Disnaker Tangani Protes UMK Unicerv

0
122
div class="td-all-devices">

SUMBAWA BARAT–Pemerintah Sumbawa Barat, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) merespons menuculnya protes karyawan PT. Unicerv, perusahaan pengolahan batu kapur di Kecamatan Maluk.

Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Industrial Disnaker setempat, Tohirudin, SH mengatakan, pemerintah melalui instansinya tengah akan melakukan klarifikasi terhadap PT. Unicerv terkait protes tidak tundukkanya perusahaan itu dengan standar Upah Minimum Kabupaten (UMK). Ada juga masalah keselamatan kerja dan standar sanitasi kesehatan air minum karyawan.

Beginilah fasilitas Filter Plant Air yang di bangun PT.Unicerv. fasilitas ini diperuntukkan bagi karyawan, agar siap di konsumsi. Karyawan bisa mengambil air untuk di minum melalui wadah botol, gelas bahkan galon.

“Surat panggilan ke management kita layangkan hari ini. Kita akan tanya dan klarifikasi,” ujarnya, kepada wartawan, Kamis (5/4).

Tohirudin mengatakan, dari data Disnaker memang laporan data kontrak kerja perusahaan itu rata rata diatas UMK selama ini. Namun, dengan adanya temuan baru seperti yang disampaikan melalui media sosial, pihaknya segera akan merespons.

Sebelumnya, beredar protes di media sosial terkait kontrak kerja karyawan perusahaan itu menyalahi UMK tahun 2018. Protes juga disampaikan soal standar keselamatan kerja dan sanitasi pasokan air minum karyawan yang jauh dari kata layak.

Kepala Seksi Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbawa Barat,Tohirudin, SH .

Manager Operastional PT Unicerv, Yoyok membantah bahwa prusahaan tindak tunduk dengan peraturan pemerintah soal UMK. Ia juga meluruskan informasi pedoman keselamatan kerja dan fasilitas sanitasi air yang buruk.

Menurutnya, kontrak kerja yang di protes di media sosial itu kontrak kerja tahun sebelumnya atau tidak berlaku lagi tahun 2018. Sementara UMK baru sebesar Rp 2 juta baru di berlakukan pada 1 Januari 2018. Sementara soal keselamatan, perusahaan kata Yoyok telah memenuhi sertifikasi Keamanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

“Kita punya fasilitas filter plant air siap minum dengan ozonisasi. Semunya sesuai standar kesehatan dan lisensinya jelas. Silahkan cek. Soal dokumen kontrak, kita sudah berakhir. Dokumen di facebook itu dokumen lama karena kontrak kerja sudah habis. Kami bahkan telah memberikan uang kompensasi kepada karyawan yang kontrak kerjanya sudah berakhir,” demikian, Yoyok. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here