Ide Besar KSB Jadi Sentra Home Industri Makanan Bahan Baku Ikan

0
199
div class="td-all-devices">

FOTO//Ketua FORIKAN dan ketua TP PKK Sumbawa Barat, Hj. Hanifah Musyafirin.

” Dulu, kita tidak fokus. Masih sebatas kampanye dan lomba lomba memasak berbahan baku ikan. Sekarang, kita ingin fokus mendampingi agar kreatifitas menciptkan bahan makanan dan jajanan berbahan baku ikan, bisa memiliki nilai tambah secara ekonomi,”


Ketua FORIKAN Sumbawa Barat, Hj.Hanifah Musyafirin,

SUMBAWA BARAT–Kebijakan pemerintah daerah guna mengoptimalisasi produksi perikanan budidaya dan tangkap, di respons cepat Forum Peningkatan Konsumsi Ikan  Nasional (FORIKAN) Sumbawa Barat.

Ketua FORIKAN Sumbawa Barat, Hj.Hanifah Musyafirin memiliki ide besar untuk menciptakan kreatifitas serta kemandirian ekonomi bagi ibu rumah tangga serta segenap anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat.

Inilah hasil karya ibu ibu PKK kecamatan Sekongkang, dalam ajang lomba cipta menu berbahan baku ikan yang digelar DKP bekerjasama dengan FORIKAN.

” Dulu, kita tidak fokus. Masih sebatas kampanye dan lomba lomba memasak berbahan baku ikan. Sekarang, kita ingin fokus mendampingi agar kreatifitas menciptkan bahan makanan dan jajanan berbahan baku ikan memiliki nilai tambah secara ekonomi,” kata, Hj.Hanifah, kepada Pers setempat, Selasa (19/12).

Hj.Hanifah berbicara di sela sela acara lomba cipta menu olahan serba ikan di halaman kantor Dinas Kelautan Perikanan (DKP) setempat, mengungkap rancangan serta rencana bagaimana Dinas Perisdustrian dan Perdagangan (Disperindag) bisa mengintervensi pembentukan sentra jajanan serta oleh oleh makanan berbahan baku serba ikan.

Menurutnya, Kabupaten Sumbawa Barat memiliki sumber daya perikanan budidaya dan tangkap besar kedepan. Perlu ada kreatifitas kita serta pendampingan langsung untuk menciptakan unit usaha atau home industri. Ia mencontohkan, hasil perikanan seperti, Nila, Lele, Gabus, Tenggiri dan udang potensinya sangat banyak. Maka itu, kata dia, tinggal tugas PKK dan Forikan bagaimana menciptakan ruang kreatifitas bagi ibu rumah tangga guna menjadi pelaku usaha rumahan tadi.

Ketua FORIKAN KSB, Hj. Hanifah Musyafirin memberikan hadiah juara lomba cipta menu berbahan baku ikan.

“Sudah sudah, kami sudah berbicara dan rapat dengan Disperidag untuk konsen mengarahkan anggaran untuk membangun serta menciptakan sentra usaha pengolahan makanan berbahan baku ikan. Kedepan industri rumahan tersebut, bisa menjadi icon dan merk unggulan kita,” ujarnya.

Sementara itu, Hj. Hanifah juga menekankan bahwa program lomba cipta menu olahan berbahan baku ikan sengaja diadakan untuk melihat berbagai kreatifitas produk olahan makanan berbahan dasar ikan yang di kreasikan oleh anggota PKK. Tujuannya, selain memancing daya saing dan kualitas produk juga untuk menggugah selera, tampilan makanan itu sendiri.

“Makanan perlu juga daya tarik. Selain enak dan sehat, kita juga ingin tingkatkan nilai jualnya agar dilirik pasar. Dan kita juga mencari pencipta makanan terbaik untuk mewakili KSB di ajang lomba tingkat Provinsi nanti,” demikian Hj.Hanifah.

Sementara itu, ketua panitia lomba cipta olahan berbahan baku ikan yang juga Kepala Seksi (Kasi) Daya Saing Produk Perikanan Bidang Sumber Daya dan Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan, Deswi Dianty SN, S.Pt.MM, mengatakan program lomba cipta menu ini adalah program rutin dilaksanakan seksinya bekerjasama dengan FORIKAN.

Kepala DKP Sumbawa Barat, Ir. H.Mansyur Sofyan, MM dan Sekdis DKP, Zaenal Arifin,SP bersama jajaran, Kabid Sumber daya dan peningkatan daya saing produk kelautan perikanan serta Kasi peningkatan daya saing produk kelautan perikanan, Deswi Dianti SN, S.Pt, M.Si pose bersama Ketua FORIKAN KSB, Hj. Hanifah Musyafirin.

Selain sebagai wadah menguji kreatifitas serta kualitas olahan makanan berbahan dasar ikan, kegiatan tadi juga, kata Deswi untuk menyongsong lomba cipta menu berbahan baku ikan tingkat Provinsi NTB.

 Kepala DKP Sumbawa Barat, Mansyur Sofyan menegaskan DKP sangat mendukung gerakan kampanye makan ikan yang di gagas FORIKAN KSB. Jika konsumsi ikan KSB tinggi maka akan berdampak terhadap meningkatnya gairah perikanan budidaya dan perikanan tangkap.

Sejauh ini data DKP setempat mencatat angka konsumsi ikan KSB termasuk tertinggi secara nasional. Data bidang sumber daya dan daya saing produk perikanan setempat melaporkan tingkat konsumsi ikan daerah ini mencapai 31,1 kilogram perkapita perorang pertahunnya. Jumlah itu lebih tinggi dari rata rata konsumsi ikan nasional yang hanya, 29, 9 kilogram perkapita perorang pertahunnya. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here