Binmas Tegaskan Polisi Tidak Akan Toleransi Premanisme

0
270
div class="td-all-devices">

FOTO // KBO Binmas Polres Sumbawa Barat, Ipda Nurlana tengah berdialog serta memberikan arahan kepada komunitas Ojek guna bersama sama mempersempit munculnya kejahatan jalanan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan akan mencopot Kapolres dan Kapolsek jika masih ada laporan masyarakat seputar kejahatan jalanan dan kejahatan konvensional.

SUMBAWA BARAT–Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Sumbawa Barat mengingatkan sekaligus menghimbau masyarakat luas agar tidak mentoleransi tindakan premanisme serta ikut membantu kepolisian memberantas kejahatan konvensional, seperti Curas, Curat dan Curanmor serta kejahatan jalanan lainnya.

Kepala Satuan (Kasat) Binmas melalui KBO Binmas, Inspektur Dua (Ipda) Nurlana mengatakan seruan dan himbauan tadi disampaikan menindak lanjuti instruksi Kapolri  Jenderal Tito Karnavian, belum lama ini. Kapolri dalam konfensi pers di Instana Kepresidenan Bogor pada, Rabu (6/12) menekankan agar seluruh kepala satuan wilayah untuk membersihkan semua tempat dari Calo, Copet, tukang todong, jambret, tukang bius, premanisme serta segala macam kejahatan jalanan.

“Kami Binmas Polres Sumbawa Barat mengingatkan kembali agar masyarakat tidak mentoleransi premanisme, serta segera melaporkan kepada kepolisian jika mengetahui terjadi kejahatan jalanan tadi. Himbauan juga disampaikan melalui vamplet dan spanduk,” ujarnya.

Pihaknya hingga kini terus turun ke masyarakat untuk berdialog atau mensosialisasikan ciri ciri tindakan premanisme serta bagaimana meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk aksi kejahatan tadi.

Kegiatan Binmas mengoptimalkan penjagaan Poskamling serta mendorong partisipasi masyarakat memlihara keamanan dan ketertiban.

Menurut Nurlana, kejahatan bisa dipersempit jika masyarakat sadar hukum serta dekat dengan polisi masyarakat seperti Bhabinkamtibmas yang tersebar diseluruh desa. Ia juga meminta agar, desa mengoptimalkan siskamling dan pengamanan swakarsa untuk mencegah munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat terutama jelang Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) dan Tahun baru.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan akan mencopot Kapolres dan Kapolsek jika masih ada laporan masyarakat seputar kejahatan jalanan dan kejahatan konvensional.

“Yang gak bisa saya copot,” ujar Jenderal Tito, seperti dikutip laman kompas.com, Rabu (6/12) lalu di Istana Bogor. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here