Hutan KSB di Kelolah Jadi Eco Edu Wisata

0
292
div class="td-all-devices">

Menurut Sahril, Sumbawa Barat terkenal dengan peternakan tradisional dan liar. Begitupula bentang alam serta kawasan hutan yang didiami berbagai spesies tanaman langka. Ke alamian inilah yang membawa daya tarik sendiri wisatawan untuk berwisata alam sembari belajar.

SUMBAWA BARAT—Sedikitnya 2000 hektar Hutan di Sumbawa Barat bakal segera dikelola menjadi pusat tujuan wisata yang berbasis Eco Edu Wisata.

Eco Eduwisata adalah konsep pengembangan wisata yang menghargai kaidah kaidah alam dengan melaksanakan program pembangunan dan pelestarian secara terpadu. Yakni, antara upaya konservasi sumberdaya alam yang dilakukan dengan melaksanakan program pembangunan yang memperhatikan kualitas daya dukung lingkungan dan ramah lingkungan.

Kawasan hutan Sumbawa Barat yang masih asri nampaknya dilirik PT Lembu Nusantara Jaya Wijaya, perusahaan pengelolaan wisata alam yang ramah lingkungan. Perusahaan ini dilaporkan akan mengelolah 2000 hektar kawasan hutan di wilayah hutan produksi unit V Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPH) Sejorong, Kecamatan Sekongkang.

“Kita sudah bertemu dan melakukan observasi sejak enam bulan lalu. Kita lihat kondisi kawasan alam hutan sebelum memastikan kawasan itu di kelolah,” kata, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KKPH) Benete, Sahril, SH, Selasa (21/11).

Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin menyaksikan penandatanganan kerjasama antara Direktur Perusda, Sadiksyah, SE dengan Kepala KPH Sejorong, Sahril, SH.

Sahril menegaskan, untuk meresmikan kerjasama pengelolaan pemerintah Sumbawa Barat meresmikan penandatanganan nota kerjasama antara Pemda setempat, KPH Benete, Perusahaan Daerah (Perusda) dan perwakilan management PT. Lembu Nusantara Jaya Wijaya.

“Nota kerjasama itu ditandatangani pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke 14 KSB yang berlangsung di Graha Fitrah,” ujar, Sahril lagi.

Menurut Sahril, Sumbawa Barat terkenal dengan peternakan tradisional dan liar. Begitupula bentang alam serta kawasan hutan yang didiami berbagai spesies tanaman langka. Ke alamian inilah yang membawa daya tarik sendiri wisatawan untuk berwisata alam sembari belajar.

“Intinya kita sepakat membangun Agro Edu Wisata di kawasan itu. Seperti penginapan, rumah rumah pohon dan tour petualangan alami tanpa merusak keadaan alaminya,” tandasnya.

Bupati Sumbawa Barat, H. W.Musyafirin mengatakan, kerjasama pengelolaan Eco Edu Wisata ini merupakan innovasi pembangunan yang terus di galakkan pemerintah. Pengembangan industri wisata kata Bupati, kini menjadi andalan atau prioritas pemerintah untuk meningkatkan daya saing pengelolaan sumber daya yang dimiliki.

Wisata menurut kepala daerah, memiliki ruang kebijakan yang luas, maka ruang lingkup yang terlibat bukan dari satu steakholders saja, yakni dinas Pariwisata. Tapi instansi atau lintas instansi juga terlibat sepanjang syarat kepariwisataan terpenuhi.

“Itu makanya, kita tanamkan konsep gerakan gotong royong dalam pembangunan KSB. Agar kebersamaan dalam melaksanakan misi pembangunan bisa di gerakkan dengan kekuatan bersama,” demikian, Bupati.

Sementara itu kerjasama antara KPH, Perusda dan pihak swasta ini dijalankan dengan sistem sharing program serta bagi hasil. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here