Warga Rindukan Kebersamaan TNI dan Rakyat

0
169
div class="td-all-devices">

Foto//Personil TNI dan Polri duduk santai berdiskusi serta saling bertukar informasi dengan warga.

SUMBAWA BARAT— Intoleransi antar umat beragama, Radikalisme serta retaknya simbol simbol ke Bhinekaan  dinilai menjadi ancaman serius bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memandang perlu ada langkah cepat, tepat dan profesional guna ikut kembali memperkuat persatuan serta merekatkan kembali simbol Kebhinekaan dalam kerangka NKRI. Dari itulah Komando Distrik Militer (Kodim) 1607 Sumbawa melaksanakan upaya upaya penggalangan serta memperkuat silaturohmi antar warga serta ikut membantu kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Beginilah suasana keakraban antara warga dengan prajurit TNI. Sambil bercengkeramah santai ditemani secangkir kopi.

“Sesuai perintah Pangdam IX Udayana, seluruh personil Bhabinsa, Koramil dan Posramil di seluruh wilayah Sumbawa dan Sumbawa Barat saat ini tengah melakukan patroli bersama untuk memantau Ronda warga, menjaga khusu’nya ibadah Sholat Taraweh serta ibadah lainnya selama Bulan Ramadhan,” kata, Komandan Kodim 1607 Sumbawa, Letkol.Arm.Sumanto, kepada pers setempat, Kamis (1/6).

Dandim menegaskan, silaturohmi dengan warga merupakan bentuk komunikasi sosial yang dibangun TNI. Patroli dan pengamanan wilayah kata dia juga bagian dari interaksi yang sangat diharapkan masyarakat. Dengan turunnya TNI bersama rakyat menjaga keamanan, ketertiban dan persatuan, menurutnya ikut memupuk semangat solidaritas antara masyarakat dengan TNI.

“Kita harapakan komunikasi dan silaturohmi antara aparat keamanan khususnya TNI bisa turut menjaga keamanan dan menangkal masuknya provokasi paham Radikal atau bahkan bisa ikut mencegah aksi kriminalitas dan konflik antar warga,” ujarnya.

Menurut Sumanto peran bersama antara aparat negara dengan masyarakat tidak hanya menangkal Terorisme, mencegah Intoleransi antara umat beragama, tapi juga mampu mencegah kejahatan trans nasional lainnya seperti Narkoba dan Prostitusi yang merusak generasi bangsa ini.

Prajurit TNI juga kompak berpatroli bersama dengan personel Polisi dan Polisi Pamong Praja pemerintah daerah.

“Saya juga perintahkan prajurit TNI non Muslim agar mampu menjaga, melindungi warga masyarakat Muslim yang tengah melaksanakan ibadah Ramdhan. Maka itu rata rata kami tempatkan prajurit tadi di pusat peribadatan, seperti Mushollah dan Masjid. Mereka juga kami minta memberikan penyuluhan kepada warga tentang Pancasila, tolak paham radika serta pencegahan dan cegah dini terhadap paham yang merusak NKRI tersebut,” demikian, Dandim.

Sementara itu, suasana keakraban antara masyarakat, personil TNI dan Polri terlihat hampir diseluruh wilayah dari seluruh kecamatan se Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Aktifitas patroli dan ronda bersama juga dilakukan warga masyarakat dengan TNI .(ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here