Jurnalis Bekasi Tuntut Kapolri Pecat Kapolres Waykanan

0
140
div class="td-all-devices">

FOTO //Aksi Solidaritas Insan Pers Wartawan Kota Bekasi di halaman Mapolresta Bekasi kota Menuntut Kapolri untuk Mencopot kapolres Way kanan Lampung yg sudah Melecehkan Profesi Wartawan

BEKASI—Gabungan Jurnalis Bekasi menggelar aksi demo menuntut Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri), Tito Karnavian untuk memecat Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Way Kanan, Lampung, AKBP Budi Asrul Kurniawan didepan Gedung Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (31/8/2017).

Pasalnya, Kapolres Waykanan tersebut telah menghina profesi Jurnalis dengan mengeluarkan kalimat-kalimat yang merendahkan insan pers yang bertugas di Lampung pada Minggu, 27 Agustus 2017 lalu.

Koordinator Aksi, Syahrul Ramadhan mengatakan, aksi demo tersebut sebagai wujud solidaritas dan ketidak-terimaan insan pers Bekasi atas perlakuan Kapolres Way Kanan.

“Kami sebagai insan pers yang bertugas di Bekasi tidak terima dengan penghinaan yang dilakukan Kapolres Way Kanan. Untuk itu, kami meminta kepada Kapolri Tito untuk memecat Kapolres tersebut,” tegasnya ditengah-tengah aksi.

Selain itu, pria yang akrab disapa Buluk itu juga mengatakan, profesi Jurnalis bukan profesi sembarangan. Pasalnya, kinerja seorang Jurnalis telah dilindungi oleh Undang-Undang Pers.

“Kami bekerja dibawah perlindungan Undang-undang Pers. Dan pekerjaan kami bukan sekedar membuat berita, tapi kami memberikan informasi akurat kepada masyarakat​ dan menjadi kontrol sosial,” tambahnya.

Untuk itu, dirinya secara tegas meminta Kapolri untuk segera memecat Kapolres Way Kanan, AKBP Budi Asrul Kurniawan agar tidak ada lagi penghinaan lain yang diterima oleh Jurnalis.

“Kami secara tegas meminta kepada Kapolri untuk segera memecat Kapolres Way Kanan. Karna kami Jurnalis, bukan teroris. Dan kami tidak terima dihina dan dilecehkan. Atau aksi ini akan kita lanjutkan dengan penggalangan massa untuk demo didepan Kantor Polri,” tegas Buluk.

Disisi lain, Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Sekwil Jabar, Merry Panjaitan mengecam keras tindakan yang dilakukan Kapolres Way Kanan.

Dirinya yang turut serta dalam aksi demo juga meminta Kapolri untuk menindak-lanjuti penghinaan yang dilakukan Kapolres Way Kanan tersebut.

“Kami sama sekali tidak terima dengan penghinaan yang dilakukan Kapolres Way Kanan. Karna dia telah menghina profesi kami sebagai Jurnalis. Jadi kami minta, Kapolres Way Kanan segera dipecat,” kecamnya, Merry dalam siaran persnya yang diterima, zonamerah.net, Kamis (31/8) waktu setempat.

Sebelumnya Kapolres Way Kanan, AKBP. Azrul Gunawan dilaporkan menghina wartawan media online dan cetak yang tengah bertugas meliput aksi pemblokiran lahan di Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung.

Dalam rekaman yang diterimaCNNIndonesia.com, suara yang diduga Budi terdengar sedang mendiskreditkan media cetak dengan mengatakan bahwa masyarakat lebih gemar membuka situs salah satu media daring (online).

Budi mengaku tidak membutuhkan publikasi di media lagi. Selain itu, menurutnya, masyarakat saat ini juga lebih suka menonton televisi yang menyajikan film layar lebar atau porno.

Ia pun menantang wartawan yang tengah di hadapannya untuk menyebarkan pernyataannya tersebut kepada rekan wartawan lainnya.

“Kasih tahu wartawan yang lain. Mau serang, serang saya lah, saya tunggu di sini,” kata suara yang diduga Kapolres Way Kanan.( Baca cnn.indonesia.com).(ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here