Begini Cara Polisi Desa Selamatkan Paru Paru Dunia

0
295
div class="td-all-devices">

FOTO//Tampak kegiatan penyerahan bibit serta menanam pohon bersama oleh Bripka Husni Adnan.

SUMBAWA BARAT—Guna mengingatkan kembali pentingnya menjaga cadangan air serta mencegah erosi dan bencana banjir, seorang polisi di desa ini memiliki cara unik dan menggugah.

Brigadir Kepala (Bripka) Husni Adnan, 34 tahun, Bhabinkamtibmas Desa Meraran Kecamatan Seteluk menginisiasi petani dan murid murid Sekolah Dasar Negeri (SD) nomor 2 Meraran guna menanam bibit pohon pisang dan tunas kelapa.

Sekitar puluhan orang murid beserta guru dan petani ikut diterjunkan menunaikan gagasan polisi di desa ini. Bibit pohon Pisang dan Tunas Kelapa  sengaja ditanam di area konservasi kawasan hutan rakyat Danau Lebo’.

Pose bersama Bripka Hunsi Adnan bersama Guru, Murid dan Petani di Desa Meraran. Mereka juga menggelar spanduk yang bertuliskan, ‘Sayangi Bumi Kita Untuk Generasi Masa Depan Anak Cucu Kita’.

” Tanaman pisang sederhana, selain untuk menyimpan banyak air, tanaman juga berguna bagi kehidupan manusia. Begitupula tunas kelapa, kelapa memiliki umur yang panjang serta baik batang, akar, buah hingga daun semua bermanfaat untuk banyak hal,” kata, Bripka Husni ditanya wartawan soal aksinya ini, Selasa (28/11).

Husni mengakui upaya ini dilakukan guna mendorong partisipasi masyarakat serta mengedukasi anak anak usia dini untuk mengetahui upaya pelestarian lingkungan serta manfaatnya.

Pohon selain sebagai paru paruh dunia, kata dia, juga berfungsi untuk menyimpan cadang air, mencegah tanah longsor dan menghentikan erosi yang memicu terjadinya banjir. Selain itu, fungsi pohon juga menyumbang oksigen bagi kehidupan mahluk hidup.

“Ini yang penting mas. Itu pesan kami. Ini juga untuk masa depan anak dan cucu kita,” ujar Husni, serius.

Husni melakukan semua ini ternyata terinspirasi dari peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada setiap tanggal 28 Desember. Tanggal ditetapkan langsung Presiden sesuai Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 24 tahun 2008. Kepres tadi juga menetapkan setiap Bulan Desember sebagai bulan menanam nasional.

Saka Bhayangkara Kirim Bantuan Untuk Korban Banjir

Sementara terkait moment lingkungan hidup serta bertepatan dengan kalender musim penghujan, Saka Bahayangkara Polres Sumbawa Barat baru baru juga ikut mengirim bantuan kepada para korban banjir bandang di Kabupaten Lombok Timur.

Tim Saka Bahayangkara Polres Sumbawa Barat menyerahkan bantuan kemanusiaan peduli Banjir Lotim. Bantuan diterima langsung ketua Kuartir Ranting Pramuka Kecamatan Keruak, Hj. Caya Khairani, M.Pd di Desa Sepit Kecamatan Keruak.

Saka Bhayangkara adalah organisasi pelajar Pramuka binaan kepolisian. Ketua tim bantuan kemanusiaan Saka Bhayangkara untuk Lotim, Iwan Budianto, S.Pdi bersama Brigadir Ardiansyah sampai di Lotim sejak, Minggu (27/11).

Tim kemanusiaan ini mengrimkan bantuan berupa makanan siap saji, air mineral, Beras, kompor, pakaian bekas serta perlengkapan memasak.

Sebelumnya, Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Sumbawa Barat telah terlebih dahulu memberikan himbauan waspada bencana kepada seluruh masyarakat Sumbawa Barat, baik melalui spanduk, media massa online maupun cetak.(ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here