Anomali, Nelayan Tano ‘Banjir’ Tangkapan

0
253
div class="td-all-devices">

FOTO// Pengepul memamerkan ratusan kilogram Gurita hasill tangkapan nelayan Poto Tano. Kurita adalah komunitas perikanan yang bernilai jual tinggi, guna diekspor ke Pulau Lombok dan Jawa.

“Data petugas kami di lapangan, satu trip nelayan bisa hasilkan Rp 3,5 juta Rp 4,5 juta dalam lima hari saja. Selain Gurita, ada juga ikan Tenggiri dan Kerapu. Itu peghasilan satu rumah tangga nelayan saja,” kata, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan Perikanan Sumbawa Barat, Noto Karyono,

SUMBAWA BARAT—Seperti terjadi ‘Anomali’ (peralihan situasi yang tidak biasa,red) kebanyakan warga Desa salah satu basis nelayan PotoTano Kecamatan Poto Tano, mulai merasakan kenaikan drastis hasil tangkapan mereka.

Situasi ini dilaporkan banyak nelayan setempat baru baru ini. Satu rumah tangga nelayan diketahui mampu menghasilkan 25 kilogram hingga 75 kilogram dalam satu kali trip melaut. Satu trip ditempuh nelayan selama lima hari melaut.

Aktifitas bongkar muat hasil tangkapan perahu bantuan Bariri Nelayan di dermaga nelayan, Poto Tano.

“Data petugas kami di lapangan, satu trip nelayan bisa hasilkan Rp 3,5 juta Rp 4,5 juta dalam lima hari saja. Selain Gurita, ada juga ikan Tenggiri dan Kerapu. Itu peghasilan satu rumah tangga nelayan saja,” kata, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap, Dinas Keluatan Perikanan Sumbawa Barat, Noto Karyono, Selasa (19/12).

Di Poto Tano aktifitas bongkar muat nelayan terlihat bergairah. Media melaporkan, puluhan perahu nelayan hilir mudik mengangkut hasil tangkapan nelayan serta menjualnya ke pengepul. Sejumlah box berisi ikan seperti Cumi dan Gurita terisi penuh. Pengepul dengan kendaraan pick up juga terlihat memuat hasil tangkapan tadi langsung di dermaga nelayan, setempat.

“Alhamdulillah, memang hasil tangkapannya bagus pak. Pengusaha membawa kapal induk Minamaritim 015. Mereka yang beli. Sementara yang nangkap nelayan yang memiliki perahu bantuan program Bariri kemarin pak. Jelajah perahu ini sampai laut lepas dan antar selat, luar biasa pak,” kata, Saleh. R, 31 tahun, nelayan setempat, di tanya wartawan.

Seorang nelayan Poto Tano memamerkan umpan modifikasi karyanya untuk menangkap Gurita.

Saleh, R dan sejumlah nelayan berterimakasih  atas bantuan pemerintah ini. Kedepan, nelayan berharap banyak pengusaha perikanan masuk dan bisa membeli hasil tangkapan nelayan. Selain itu, tangginya hasil tangkapan bisa berdampak terhadap berdirinya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan perusahaan pengolahan perikanan lainnya.

Meningkatnya hasil tangkapan nelayan ini diakui dipengaruhi dengan bantuan pemerintah melalui program bantuan sampan Bariri Nelayan. Program Bariri lahir dari induknya, yakni Perda Program Daerah Pembangunan Gotong Royong (PDPGR) No. 3 tahun 2016. Program ini memungkinkan nelayan mendapat akses kebutuhan sarana tangkap seperti perahu, mesin dan jaring hanya dengan menabung 10 persen dari nilai pinjaman. Tabungan ini kelak terkumpul 150 persen, dan akan kembali ke nelayan juga.

Noto mengatakan, dengan satu perahu satu rumah tangga nelayan ikut meningkatkan tumbuh kembangnya ekonomi nelayan. Belum lagi, potensi terumbuh karang dan potensi asri yang dimiliki perairan gili  balu ikut meningkatkan hasil tangkapan.

“Sejak 2017 kita sudah membuat treatmen apartemen ikan dengan luas satu hektar di perairan seputar Gili Balu. Satu koordinaat apartemen ikan, bisa menghasilkan tangkapan hingga radius 500 meter. Artinya, dalam radius 500 meter, nelayan bisa mendapatkan ikan dengan bobot satu hingga 10 kilogram,” akunya.

Data DKP setempat melaporkan bahwa di Poto Tano pemerintah menggelontorkan sedikitnya 138 perahu bantuan nelayan melalui program Bariri dibtahun 2017. Bantuan ini sudah diterima serta digunakan nelayan untuk melaut serta mencari penghidupan sehari hari. Perahu fiber tadi di produksi PT.Kawi Eka Karya di galangan kapal Poto Tano, kerjasama dengan pemerintah setempat.

Pemerintah Sumbawa Barat baru baru ini mencanangkan program One Fisherman One Boat, satu nelayan satu perahu. Ditargetkan, 2018 seluruh nelayan sudah memiliki perahu.(ZM.ndy -01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here