Berkat Warga Desa, Bhabin Ini Jadi Penceramah

0
228
div class="td-all-devices">

Tema ceramah yang bertajuk antara Islam dan pancasila sebagai lambang kebhinekaan berhasil mencuri perhatian dewan juri yang terdiri tim independen dari akademisi dan kementerian agama.

SUMBAWA BARAT–Siapa sangka, seorang Bhabinkamtibmas di Desa Sermong Kecamatan Taliwang meraih juara tiga lomba Tauziah agama  Musabqoh Tillawatil Qur’an (MTQ) tingkat Polda NTB.

Bripka Muhammad Suhardy, 32 tahun lulusan Bintara Polri tahun 2004 Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Kupang, NusaTenggara Timur (NTT) itu mendapat kepercayaan masyarakat mengajar mengaji dan ceramah agama serta khotbah Jum’at. Kepercayaan warga desa itulah yang justru membawa Muhammad Suhardy ditunjuk Kepala Kepolisian Resot (Kapolres) Sumbawa Barat mewakili jajarannya mengikuti lomba Tauziah dan MTQ tingkat Polda NTB.

Kapolsek Taliwang, Iptu. Budi Parangin Angin memberikan bingkisan sederhana kepada Bhabinkatibmas berprestasi di Apel anggota, di Mapolsek Taliwang, Selasa (14/11) lalu.

“Warga dan tokoh agama disana yang mengajarkan saya bisa ceramah. Diminta mengajarkan anak anak mengaji serta menyampaikan khotbah Jum’at. Saya bukan ustad. Itu mungkin yang menjadi pertimbangan pimpinan mengutus saya,” kata, Bhabinkamtibmas lulusan Madrsah Aliyah Nadlatul Wathan (NW) Mataram, 2012 tersebut.

Muhammad Suhardy sudah tujuh tahun menjadi Bhabinkamtibmas. Ia ditempatkan di Desa Sermong dan juga menangani Desa Tamekan sejak tahun 2010. Ketika itu, satu Bhabin masih menangani beberapa desa. Setelah kebijakan Kapolri satu Bhabinkamtibmas satu desa, jadilah ia tetap ditugasi di Desa Sermong.

Pengalaman dan lama berkecimpung dengan masyarakat membuat Suhardy sangat dekat dengan perangkat desa serta tokoh masyarakat disana.

“Yang paling saya suka dari kebijakan Promoter Kapolri yakni, kewajiban Bhabin memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memelihara kamtibmas tadi. Atau ada di poin ke tujuh dan delapan dari 11 Promoter Kapolri,”terangnya.

Surat perintah Kapolda NTB, melaksanakan kegiatan lomba pembinaan mental dan rohani kepolisian. Perintah ini diaplikasikan dengan lomba Tauziah dan MTQ antar Anggota Polisi tingkat Polda NTB.

Suhardy juga beriterimakasih kepada Kapolsek Taliwang, Iptu. Budi Parangin Angin yang memberikan penekanan khusus terhadap tugas dan fungsi Bhabinkamtibmas. Ia merasakan perhatian pimpinan luar biasa terhadap tugas Bahbinkamtibmas melayani masyarakat.

“Saya bangga pak, di hargai dan diapresiasi Kapolsek. Saya diberikan penghargaan di apel. Di kasih, Sarung, Alqur’an dan baju kokoh. Itu penghargaan luar biasa untuk saya pak,” tuturnya.

Kapolsek Taliwang, Iptu. Budi Parangin Angin menegaskan hanya menjalankan kebijakan pimpinan polri yang kewajiban pemberian Reward and Funishman kepada anggota yang berprestasi.

“Itu bentuk kewajiban kami sebagai pimpinan. Anggota yang berprestasi dan memiliki dedikasi dalam tugas mebanggakan kami juga,” demikian, Budi.

Muhammad Suhardy berhasil meraih juara tiga lomba tauziah yang selenggerakan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Bimas) Polda NTB. Lomba dilaksanakan sebagai ajang pembinaan mental dan rohani setiap anggota kepolisian.

Brigadir Kepala (Bripka) Polisi, Muhammad Suhardy, di suatu kesempatan menyampaikan Khotbah Jum’at di Desa Sermong.

Tema ceramah yang bertajuk antara Islam dan pancasila sebagai lambang kebhinekaan berhasil mencuri perhatian dewan juri yang terdiri dari tim independen dari akademisi dan kementerian agama.

Muhammad Suhardy mengulas dengan mudah dan sederhana bagaimana ayat Alqur’an mengupas konsep pancasila. Ia menyebut salah satu surah Annisa ayat 135 dimana terkait erat dengan butir sila pertama dan kelima.

Hai orang orang beriman jadilah kalian penegak penegak keadilan. Dan menjadi saksi allah. Baik terhadap diri kalian sendiri terhadap kedua orang tua  atau kerabat dekat kalian sendiri. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here