Wakapolda : ISIS Rencanakan Serangan Brutal di Bima

0
221
div class="td-all-devices">

Foto//Seorang terduga teroris di giring dan dikawal ketat personel Densus 88 AT keluar dari Mapolda NTB, Senin (19/6).

MATARAM— Jaringan sel sel teroris Mujahidin Indonesia Barat (MIB) yang beraviliasi dengan Islamic State Iraq and Syiria (ISIS) merencanakan akan melaksanakan aksi brutal berupa bom bunuh diri di markas kepolisian dan Bandara di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Anggota Densus 88 AT mengawal ketat seorang terduga teroris dari mapolda NTB yang ditangkap serta merencanakan penyerangan di Bima.

Kepolisian Daerah (Polda) NTB menegaskan serangan itu diakui salah seorang terduga teroris, Kurniawan Bin Hamzah, 23 tahun, terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri yang dibantu Pasukan Brimob Detasemen Pelopor A Bima, Jum’at (6/6) lalu.

“ISIS merencanakan meledakkan Bom rakitan jenis Primer High Eksplosive di Mapolsek Woha, Mapolres Bima dan Polsek Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin di Bima. Mereka juga akan menguji coba bom jenis yang sama di pusat keramaian di kota Bima,”kata Waka Polda NTB, Komisaris Besar Polisi (Kombespol), Imam Margono, saat memimpin konfrensi pers di Mapolda NTB, Senin (19/6).

Tidak hanya itu, kedua teroris yang tercatat masuk dalam gerombolan Penatoi pimpinan, Iskandar tersebut juga berencana menyerang dengan senjata anggota Polisi di Mapolsek Woha dan merebut senjata api yang tersimpan di gudang senjata. Titik rencana pengeboman, menurut Wakapolda ditentukan setelah mereka survey terlebih dahulu.

“Polisi mengumumkan telah menyita setidak 24 jenis barang bukti mulai dari senjata rakitan, detonator, bubuk TNT, cairan H202, kabel dan handphone serta peralatan perakitan bom lainnya,” ujarnya.

Wakapolda NTB, Kombes Pol, Imam Margono memimpin konfrensi pers usai operasi penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 AT di Bima.

Terduga teroris lainnya, Nasrul Hidayat, 21 tahun, berperan membeli bahan peledak serta peralatan pembuatan Bom untuk di suplay ke Kurniawan Bin Hamzah. Keduanya masuk menjadi anggota Mujahidin Indonesia Barat (MIB) bersama Iskandar yang menurut catatan kepolisian juga terlibat dalam perampokan di Ciputat, Jakarta tahun 2013 silam.

Wakapolda mengatakan, aktifitas MIB di Indonesia berkaitan langsung dengan Bahrun Naim pimpinan ISIS Asia Tenggara.

Rencanakan serangan brutal di arahkan kepada aparat kepolisian dan warga Bima membuktikan bahwa ISIS mulai melakukan penetrasi serta menegaskan eksistensinya di Indonesia.

Kepolisian NTB menegaskan, sejak posisi ISIS mulai dikepung dan tersudut pasukan koalisi lintas negara di basis mereka Raqqah Iraq, ISIS mulai mengancam dan menebar teror di Asia Tenggara salah satunya di Marawi Filiphina dan Poso, militan ISIS pimpinan Santoso.

Sebelumnya, Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap dua terduga teroris di Desa Dore Kecamatan Palibeli Bima. Mereka ditangkap di rumah salah seorang terduga dan satu lagi HN ditangkap di pelabuhan Pelni saat hendak melarikan diri. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here