PLN KSB Mencurigakan, Latah Jawab Protes

0
226
div class="td-all-devices">
FOTO// Memey Seperti Ini Kerap Menghiasi Media Sosial. Netizen seolah meluapkan kekesalan akibat buruknya kinerja Perusahaan Listrik plat merah tersebut.
Kasus overtime pemadaman PLN bukan sekali ini terjadi, tapi terjadi setiap kali pemadaman. Kondisi ini tidak pernah disampaikan kembali kepada masyarakat sebagaimana pengumuman awal melalui Masjid masjid dan Mushollah.

SUMBAWA BARAT–Akhir akhir ini, masyarakat Sumbawa Barat kesal akibat kasus Overtime pemadam yang dilakukan otoritas Perusahaan Listrik Negara (PLN)  setempat.

Pemadaman bergilir atau pemadaman rampung kerap dilakukan PLN Distribusi Taliwang karena alasan peremajaan jaringan serta perbaikan diinstalasi perusahaan listrik milik negara tersebut.

Media melaporkan protes masyarakat muncul akibat tidak konsistennya PLN mengumumkan jadwal usai pemadaman tepat waktu. Celakanya, informasi keterlambatan atau overtime akhir pemadaman tidak kunjung disampaikan kepada pelanggan.

Media juga cukup sulit menghubungi pejabat yang bertanggung jawab menjawab keluhan pelanggan atau Call Centre PLN Taliwang di Nomor 0372 81070. Wartawan harus bersusah paya mencari informasi dan klarifikasi keterlambatan batas akhir pemadaman. Bahkan sampai harus search di mesin pencarian elektronik.

Kepala Distribusi PLN Taliwang, Kamdanu baru bisa dihubungi setelah media menelusuri nomor handphone kesejumlah PLN Ranting. Itupun tidak langsung diangkat. Kamdanu terkesan sibuk karena berusaha mengatasi kendala tehnis yang dialami Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbahan bakar minyak tersebut.

“Kita masih mengatasi masalah di sakelar induk pak. Memang jadwal pemadaman berakhir pukul 16.00 wita, tapi hari ini terpaksa terlambat karena kendala ini pak,” ujar, Kamdanu dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (29/11) petang.

Memey Lucu tentang PLN.

Kasus overtime pemadaman PLN bukan sekali ini terjadi, tapi terjadi setiap kali pemadaman. Kondisi ini tidak pernah disampaikan kembali kepada masyarakat sebagaimana pengumuman awal melalui Masjid masjid dan Mushollah.

“Selalu terlambat begini setiap kali pemadaman, “kata Kalsum, warga Dusun Benteng Desa Seteluk Atas, Kecamatan Seteluk, kesal.

Hamdun tidak menjawab alasan kasus overtime ini terus terjadi. Ia juga bungkam ketika wartawan menanyakan mengapa call centre PLN tidak aktif dan terkesan dimatikan.

Ia hanya bisa mengatakan, sakelar induk di PLTD terganggung sehingga tidak bisa menyuplai energi listrik ke jaringan unit lainnya. Menurutnya, para tehnisi PLTD PLN tengah bekerja keras guna mengatasi masalah ini.

Anggota DPRD Sumbawa Barat, Dinata Putrawan meminta pemerintah dan Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesi (YLKI) cabang NTB mengaudit khusus kasus PLN Taliwang ini. Protes masyarakat menurutnya sudah  memuncak  belakangan ini namun tidak ada klaritifikasi pasti dari pihak PLN.

“Kami Curiga PLN menyembunyikan sesuatu. Kita minta ada audit operasional mereka secepatnya. Berapa kebutuhan BBM dan berapa yang sudah mereka hemat. Selanjutnya, benar atau tidak prosedur serta alasan pemadaman yang mereka lakukan. PLN ini tidak terbuka,” ujarnya, keras.

Sikap cuek dan acuh PLN ini dilaporkan rentan menimbulkan gelombang protes dan kesimpangsiuran informasi di masyarakat. Ini rentan profokasi dan mengancam stabilitas keamanan di KSB.

“FKDM meminta Bupati dan aparat berewnang memperhatikan masalah ini. Periksa dan turunkan tim, jawab rasa kecewa masyarakat. Listrik sangat berdampak luas terhadap kondisi kehidupan sosial masyarakat kita. Banyak dampak buruk yang timbul akibat pelayanan serta ketidak pastian informasi management PLN ini,” kata, Wakil Ketua, Forum Kewaspadaan  Dini Masyarakat (FKDM) Sumbawa Barat, Kamaruddin, SH, Rabu petang.

FKDM adalah organisasi bentukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang bertugas melakukan deteksi dini, cegah dini, serta respon dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. FKDM berapa diseluruh kabupaten kota di seluruh Indonesia. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here