Pangdam Bicara ISIS Hingga Hubungan TNI Polri

0
188
div class="td-all-devices">

Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak  juga dilaporkan meresmikan pembangunan Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Sumbawa Barat. Makodim dibangun atas hibah dan inisiatif Pemda Sumbawa Barat demi mendukung tugas dan fungsi TNI. Pangdam berterimakasih kepada Bupati, H.W.Musyafirin atas dukungannya. 

SUMBAWA BARAT—Kunjungan kerja Panglima Daerah Militer (Pangdam) IX Udayana menjadi sangat menarik ketika jenderal bintang dua TNI itu mengangkat isu isu terkini yang tengah dihadapi bangsa Indonesia.

Pidato heroik, santai dan mengugah diperlihatkan sosok, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak. Sosok yang terlihat sangar dan berwibawa ternyata sangat low profile ketika menyampaikan pidato santai dan penuh gelak tawa.

Mantan pejabat tinggi Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Danrem dan pasukan pengawal Presiden tersebut mengangkat nilai dasar berbangsa dan bernegara. Pancasila menurutnya, adalah dasar negara, pancasila pilar negara.

Edeologi pancasila mencerminkan falsafah adat dan budaya bangsa indonesia yang terdiri dari perbedaan, suku, Ras dan agama.

Ia menegaskan, kekuatan edeologi negara sangat menentukan kesatuan dan persatuan bangsa. Russia menurutnya, negara adikuasa bisa terpecah menjadi berbagai negara bagian. Begitu juga unisoviet. Negara itu hancur karena edelogi negara mereka tidak bisa mempersatukan rakyat.

“Mereka iri, barat dan semua negara penguasa iri melihat keberagaman dan perbedaan di indonesia tetapi mampu mempersatukan rakyat hingga kini. Inilah kekuatan kita pancasila,” ujarnya.

Pangdam memaparkan, bentrok dan adu domba Suku Ras dan Agama (SARA) cara asing melemahkan serta menghancurkan indonesia. Tapi itu bisa dijaga dengan pancasila. Saat ini, perang baru dikumandangkan. dengan terorisme, negara khilafah, komunis hingga narkoba.

“Itu yang kami sebut Proxi War. Atau perang Proxi (Propaganda). Islamic State Iraq Syiria (ISIS) selalu di identikkan dengan Islam dan khilafah. Isu ini sejak ada pada zaman dahulu. Hanya kini muncul dengan melalui kekuatan media dan tehnologi. Tapi, para ulama kita mengetahui bahwa Pancasila itu hadiah ulama dan umat islam untuk negara. Walaupun mayoritas, mereka jaga toleransi dan tidak egois” kata, Komaruddin berbicara kepada seribuan warga dan pegawai pemerintah di KTC, Rabu (9/7).

Menurut Panglima, masalah lain yang menjadi masalah dewasa ini mengenai isu perpecahan TNI dan Polri kerap menjadi alat Proxi. Di NTB, Bali dan NTT hubungan aparat justru menjadi contoh bagaiman kebersamaan TNI polri berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat. Bahkan, menurut Panglima, hubungan baik TNI Polri menjadi contoh sekala nasional.

“Polisi dan TNI itu satu, sama sama alat negara. Di ciptakan untuk melindungi rakyat. Saya senang Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa saling berbocengan di Sumbawa Barat. Apalagi, mereka bersama agen Pemberdayaan Gotong Royong menjadi kunci kesuksesan pembangunan di Sumbawa Barat,”terangnya.

Pangdam menegaskan dalam menjalankan tugas, ia memerintahkan tentara membantu Polisi. Kapanpun dan dimanapun. Ia pun ketika berkunjung ke wilayah Polda Polda selalu minta izin dengan Kapolda.

“Tidak boleh lagi ada yang membeda bedakan aparat. Apakah itu TNI dan Polisi. Kita sama, kita satu,”tandasnya.

Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin melaporkan masih ada lembaga di Sumbawa Barat tidak hormat benderah merah putih. Masih tidak memahami dan tunduk dengan pancasila. Itulah menurut kepala daerah tugas kita bersama mencerahkan dan meluruskan.

“Kedatangan dan arahan panglima bisa menjadi spirit baru untuk memahami dan menjaga keutuhan negara serta paham kebangsaan kita. Saya minta agen pemberdayaan gotong royong menjaga kerjasama dan kebersamaan dengan Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas,”demikian, Musyafirin.

Sementara itu, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak  juga dilaporkan meresmikan pembangunan Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Sumbawa Barat. Makodim dibangun atas hibah dan inisiatif Pemda Sumbawa Barat demi mendukung tugas dan fungsi TNI. Pangdam berterimakasih kepada Bupati, H.W.Musyafirin atas dukungannya. Iapun mmemerintahkan asisten Kodam untuk mempersiapkan personil Bhabinsa untuk ditempatkan diseluruh daerah pelosok desa di Sumbawa Barat sesuai permintaan Bupati.

Pangdam bahkan secara terbuka akan mengumumkan kepada personel TNI asal Sumbawa Barat dan Sumbawa dimanapun berada di seluruh indonesia, untuk diberi kesempatan bertugas di wilayah kelahirannya Sumbawa Barat. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here