT—-Pemerintah Sumbawa Barat dan jajaran perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah NTB bersepakat mendukung optimalisasi operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Sumbawa, khususnya di Sumbawa Barat.

Dengan beroperasinya beberapa  pembangkit Listrik di pulau Sumbawa khususnya di Desa Labuhan Kertasari Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, diharapkan akan meningkatkan gairah investasi di daerah.

Direktur PT. PLN Regional Bisnis Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri. Hadir juga General Manajer PT. PLN Wilayah NTB, Mukhtar dan General Manajer PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, Djarot Hutabri. Machnizon memaparkan progress konstruksi PLN Sektor Tambora di Desa Kertasari, Kamis sore (1/6/2017).

“Pembangkit listrik bertenaga 2×7 megawatt di Kertasari ini bisa memenuhi pasokan listrik tidak hanya umum namun juga industri. Jadi fasilitas ini juga ikut mendukung kebutuhan para investor tentang ketersediaan listrik,” kata Direktur PT. PLN Regional Bisnis Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri di sela sela pidato peresmian pembangkit sektor Tambora di Kertasari, Kamis (1/6).

Machnizon mengatakan, pembangkit listrik Kertasari dan Sumbawa mampu meringankan dua kali lipat beban kebutuhan listrik di Sumbawa Besar dan Sumbawa Barat. Sebab, khusus dua kabupaten tadi terdapat 64 Megawatt tambahan pasokan listrik. Jika di Kertasari kapasitasnya 2×7 Megawatt maka khusus di Sumbawa kapasitas pembangkit 2×25 Megawatt.

Menurutnya, Pembangkit Sektor Tambora adalah fasilitas pembangkit yang dibangun di tiga wilayah. Yakni, di Kertasari Kabupaten Sumbawa Barat, Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa dan Raba, ibu kota Kabupaten Bima.

Pembangunan ini merupakan realisasi dari penyediaan pasokan listrik 35.000 megawatt yang di canangkan presiden Jokowi Dodo. PLN memperkirakan pembangkit ini akan mulai beroperasi  pada pertengahan tahun 2018 mendatang setelah fasilitas menara jaringan tuntas. Dengan demikian, PLN memastikan tidak akan ada pemadaman listrik sebagaimana terjadi belakangan ini.

“Operasional pembangkit di Pulau Sumbawa ini akan ditangani dua unit pelaksana yakni PLN Cabang Sumbawa dan Cabang Bima,” akunya.

Sementara itu Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin mengatakan, sudah banyak jaringan listrik yang dibangun pemerintah kemudian di hibah kepada PLN. Ini menurut Bupati bentuk dukungan penuh pemerintah kepada perusahaan listrik milik negara tersebut. Hanya saja, masalah klasik yang dihadapi yakni keluhan masyarajat soal seringnya pemadaman.

Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin memberikan bingkisan Ramdhan bagi warga Desa Kertasari di sela sela peresmian operasional pembangkit Sektor Tambora, PLN NTB.

Untuk menjelaskan itu, kepala daerah kerap mengundang management PLN untuk bertemu dengan masyarakat di forum Yasinan guna menjelaskan itu. Hanya saja, ada perbedaan informasi yang disampaikan dimana justru Sumbawa Barat memperoleh kelebihan daya sementara faktanya pemadaman masih terjadi. Mis komunikasi ini kata Bupati yang terus ia luruskan.

Kepala daerah juga menyinggung laporan laporan yang menganggu keamana pembangunan konstruksi pembangkit di Kertasari. Salah satunya masalah tenaga kerja asing ilegal dan minimnya tenaga kerja lokal. Terhadap masalah ini Bupati mengaku telah menegur kepala dinas terkait untuk tidak mudah memblow up informasi sehingga meninbulkan kegaduhan.

“Saya banyak menerima laporan soal tenaga kerja asing ilegal. Ada juga pekerja asing yang dipulangkan hanya karena tidak memiliki tenaga pendamping sebagaimana disyaratkan. Setelah di cek dokumen izin mereka lengkap hanya tidak memiliki tenaga pendamping. Menurutnya hal ini perlu dikoordinasikan dan dikomunikasikan kepada steakhokder terkait,” tandasnya.

Ia juga meminta kepala desa dan camat ikut berperan menjaga keamanan dan menjaga fasilitas yang di bangun negara itu karena fungsinya strategis. Apalagi pembangkit listrik ini akan ditetapkan sebagai salah satu obyek fital nasional.

Bupati juga menjelaskan masalah pembangunan dermaga terus akan dikonsultasikan termasuk dengan otoritas syahbandar karena menyangkut jalur keselamatan pelayaran.

“Kami mendukung dan ikut menjaga fasilitas ini. Pembangkit listrik layak dibangun disini (Kertasari,red) karena industri Power Plan yang membutuhkan pasokan listrik memadai berada di  Sumbawa Barat,” demikian, Bupati.

Sebelumnya, pemerintah setempat mengeluhkan minimnya pasokan listrik untuk kebutuhan industri guna menarik pelaku investasi di daerah itu. Listrik sangat fital dan berdampak luas bagi pertumbuhan ekonomi. Misalnya industri perikanan dan tambang. Pemerintah setempat juga menawarkan agar penggunaan fasilitas dermaga Labuhan Lalar bisa dilakukan untuk mensuplay kebutuhan Batu Bara untuk PLTU.

PLTU Kertasari pengerjaannya sempat  tertunda karena PLN mengalami devisit keuangan. Tidaknya hanya itu, Izin rekomendasi pembangunan dermaga juga belum dikeluarkan pemerintah setempat karena masih adanya opsi tawaran dan regulasi dari syahbandar. Bahkan management PLN pusat dilaporkan bertemu Gubernur NTB, TGH.Zainul Majdi guna mengungkap masalah yang dihadapi dalam kelanjutan pembangunan PLTU Kertasari baru baru ini. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here