Di KSB Ribuan Warga Tandatangani Petisi Anti Miskin

0
120
div class="td-all-devices">

KEJASAMA ZONAERAH.NET DENGAN DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA SUMBAWA BARAT.


FOTO: Seorang Nenek nampak Ikut membubuhkan tandatangan diatas kain putih, menolak status warga miskin. Penandatangan petisi ini dilaksanakan di lapangan utama Graha Fitra, KTC, Senin (13/11).

SUMBAWA BARAT— Sekitar seribu lebih warga dari penjuru pelosok Kabupaten Sumbawa Barat berkumpul di pusat pemerintahan setempat kompleks Kemutar Telu Centre (KTC), Senin (13/11).

Seribuan warga ini sengaja diundang Bupati Sumbawa Barat menghadiri deklarasi pengentasan kemiskinan. Warga warga ini adalah minoritas masyarakat yang dinyatakan masih hidup miskin. Kepala daerah sengaja mengumpulkan warga, agar seluruh jajaran pemerintah bisa ikut mendeklarasikan diri menuntaskan kasus kemiskinan di daerah itu.
Seribuan warga ini lantas membubuhkan tandatangan diatas kain putih sepanjang 100 meter. Tandatangan ini sebagai komitmen mereka siap memerangi kemiskinan dan tolak kemiskinan.
Petisi :Nampak warga yang masuk kurang mampu di Sumbawa Barat mendandatangani petisi diatas kain spanduk putih sepanjang 100 meter, menolak miskin. Petisi ini juga simbol bahwa masyarakat siap memerangi kemiskinan.

“Kami ingin berubah, tidak mau hidup miskin. Kami sudah berjanji akan berusaha keluar dari kemiskinan,” ujar, sejumlah warga Talonang Baru, Kecamatan Sekongkang.

Warga lainnya, sebut saja Salma, warga Barang Rea, mengaku ia menandatangani kain putih sebagai wujud rasa suka cita bahwa ia dan warga sepakat memerangi kemiskinan.

“Kita malu harus meminta bantuan. Kita mau berusaha, bagaimana caranya agar tidak miskin. Bercocok tanam atau berdagang,”terangnya.

Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin menegaskan, kemiskinan terjadi karena kurangnya kesempatan mendapatkan keadilan. Ini yang menurut dia, harus diretas.

Agar adil, pemerintah menyamaratakan pembangunan. Caranya, memberdayakan potensi gerak masyarakat melalui Program Daerah Pembangunan Gotong Royong (PDPGR).

Membantu Lansia, pedagang, penyandang cacat, petani dan nelayan melalui kerjasama antar masyarakat. Inilah yang disebut gotong royong. Agen penggerak gotong royong menurut pemerintah salah satu tugasnya mendata, mengawasi dan mendampingi warga lainnya yang masih butuh bantuan pemerintah.

Sebelumnya pemerintah Sumbawa Barat mengklaim bahwa Program Daerah Pembangunan Gotong Royong (PDPGR) merupakan cerminan nyata pembangunan ekonomi gotong royong.

Nilai gotong royong ditunjukkan melalui penggunaan sumber daya masyarakat untuk mendata, mendampingi mengerjakan setiap pembangunan yang di canangkan pemerintah.

“Saya kira isu kemiskinan dan ketimpangan juga menjadi agenda penting pemerintah. Cara yang terpenting adalah mengurangi ketimpangan kesempatan. Sangat tidak fair ketika seseorang menjadi miskin karena faktor di luar kendali mereka, seperti akses pendidikan dan sanitasi yang timpang. Di sini, peran pemda sangat penting,” ujar Bupati dalam kesempatan berbeda, saat Deklarasi Pengentasan Kemiskinan yang dipusatkan di Desa Kokarlian pada kamis ( 09/11 ) lalu. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here