Pangdam IX : Aparat NTB Harus Fikir Maraknya Ilegal Logging

0
186
div class="td-all-devices">

FOTO//Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI. Benny Susianto, S.I.P saat memberikan keterangan Pers.

“ Jika pemerintah NTB atau daerah menginginkan satgas khusus itu bisa saja. Tapi, kan ada istitusi yang mengurusi masalah itu bisa lebih aktif. Jika aparat dan pemerintah berfikir keras, pemberantasan dan penegakkan hukum bisa dimaksimalkan, tidak perlu satgas khusus,”

Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P.

SUMBAWA BARAT—–Pangdam IX Udayana, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI, Benny Susianto, S.I.P mengingatkan aparat penegak hukum dan aparat pemerintah di NTB untuk konsen menyelesaikan kasus ilegal logging atau perambahan hutan.

Selain aparat, Gubernur dan pemerintah di daerah juga diminta memberikan perhatian serius agar masalah rusaknya kawasan hutan bisa di minimalisir. Menurut, Benny, Kodam Udayana serius memperhatikan masalah krisis kehutanan yang terjadi dewasa ini di NTB.

“ Ini menjadi konsen kita juga, Kodam Udayana. Kasus perambahan hutan menunjukkan peningkatan pesat di Sumbawa. Kodim setempat melaporkan bahwa banyak tindakan ilegal loging. Maka itu, saya perintahkan lakukan kerjasama dengan pemerintah. Anda bisa lihat banyak sekali kayu sitaan yang diamankan TNI,” Kata Benny, dalam keterangan  persnya, di Taliwang, ibu kota Sumbawa Barat, Rabu (21/3).

Pangdam mengaku, usulan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus  TNI bisa saja dibentuk jika diperlukan. Akan tetapi, pangdam lebih berharap aparat berwenang atau institusi khusus menangani masalah tadi bisa didepan, dan TNI siap memback up penuh.

“ Jika pemerintah NTB atau daerah menginginkan satgas khusus itu bisa saja. Tapi, kan ada istitusi yang mengurusi masalah itu bisa lebih aktif. Jika aparat dan pemerintah berfikir keras, pemberantasan dan penegakkan hukum bisa dimaksimalkan, tidak perlu satgas khusus,” terangnya.

Sebelumnya, data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) NTB melaporkan dari 1,027 juta luas hutan dan lahan di NTB, 78 persen diantaranya, dalam kondisi kritis. Sementara Balai Wiayah Sungai (BWS) NTB juga melaporkan dari 500 jumlah titik sumber air di Provinsi  itu, kini tinggal 120 titik saja yang tersisa.

Tingginya penyusutan sumber air di NTB dipengaruhi akibat perladangan liar, perambahan hutan dan penebangan hutan yang tidak terkontrol.

Tapi, data Walhi dibantah Pemprov NTB. Dinas Kehutanan  Provinsi NTB menyebutkan lahan kritis di Provisi itu 527.800 hektar  atau 26 persen dari luas daratan. Sementara hutan  kritis seluas 159.000 hektar serta lahan kritis non hutan terdapat 368.800 hektar. Kerusakan terbesar terjadi di hutan Kabupaten Lombok Tengah dan sebagian besar Kabupaten Sumbawa (sumber : AntaraNTB).

Pangdam IX Udayana mengunjungi Sumbawa Barat guna bertatap muka serta bersilaturohmi dengan pemerintah pemerintah daerah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) serta tokoh dan masayarakat setempat. Benny Susianto memperkenalkan diri sebagai pejabat Pangdam yang baru menggantikan Mayjen TNI, Komaruddin Sumanjuntak, yang dimutasi di Mabes TNI AD.

Selain bersilaturahmi Pangdam juga meninjau dari dekat , realisasi  gedung Markas Kodim 1628 Sumbawa Barat yang pembangunannya bersumber dari dana hibah pemerintah setempat. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here