Bu Susi Puji PDPGR Untuk Nelayan

0
102
div class="td-all-devices">
KERJASAMA DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA SUMBAWA BARAT DENGAN ZONAMERAH.NET

FOTO//Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin melihat dari dekat Perahu bantuan Nelayan usai di Produksi di galangannya di Poto Tano. Perahu perahu ini akan disalurkan pemerintah Sumbawa Barat melalui PDPGR.

SUMBAWA BARAT—-Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) mulai mengapresiasi kebijakan ekonomi pesisir yang di gagas Pemerintah Sumbawa Barat. Terutama Program Daerah Pembangunan Gotong Royong (PDPGR). PDPGR dinilai mampu memberikan akses modal dan bantuan nelayan tradisional sembari menabung.

Menurut KKP, pemenuhan kebutuhan dasar sarana dan prasarana tangkap kepada nelayan dinilai kebijakan yang berdampak strategis bagi perekonomian basis nelayan

.“Bu Menteri langsung apresiasi dan menunjukkan dua jempol, saat mendengar pemaparan singkat tentang bantuan ribuan perahu Nelayan yang disalurkan melalui PDPGR,” kata, Noto Karyono, Kabid Tangkap, DKP Sumbawa Barat pekan lalu.

Program Daerah Pembangunan Gotong Royong (PDPGR) sebelumnya menyalurkan ribuan Sampan plus mesin untuk ribuan Rumah Tenagga Nelayan (RTN) di Sumbawa Barat. Rumah tangga ini di data dan ditunjuk berdasarkan analisa sasaran yang dilakukan agen agen pemberdayaan gotong royong yang ditunjuk pemerintah.

“Bupati menegaskan satu nelayan satu perahu dan mesin. Atau beliau sebut One Fisherman One Boat,” kata, Noto.

Kebijakan ini diyakini mampu meningkatkan produktifitas nelayan setempat. Saat ini, kata Noto Potensi Lestari perikanan tangkap kita mencapai 20,1 Ribu ton per tahun. Potensi itu tersebar di 164 kilometer panjang pantai Sumbawa Barat. Saat ini yang bisa diekploitasi kurang dari 8000 ton pertahun.

Artinya, masih sangat banyak potensi perikanan kita yang belum disentuh. Pemerintah menyebut, bantuan Sampan ini sebagai ‘Armada Semut’. Armada Semut diartikan sebagai kekuatan besar nelayan yang mampu digerakkan secara besar dan hasilnya berdampak besar.

“Potensi perikanan tangkap kita besar. Maka jika basis nelayan memiliki sarana parasarana memadai, maka secara bersamaan pula mereka para nelayan ini mampu melakukan eksploitasi ekonomi secara besar pula,” akunya.

Kasi Pengawasan Pulau Pulau Kecil Dirjen PSDKP Kementerian Perikanan RI, Kurniawan, ST.M.Si.

Sementara itu, Kementerian Perikanan nampaknya melirik kebijakan pemerintah setempat itu sebagai kebijakan yang mampu memberikan solusi bagi meningkatnya ekonomi basis nelayan tradisional. Armada Semut dan PDPGR dinilai memfasilitasi kebutuhan nelayan agar mandiri.

“Kami dapat konfirmasi dari Staf kementerian bahwa Menteri Susi Pujiastuti menyetujui list kunjungannya ke Sumbawa Barat untuk meresmikan Armada semut,” ujarnya, lagi.

Sementara itu, merespons keseriusan itu, kementerian Perikanan Kelautan mengutus Kasi pengawasan pulau pulau kecil Ditjen Pengawasan Sumberdaya Keluatan Perikanan (PDKP) melihat kemampuan Sumbawa Barat lainnya dalam mengelola pulau pulau kecil.

“Kami lihat KSB merancang kerjasama yang bagus khususnya dalam pengelolaan pulau pulau kecil. Mereka menjamin regulasi penguasaan pulau dibawah intervensi pemerintah. Contohnya MoU gili balu. Berbeda dengan kabupaten lain yang membiarkan pulau dikuasai secara privat sehingga akses masyarakat sulit. Ini juga acuan bu menteri menyusun PP perencanaa pengelolaan pulau pulau,” ujar, Kasi Pengawasan Pulau Pulau Kecil Kementerian KP RI, Kurniawan, ST.M.Si, saat mengnjungi Sumbawa Barat belum lama ini.(ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here