Muncul Gerakan Pribumi Menggugat di KSB

0
325
div class="td-all-devices">

SUMBAWA BARAT—Akhir akhir ini sepanduk yang ditujukan untuk meretas ketidak adilan warga lokal pribumi dari keberadaan tambang di Batu Hijau kian ramai.

Sepanduk yang bertuliskan Koalisi Masyarakat Lokal Pribumi (KMLP) menggugat dugaan diskriminasi PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Perusahaan nasional milik Arifin Panigoro diduga diskriminatif terhadap warga, pekerja, pengusaha serta putra putri terbaik lokal karena kurang mendapat tempat di jajaran boss Medco Energi tersebut.

“Kami menggugat ketidak adilan dan diskriminasi yang mereka (AMNT, red) lakukan. Pekerja dan pengusaha setempat tidak diberi ruang. Jajaran direksipun, bukan komposisi orang orang lokal. Padahal mereka berpengalaman dan profesional,” Ujar koordinator gerakan Pribumi menggugat, Taufiqurrahman Aron, kepada pers setempat,  Sabtu ( 28/10).

Taufiqqurahman mengakui pihak bertanggung jawab atas pemasangan sepanduk yang berisi gugatan dan tuntutan KMLP terhadap kebijakan management AMNT. Sepanduk tadi tersebar di Seteluk Poto Tano hingga ibu kota Taliwang.

Sepanduk Koalisi Pribumi Menggugat terlihat terpasang di ruas jalan simpang KUD, Kecamatan Seteluk.

Isi sepanduk tadi antara lain, menggugat agar rekrutmen tenaga kerja lokal transparan. AMNT dituntut tidak mempermainkan nasib pekerja lokal serta menuntut wajib bagi putra lokal menduduki jabatan direksi di perusahaan multinasional itu.

“Kita juga akan mendesak pemerintah pusat, provinsi dan daerah memperhatikan aspirasi kami ini. Setelah Newmont lepas dan sahamnya diakuisisi Arifin Panigoro cs, seharusnya perusahaan nasional lebih berpihak kepada ekonomi daerah, bukan malah sebaliknya,” akunya.

KMLP juga dilaporkan akan menggelar orasi kerakyatan di pusat ibu kota Sumbawa Barat di Taliwang, mengajak elemen daerah lainnya menyatukan visi dan misi bersama menggugat keberpihakan perusahaan terhadap Pribumi.

“Kami juga dapat laporan dan mengecek situasi bahwa ada teror kepada tokoh lingkar tambang dan masyarakat sekitar. Kita tidak mau ada kebohongan di AMNT,” demikian, Taifiqurrahman.

Sebelumnya, isu rekrutmen tenaga kerja lokal di AMNT menjadi sorotan utama media massa setempat beberapa pekan ini. Sejumlah serikat pekerja juga melancarkan protes atas ketidak transparan management AMNT terhadap rekrutmen serta pembayaran hak hak paket pengurangan.

Keputusan AMNT melakukan transfer sepihak dan tanpa rekrutmen baru, menjadi kontroversial. Belum lagi isu ketidak jelasan pembangunan smelter serta pengalihan operator tambang dari AMNT ke Micmahon kian menambah pelik persoalan di Batu Hijau. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here