Abaikan Safety, Kontraktor Baypass Di Tegur Polisi

0
291
div class="td-all-devices">

SUMBAWA BARAT–Kepolisian Sumbawa Barat melalui satuan lalulintas setempat memasang penanda lajur untuk mengarahkan pengguna jalan di proyek Baypass jalan simpang Poto Tano, agar terhindar dari kecelakaan.

Tiang Listrik berada persis ditengah ruas proyek jalan baypass yang telah di aspal.

Polisi setempat juga dilaporkan menegur keras kontraktor pelaksana proyek jalan APBD Provinsi itu karena mengabaikan keselamatan pengguna jalan.

Kerawanan terjadi di ruas jalan jalan tersebut menyusul keteledoran kontraktor pelaksana proyek, PT. Bunga Raya Lestari  yang membiarkan tiang listrik dan tiang telekomunikasi berdiri tegak persis ditengah jalan aspal.

Tiang tiang ini berdiri acak ditengah ruas jalan beraspal.

Tidak adanya lajur penanda atau rambu rambu safety jalan bisa mengancam keselamatan pengendara. Mengingat, tiang tiang yang berdiri ditengah ruas jalan terlihat acak, dan sulit dihindari  kendaraan terutama pada malam hari.

“Malam, sorot lampu mobil tidak bisa mendeteksi tiang tiang itu. Kita juga sulit membedakan lajur sebab jalan disana baru di aspal,” kata, David Purnama, salah seorang pengendara minibus, ditanya wartawan dilokasi, Senin, pekan lalu.

Kepala Satuan (Kasat) Lalulintas Polres Sumbawa Barat, Iptu Tira Karista mengakui tidak adanya koordinasi pelaksana proyek dengan kepolisian. Ia mengaku telah menerima laporan dan survey lokasi bahwa keberadaan tiang tiang jaringan listrik dan telekomunikasi di tengah ruas jalan bisa mengancam nyawa pengendara.

“Saya sudah terjunkan anggota Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Lantas di lokasi. Polisi sudah pasang penanda lajur dan rambu di ruas jalan itu, sekaligus berkoordinasi dengan kepala desa setempat,” kata, Tira kepada wartawan.

Kepolisian Lalilintas setempat, memasang plang rambu penanda lajur.

Dilokasi, Kanit Laka terlihat memimpin sejumlah anggota Lantas dilapangan. Penanda lajur yang dipasang seperti garis marka dan papan informasi.

Sebelumnya, media telah mengkonfirmasi langsung juru bicara BRL, Frans, untuk menanyakan langsung lemahnya standar safety yang dilaksanakan kontraktor dilapangan. Namun Frans hanya mengatakan menerima informasi itu hanya sebagai masukan saja.

“Terimakasih masukannya pak,”ujar, Frans singkat.

Polisi juga memasang pita marka jalan untuk memberi tanda pengendaraan bahwa lajur itu tidak dapat di lalui.

Proyek jalan Baypass dimulai dari simpang Poto Tano melintasi Desa Tambak Sari hingga perbatasan Desa Senayan tersebut dikerjakan melalui dana APBD Provinsi NTB.

Media mendorong agar pengawas Satker jalan Provinsi NTB bisa memperhatikan serius penerapan standar safety bagi perusahaan pelaksanaan proyek jalan. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here