Mendagri Izinkan Bupati KSB ke Korsel

0
200
div class="td-all-devices">

Keterangan FOTO: Beginilah skema kerja atau bagan  sederhana pembangkit listrik tenaga Biomassa. (sumber: pembangkit-uap.blogspot.com)

Perjuangkan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa

SUMBAWA BARAT–Pemerintah Sumbawa Barat memastikan telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait agenda kepala daerah setempat menjajaki kerjasama dan investasi pembangkit listrik energi Biomassa.

Bupati Sumbawa Barat dilaporkan mengunjungi negeri ginseng Korea Selatan (Korsel) difasilitasi Korean Plant Industries Asosiate (KOPIA) sebuah lembaga kerjasama industri antara Korea dan Indonesia. Lembaga ini terdaftar di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sebagai badan kerjasama antar negara resmi.

“Kerjasama itu menjajaki potensi pembangkit listrik Biomassa. KOPIA menjembatani industri asal Korsel yang akan menjajaki investasi di Indonesia,” kata, juru bicara pemerintah setempat, Abdul Muis, kepada Pers, Rabu (14/3).

Bupati mengunjungi Korea untuk mempresentasikan potensi energi dan investasi power plant pembangkit listrik Biomassa. Abdul Muis mengatakan, kepala daerah berfikir penting meyakinkan asosiasi yang menaungi investor Korea agar rencana pembangunan bidang investasi bisa segera terealisasi. Utamanya, pengelolaan sumber daya pembangkit listrik di bendungan raksasa  Bintang Bano serta kerjasama eksploitasi Minyak dan Gas (Migas) lainnya.

Abdul Muis menegaskan, berkenaan dengan izin, kepala daerah telah mengajukan proses izin ke Mendagri melalui Gubernur NTB. Menindak lanjuti surat permohonan izin Bupati, Nomor 094/032/Pem/II/2018 tertanggal 12 Februari 2018, Gubernur, TG. KH. Zainul Majdi mengeluarkan surat permohonan izin atas nama Bupati Sumbawa Barat Nomor 099/024/Pem untuk diteruskan kepada Mendagri.

Surat izin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang diberikan kepada Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin saat lawatannya ke Korsel guna menjajaki investasi pembangunan pembangkit listrik energi Biomassa.

“Mendagri telah menandatangani izin tugas dinas Bupati Sumbawa Barat ke Korsel melalui Dirjen Otda Dr. Sumarsono, dengan surat Nomor 857/1857/Otda tertanggal lima maret 2018,” kata, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setda Sumbawa Barat, M.Endang Arianto, dalam keterangn persnya, hari ini.

Endang menegaskan keberangkatan Bupati keluar negeri telah sesuai ketentuan Permendagri nomor 49 tahun 2015 kemudian yang dirubah nomor 43 tahun 2015 tentang organisasi dan tata kerja kementerian dalam negeri. Selanjutnya telah sesuai dengan Surat Keputusan (Skep) Mendagri nomor 116 tahun 2003 tentang pemberian izin keluar negeri dengan alasan penting bagi pejabat negara.

Izin keberangkatan Bupati terhitung 10 hari sejak surat izin tersebut dikeluarkan. Pembangkit listrik energi Biomassa, atau Biomassa And Hydro Power Plant Projeck merupakan sarana pembangkit energi alterntif guna mencegah pemanasan global. Sumbawa Barat menurut pemerintah setempat, memiliki cadangan energi Biomassa yang sangat potensial.

Inilah surat rekomendasi Gubernur NTB, TG.KH.Zainul Majdi ke Mendagri terkait tugas dinas, Bupati Sumbawa Barat ke luar negeri.

Biomassa merupakan energi yang bersumber dari bahan-bahan alami seperti kayu, limbah pertanian, perkebunan, hutan, komponen organik dari industri dan rumah tangga serta kotoran hewan dan manusia.

Biomassa dikenal sebagai zero CO2 emission, dengan kata lain tidak menyebabkan akumulasi CO2 di atmosfer. Indonesia sebagai negara agraris mempunyai potensi energi biomassa yang cukup besar. Diperkirakan potensi seluruh energi biomassa setara dengan 49,8 GW. Namun dari potensi energi biomassa yang dimiliki, pemanfaatannya baru mencapai sebagian kecilnya saja.

Pembangkit listrik tenaga biomassa di sini tetap masih menggunakan air. Air yang digunakan dalam siklus ini disebut air demin, yakni air yang mempunyai kadar conductivity (Kemampuan untuk menghantarkan listrik) sebesar 0.2 us (mikro siemen). (Sumberpembangkit-uap.blokspot.com). (ZM.ndy-01/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here