Penurunan Kemiskinan KSB Terjun Bebas

0
164
div class="td-all-devices">
KERJASAMA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA SUMBAWA BARAT DENGAN ZONAMERAH.NET.

SUMBAWA BARAT—-Pemerintah Sumbawa Barat nampaknya bisa lega. Sebab, laporan data verifikasi pendataan warga fakir miskin dan tidak mampu dilaporkan justru megalami penurunan tajam, alias terjun bebas.
Kepala Desa Maluk, Yuyun Yulianti, menunjukkan rekapitulasi akhir verifikasi data warga miskin, usai deklarasi. Turut mendampingi, agen PDPGR, BPD, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, perwakilan kecamatan serta Toga Toma setempat.

Paska instruksi Bupati untuk melakukan verifikasi ulang data warga miskin sesuai kombinasi data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Keputusan Menteri Sosial (Kepmensos) Nomor  146/HUK/2013 tentang kriteria fakir miskin dan orang tidak mampu, seluruh desa dan kecamatan serentak menggelar deklarasi pengentasan kemiskinan. Deklarasi ini puncak dari hasil pendataan tim pengentasan kemiskinan yang dibentuk mulai dari desa dan kecamatan yang diumumkan langsung kepada publik.

“Paska instruksi Bupati membentuk  tim verifikasi tingkat desa, kecamatan langsung mengkoordinasikan seluruh kades dan perangkat desa untuk segera merumuskan susunan tim pendataan dari semua unsur. Tentunya sesuai petunjuk 16 kriteria yang ditetapkan. Alhamdulillah kita selesaikan dalam waktu dua hari saja,” Kata Camat Maluk, melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Mazwar, S.Pt, di Maluk, Kamis (9/11).

Ratusan warga menghadiri deklarasi pengentasan kemiskinan di Desa Maluk, Kamis (9/11).

Mazwar bersyukur atas kerjasama semua pihak, baik desa, Polri, TNI dan tim Pemberdayaan Pembangunan Gotong Royong (PDPGR) Kecamatan Maluk menjadi kecamatan pertama yang menyelesaikan laporan data tim verifikasi ke kabupaten.

Mazwar menegaskan, penurunan tajam angka kemiskinan juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Maluk. Data kecamatan setempat menyebutkan jumlah warga miskin yang bersumber dari Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos RI tahun 2015 tercatat ada 924 Kepala Keluarga (KK) atau 3.361 jiwa. Namun setelah di Verifikasi sesuai 16 kriteria, angka warga miskin terjun bebas hanya 198 KK atau 717 jiwa saja. Artinya, jumlah warga miskin turun 300 persen.
Untuk membuktikan data tersebut, media terjun mengecek dan mengambil sampling data rekapan hasil verifikasi di dua desa. Yakni, Desa Maluk dan Desa Bukit Damai.
Di Bukit Damai misalnya, dari 623 jiwa warga miskin menjadi hanya 40 jiwa atau 15 KK warga saja setelah di verifikasi akhir. Selanjutnya, Desa Maluk, sebelum pendataan warga miskin tercatat 214 KK atau 751 jiwa. Kini warga miskin di desa ini hanya tercatat 45 KK atau 147 jiwa saja.
Pose perangkat desa dan tim verifikasi pengentasan kemiskinan Desa Dasan Anyar, Kecamatan Jereweh.

Pantauan media di Desa Maluk deklarasi berlangsung terbuka dan melibatkan masyarakat, BPD,LPM, agen PDPGR, RT, Kadus, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, toga, toma serta pendamping kecamatan. Deklarasi di Desa Maluk terasa lengkap dan sangat terbuka. Kepala desa melalui Sekdes mengumumkan hasil final rekapan verifikasi serta hasil berita acara ditandatangani semua perwakilan masyarakat disaksikan toga dan toma.

“Alhamdulilah, tim desa sudah melaksanakan deklarasi serta melaporkan capaian data final. Pola pendataan yang melibatkan tim pemerintah di desa merupakan model pendaftaran yang baik dan terbuka. Sebab, desa yang paling tahu basis data atau kantong kemiskinan. Kebijakan pendataan ini memuas masyarakat kami,” ujar, kepala Desa Maluk, Yuyun Yulianti, kepada  wartawan usai deklarasi, Kamis (9/11).

Suasana deklarasi pengentasan kemiskinan di Desa Lalar Liang Kecamatan Taliwang, Kamis (9/11).

Yuyun menegaskan, sebelum pendataan dan deklarasi, pemerintah desa telah bertemu masyarakat, tokoh masyarakat serta element lembaga desa untuk menjelaskan kriteria warga miskin sesuai standar yang ditetapkan pemerintah. Ia bersyukur masyarakatnya ternyata aktif bekerjasama dengan tim pendataan.

“Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas mendampingi kami dalam setiap pendataan. Begitu juga BPD, agen PDPGR serta koordinator pendamping desa,” ujarnya.

Koordinator pendamping Desa Maluk, Nanang Sujatmiko mengatakan sebelum turun ia dan tim terlebih dahulu menyamakan persepsi dan konsultasi tehnik wawancara dengan masyarakat. Ini untuk menghindari laporan warga yang mengaku miskin dan tidak kooperatif.

“Alhamdulillah tim tidak temui kendala. Hasilnya, lancar,”ujarnya.

Berita acara rekapitulasi hasil verifikasi Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano.

Data statistik terjun bebasnya angka kemiskinan KSB nampaknya juga terjadi di kecamatan dan desa lain di Sumbawa Barat. Tim media memantau, Kecamatan Poto Tano, Seteluk, Taliwang dan Jereweh.

Sebut saja di Desa Mantar, Poto Tano. Di desa ini data BDT Kemensos menyebutkan terdapat 1. 133 jiwa warga miskin. Setelah di verifikasi justru hanya menyisakan satu jiwa saja orang miskin. Selanjutnya Desa Beru Kecamatan Jereweh, sebelumnya terdapat 1809 jiwa warga miskin, namun setelah di verifikasi final terdapat hanya 126 jiwa saja warga miskin.
Bergeser ke Desa Rempe Kecamatan Seteluk. Di desa ini data BDT Kemensos menyebutkan ada 447 jiwa warga miskin, namun setelah di verifikasi ternyata tak satupun ada warga miskin alias nihil. Terakhir di Desa Lalar Liang Kecamatan Taliwang, awalnya sesuai data BDT Kemensos terdapat 1039 jiwa warga miskin, namun setelah verifikasi ulang hanya terdapat 86 jiwa saja warga miskin.
Laporan laporan basis data rekapitulasi tadi ternyata membuktikan bahwa angka kemiskinan faktual warga KSB sangat rendah alias terjun bebas. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here