NTB Perkuat Industri Galangan Poto Tano

0
323
div class="td-all-devices">

FOTO//Ilustrasi

Pemrov sudah memiliki perencanaan untuk meningkatkan industri perikanan di Pulau Sumbawa. Ia juga mendukung Poto Tano dijadikan sentra industri perikanan utamanya industri galangan tadi.

Kepala Dinas Perikanan Kelautan, Provinsi NTB, Lalu Hamdin.

Gubernur Harus Ambil Langkah Strategis

SUMBAWA BARAT—–Gubernur NTB didorong untuk memperkuat pembangunan industri galangan (Produksi,red) perkapalan di wilayah Pulau Sumbawa. Galangan kapal tidak hanya produksi, tapi juga Repair atau perbaikan kapal.

Dinas Perikanan Kelautan (DKP) Nusa Tenggara Barat menegaskan Pemerintah Provinsi NTB mengakui tengah juga mendorong pengembangan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) di Pulau Sumbawa. Industri galangan merupakan salah satu komponen pendukung, sebab memproduksi kapal dan perahu yang merupakan alat utama produksi prikanan tangkap.

“ Kita mohon doa masyarakat pulau Sumbawa, Kementerian Kelautan Perikanan tengah di lobi Provinsi untuk mengucurkan program besar SKPT tadi,” kata, Kepala Dinas Kelautan Perikanan NTB, Lalu Hamdi, dikonfirmasi wartawan di Mataram, Kamis (6/8).

Ia mengatakan Pemrov sudah memiliki perencanaan untuk meningkatkan industri perikanan di Pulau Sumbawa. Ia juga mendukung Poto Tano dijadikan sentra industri perikanan utama industri galangan tadi.

Menurutnya, galangan sangat mendukung produksi perikanan kita bahkan mendukung tumbuh kembangnya industri perikanan ikutan lainnya, seperti ikan olahan.

“Kita berharap galangan di Poto Tano ini berkembang sehingga dapat mendukug industri penangkapan ikan. Galangan adalah area bisnis. Jadi tentu pemerintah telah melakukan kajian ekonomi,” tandasnya.

DKP NTB membenarkan industri galangan masih terpusat di pulau lombok. Di Pulau Sumbawa industri galangan masih belum ada.

Produksi kapal kapal nelayan bertehnologi tinggi masih di produksi Pulau Lombok dan Surabaya.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Saifuddin mengatakan Sumbawa Barat tengah membangun industri galangan saat ini.

Pemerintah menilai melalui Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) dengan kartu Bariri Nelayan, pemerintah menyalurkan satu rumah tangga nelayan satu perahu. Perahu dilengkapi paket alat tangkap dan mesin.

Salah satu produk perahu Fiberglass untuk nelayan yang di produksi PT. Kawi Eka Karya di pabrik Galangan Kapal Poto Tano.

Data pemerintah setempat, saat ini ada 2019 nelayan di daerah itu. Tahun 2017 pemerintah menurut Wabup, telah mengadakan sedikitnya 1212 perahu untuk dibagikan kepada nelayan. 2018 itu dilanjutkan dengan membagikan ribuan perahu lagi.

“Tidak ada nelayan di KSB yang tidak dapat perahu dan alat tangkap. Kita ingin tingkatkan produksi perikanan kita,” kata Wabup, menjelaskan visi misi pemerintah disektor perikanan.

Saat ini kata Wabup, potensi perikanan kita 20,1 ribu ton pertahun. Yang bisa di produksi bru 4000 ton saja. Artinya masih banyak  potensi perikanan kita yang belum terekploitasi. Dengan armada ribuan nelayan ini produksi akan meningkat berlipat lipat.

“Kalau produksi naik otomatis ikan kita melimpah. Kita butuh Tempat Pelelangan Ikan (TPI) bahkan skala regional. Setelah itu, akan ada usaha ikutan lainnya, pengalengan ikan bahkan Coolstorage (kemasan ikan beku, red),”aku Fud.

Pemerintah setempat tengah menetapkan perencanaan bahwa Poto Tano jadi pusat industri perikanan.

Pusat produksi perikanan tangkap Sumbawa Barat tersebar di 164 kilometer panjang pantai diseluruh KSB. Begitu juga budidaya tesebar seluruh KSB. Sementara di Poto Tano menurut Wabup dijadikan khusus pusat usahanya.

Wabup juga menegaskan galangan bisa menjadi aset bisnis yang menyumbang tenaga kerja dan pendapatan daerah.

Bagi nelayan yang memiliki badan usaha bisa memproduksi kapal besar di galangan Poto Tano. Begitu juga kabupaten lain di pulau Sumbawa bisa menjadi pasar potensial galangan ini, sebab mampu memangkas biaya produksi yang besar.

“Itu makanya kami minta bapak Gubernur bisa mengambil langkah strategis untuk mendorong tumbuh kembangnya industri galangan di Poto Tano untuk menginterkoneksikan antara pasar perkapalan dan industri pengolahan perikanan Sumbawa Barat dengan kabupaten kota lainnya di Pulau Sumbawa,” demikian, Wabup.

Sementara itu, PT. Kawi Eka Karya (KEK) adalah salah satu perusahaan galangan yang telah menanamkan investasinya di Poto Tano. Perusahaan ini tengah memproduksi ribuan perahu dan kapal berbahan baku Fiberglass bertehnologi tinggi langsung di Poto Tano.

Kini galangan Poto Tano tengah melayani pemesanan perahu dan kapal patroli pesanan beberapa pemerintah di pulau Sumbawa. Tidak hanya kapal dan perahu, KEK juga mampu memproduksi Septitank berbahan baku Fiberglass bahkan kapal kapal SAR dan perahu karet langsung di Poto Tano.

“Secara bertahap kita tingkatkan kapasitas pabrik dan fasilitas dan peralatan di Poto Tano. Kita butuh dukungan Pemerintah NTB dan KSB serta masyarakat Pulau Sumbawa,” ujar, Manager Operasional PT.KEK, Dadang Sukmana di Poto Tano, belum lama ini. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here