Antara Penghargaan dan Tambang Rasa Kolonial

0
145
div class="td-all-devices">

MALUK – Awal Desember 2017, diberitakan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mendapat penghargaan tambang terbaik katagori prakter Terbaik dalam Distribusi Mineral (The Best Practices in Mineral Distribution) dalam ajang penghargaan tambang bergengsi tingkat ASEAN yang diselenggarakan oleh Sekretariat ASEAN dalam rangkaian ASEAN Senior Officials Meeting on Minerals di Nay Pyi Taw.

Selain menjadi distributor konsentrat tembaga di Asia dan global, juga terbaik dalam hal distribusi informasi sehingga mendapat juga penghargaan “Golden World Award” dari International Public Relations Associations kategori Reputation & Brand Management Online.

Padahal, dalam satu tahun terakhir kisruh tenaga kerja dan juga pemuda tambang yang menjadi penonton di lumbung tambang. Sungguh, AMNT yang baru berumur jagung tak pantas mendapat penggargaan tesebut.

Sejak awal peralihan PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) berubah menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), terus membuat kegaduhan ditengah masyarakat. PT AMNT yang merupakan perusahaan Nasional diharapkan mampu memberikan angin segar bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berada dilokasi tambang beroperasi. Perusahaan Nasional yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi justru malah sebaliknya.

Inilah babak baru Perusahaan Nasional Rasa Kolonial. Jika kita mengingat kembali sejak peralihan dari PT. NNT kemudian beralih menjadi PT. AMNT yang katanya Nasional kini, satu tahun terakhir sering menimbulkan kegaduhan.

Kegaduhan pertama terjadi pada bulan Januari 2016 terjadi pemblokiran gate Benete menuju lokasi tambang, yang dilakukan oleh sub kontraktor akibat invoice belum dibayarkan. Sehingga bupati Sumbawa Barat angkat bicara seperti yang dimuat salah satu media lokal,. –AMNT Diminta Segera Bayar Hutang – “Kami minta ini harus segera dilunasi. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak yang bekerja diperusahaan sub kontraktor itu sendiri,” tegas Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin.

Satu bulan kemudian, terjadi pencemaran dua sungai di Desa Tongo Kecamatan Sekongkang, akibat meluapnya bendungan penampungan air asam pertambangan milik PT AMNT. Sehingga air asam tesebut mencemari sungai Tongo Loka dan Sejorong. Akibat pencemaran tersebut ikan dan biota yang ada disungai tersebut lemas dan mati. Kebanyakan jenis ikan yang mati seperti tuna dan udang.

Akibat pencemaran dua sugai tersebut, warga sekitar lokasi dibuat kawatir untuk mengonsumsi ikan atau beraktifitas disekitaran kali tersebut. Seperti yang diungkapkan Muammar Khadafi, pemerhati lingkungan dan juga putra warga Tongo “Kejadian over flow yang terjadi di bendungan Tongo Loka dan bendungan Sejorong merupakan kejadian yang sangat luar biasa dan mengerikan, sehingga berdampak kepada masyarakat,” seperti yang dikutip mediaindonesia.com yang berjudul Air Asam Tambang Meluap Dua Sungai di Sekongkang Tercemar.

Selain itu, program pemberdayaan masyarakat disekitar tambang sudah tak terlihat lagi. Salah satu contoh pengembangan Nursery  Berbasis Tanaman Tahunan dan Semusim Melalui Kegiatan Demplot  dan pendampingan Petani sudah tidak terlihat kembali. Lokasi yang dulunya merupakan tempat masyarakat mengambil bibit dan sejenisnya, kini menjadi semak belukar dan sudah tidak terawat kembali.

Dan akhir-akhir ini PT. AMNT dilaporkan kembali membuat kegaduhan, akibat ketidak pastian terkait realisasi program Restrukturisasi Tenaga Kerja (RTK) yang sudah disepakati. Pihak perusahaan merubah kembali sistim pembayaran dengan cara sepihak.

“Saya minta Disnaker tegas. Surati AMNT minta penjelasan tertulis. Jangan buat gaduh di Sumbawa Barat,” M. Hatta Anggota Komisi I DPRD Sumbawa Barat — AMNT Tak Ubahnya Broker — Suara Rinjani Edisi 05 Oktober 2017.

Sudah sepatutnya perusahan nasional memberikan kesejahteraan, kenyamanan bagi masyarakat khususnya masyarakat di sekitaran tambang. Bukan malah sebaliknya.

Tambang yang katanya dapat memberikan kesejahteraan bagi warga sekitar jangan hanya sebatas harapan semata, namun yang terpenting adalah realita dan wujud dari kesejahteraan itu sendiri. Bukan hanya sekedar penghargaan semata, perusahaan nasional, seharusnya lebih Nasionalis.

Biodata Penulis
Nama   : Alimuddin S.E
TTL       : Bima, 30 Juli 1989
Alamat : Dsn Tatar, RT 03 RW 06, Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here