TNI dan BPTP Kembangkan Pajale

0
115
div class="td-all-devices">

FOTO// Dandim 1607 Sumbawa Bersama Kepala Litbang BPTP NTB mensimulasikan menanam Benih Jagung Hibrida Bima 20.

“ Di Berora ini sumber airnya bagus. Selama ini Petani hanya memanfaatkan lahan sawah saja. Padahal Jagung juga bisa diproduksi memanfaatkan celah musim tanam yang ketiga. Sebenarnya, tidak ada lahan tidur. Yang tidur petaninya. TNI mengajak pemerintah dan banyak pihak agar mendampingi serta memotifasi petani,” ujarnya.

Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM.Sumanto

SUMBAWA—Untuk menunaikan Nawacita Presiden Jokowi Dodo dibidang ketahanan pangan dalam negeri, Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus saja membantu petani guna mengembangkan farietas tanaman unggul.

Kali ini, TNI bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Banlitbang) Balai Pengembangan Tehnologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Barat melakukan serangkain uji coba penanaman Jagung Hibrida Bima 20 Untuk Rakyat Indonesia (URI). Varietas Jagung jenis ini dinilai sangat unggul. Produktifitas pertumbuhannya dinamis serta tahan degan perubahan cuaca.

“ Kita laksanakan penanaman di Desa Berora Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa Besar,” kata, Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1607 Sumbawa, Letkol. ARM Sumanto, Sabtu (2/9).

Penanaman ini sebagai tindak lanjut program optimalisasi produksi hasil pertanian utamanya, Padi Jagung dan Kedelai (Pajele). Di Berora sendiri kata Dandim, tanaman terdapat dua kali musim tanam (MT) setiap tahunnya. TNI dan BPTP melihat kondisi geografis wilayah serta cuaca didaerah setempat mampu memproduksi Jagung atau hingga tiga kali musim tanam.

“ Di Berora ini sumber airnya bagus. Selama ini Petani hanya memanfaatkan lahan sawah saja. Padahal Jagung juga bisa diproduksi memanfaatkan celah musim tanam yang ketiga. Sebenarnya, tidak ada lahan tidur. Yang tidur petaninya. TNI mengajak pemerintah dan banyak pihak agar mendampingi serta memotifasi petani,” ujarnya.

Dandim juga yakin lahan pertanian yang baik akan berkolerasi atau dipadu padankan dengan pengembangan sektor perternakan. Sebab sumber daya perternakan di daerah ini cukup maju.

Sementara, Kepala Litbang BPTP NTB, Muhammad Saleh menegaskan tanam perdana dan bimbingan tehnis tanam Jagung hibrida Bima 20 URI di wilayah Kecamatan Lopok ini merupakan langkah dan upaya pertama kali dilakukan di Sumbawa.

Jajaran TNI AD Kodim 1607 Sumbawa berpose bersama dengan pajabat BPTP dan kelompok Tani di Desa Berora Kecamatan Lopok, Sumbawa Besar, Kamis (31/8) pekan lalu.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan upaya khusus dalam meningkatkan standar ketahanan pangan negara kita sesuai salah satu visi Nawacita pemerintahan Presiden Jokowi bahwa Indonesia harus menjadi negara yang berdaulat di bidang pangan tanpa harus impor bahan pangan dari negara lain.

Untuk itu, kata dia, kegiatan bimbingan tehnis dan tanam jagung yang dilakukan hari ini adalah salah satu inovasi dari BPTP Provinsi NTB. Apalagi benih Jagung Hibrida 20 URI ini sudah diuji coba di tanam di Kecamatan Labangka.

“ Pengembangan jagung di Indonesia harus mengandung 40 persen unsur Lokal. Keunggulan Hibrida Bima 20 adalah potensi hasil bisa tembus 13.5 ton per hektare nya. Dengan umur tanam hingga 100 hari. Benih ini tahan penyakit bulai dan sesuai untuk lahan sawah pada kemarau dan lahan kering pada musim hujan,” demikian, M.Saleh. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here