Indonesia Terapkan JKN Berbasis Gotong Royong

0
145
div class="td-all-devices">

FOTO// Pose bersama Wartawan Sumbawa dan Sumbawa Barat usai kegiatan Media Gathering antara media dan BPJS di Obyek Taman Wisata Ai Loang, Sumbawa, Selasa (19/9)

Berbeda dengan kebanyakan negara lain yang menyerahkan jaminan kesehatan warganya ke pasar, atau perusahaan asuransi swasta. Atau menarik dana jaminan asuransi warganya melalui pengelolaan pajak yang tinggi.

SUMBAWA—Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyebutkan Indonesia satu satunya negara di dunia yang menerapkam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berbasis gotong royong kepada warga negaranya.

Kebijakan itu diambil sesuai undang undang kesehatan yang mangatur tentang JKN dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). JKN merupakan program jaminan kesehatan dimana setiap warga negara dijamin asuransi kesehatan secara mandiri yang diselenggarakan pelayanannya melalui BPJS tadi.

Ini berbeda dengan kebanyakan negara lain yang menyerahkan jaminan kesehatan warganya ke pasar, atau perusahaan asuransi swasta. Atau menarik dana jaminan asuransi warganya melalui pengelolaan pajak yang tinggi.

“JKN programnya, BPJS penyelenggara programnya. Program JKN ini banyak ditiru negara lain,” kata Kepala BPJS Cabang Pulau Sumbawa, Elly Widiani, berbicara kepada wartawan disela sela acara pembukaan Media Gathering, wartawan Sumbawa dan Sumbawa Barat, di taman wisata Ai Loang, Selasa (19/9).

Kepala Cabang BPJS Bima/Pulau Sumbawa, Elly Windiani tengah memaparkan program JKN yang dilaksanakan BPJS.

Elly menegaskan, berbeda dengan jaminan asuransi lain dimana JKN biaya tanggungannya luas, baik buruh, pegawai pemerintah, swasta hingga warga miskin. BPJS juga memiliki fasilitas pelayanan yang juga luas, mulai dari dokter keluarga, klinik, Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum (RSU) pemerintah dan swasta, semuanya menjadi mitra BPJS. Jadi masyarakat atau peserta JKN KIS bisa mendapat pelayanan kapan saja dan dimana saja.

Elly menegaskan, BPJS menghimpun dana pendaftaran asuransi setiap warga indonesia untuk menjamin seluruh warga lainnya. Itulah konsep gotong royong yang diterapkan dalam program JKN ini. Jadi tidak salah rasanya jika BPJS mengangkat moto, ”Melalui Gotong Royong Semua Tertolong”.

Sementara itu, sesuai kebijakan pusat, pemerintah Indonesia menargetkan bahwa 1 Januari 2019 nanti seluruh warga Indonesia telah dijamin masuk program JKN dan JKN KIS untuk warga tidak mampu.

“Inilah unggulnya program ini. Di Jerman pemerintah membutuhkan setidaknya 127 tahun untuk menjamin kesehatan warganya. Di Korea Selatan mereka membutuhan setidaknya 26 tahun menerapkan jaminan kesehatan nasional. Tapi di Indonesia, pemerintah hanya butuh 3 tahun untuk menjamin asuransi kesehatan warganya,” terangnya.

Saat ini menurut data BPJS, ada 180 juta warga indonesia yang telah terlayani atau mengikuti program JKN ini. Di Sumbawa Barat tedapat 98,6 persen dari 134 ribu jumlah penduduk telah terdaftar menjadi anggota JKN dan JKN KIS. Saat ini, hanya sisa 1800 orang warga KSB yang masih belum mendaftar.

Sementara di Kabupaten Sumbawa, baru terdapat 58,63 persen warganya mengikuti program JKN ini. Sisa 42 persen, 210, 047 jiwa yang masih belum.

“Kami berterimakasih dengan Pemerintah Sumbawa Barat karena partisipasinya yang tinggi membantu menjaminkan asuransi warganya tidak mampu. Pencapaian KSB ini termasuk yang tertinggi bahkan secara nasional,” aku, Elly lagi.

Guna memudahkan pelayanan kepada masyarakat, BPJS memiliki kantor pembantu di seluruh kabupaten kota. Masyarakat juga bisa mengakses pendaftaran JKN melalui online dengan mengunjungi website resmi pendaftaran BPJS.

“Kita juga menyediakan dropbox dan petugas penyuluh di Kecamatan untuk memudahkan administrasi pendaftaran warga, serta mendampingi warga untuk memudahan penitipan dokumen serta pengisian formulir,” demikian, Elly. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here