KSB dan KLU Sepakat Bangun Kerjasama Ekonomi Masa Depan

0
107
div class="td-all-devices">

FOTO//Penandatanganan Kerjasama Antara Dinas Pariwisata Sumbawa Barat dan KLU, disaksikan Wakil Bupati, Fud Saifuddin dan Bupati KLU, Najmul Ahyar.

SUMBAWA BARAT—Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Najmul Ahyar bersama jajaran akhirnya bertandang ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kamis (12/4). Kedatangan Najmul Ahyar sebagai kunjungan balasan yang terlebih dahulu dilakukan Bupati KSB, H.W.Musyafirin beberapa waktu lalu.

Kedua kepala pemerintahan ini awalnya sepakat menandatangani MoU kerjasama pembukaan jalur transportasi laut dan pasokan komuditi pertanian guna mendukung pertumbuhan ekonomi pariwisata kedua daerah.

MoU tadi ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerjasama antar pemerintah di dua sektor tadi langsung di Graha Fitrah, kantor kepala daerah dan wakil kepala daerah setempat, kompleks Kemutar Telu Centre (KTC).

Bupati Kabupaten Lombok Utara, Dr. Najmul Ahyar, SH.MH, saat memberikan keterangan pers. Kamis (12/4).

Bupati Najmul Ahyar menegaskan, kerjasama ini untuk membangun ekonomi dua daerah khususnya dibidang pariwisata. KLU kata dia, melihat  KSB memiliki potensi yang besar dibidang pariwsata serta sumber daya alam lainnya. Sebut saja pasokan komuditi pertanian dan dunia usaha yang bisa mendukung semakin majunya pertumbuhan ekonomi wisata di KLU.

Disisi lain, pemerintah KSB memandang potensi pasar pariwisata yang besar dimiliki KLU menguntungkan untuk Sumbawa Barat. Tidak heran, melihat kelebihan itu, pemerintah Sumbawa Barat berinisiatif melakukan lobi dan kerjasama interkoneksi wisata dengan sektor pendukung lain dengan pemerintah KLU.

“KSB memiliki pitensi SDA yang besar. Tapi KLU memiliki pasar Pariwisata yang jelas. Ini yang kita saling jajaki dan belajar. Pemerintah KSB sudah berinovasi membangun ekonomi kerakyatan dengan program kartu Bariri dan Pariri dimana akses modal dan bantuan langsung di salurkan melalui mekanisme gotong royong,” kata, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Saifuddin, berbicara dihadapan Bupati KLU dan jajaran.

Hanya saja, kata Wabup KSB mengakui pengelolaan SDA Sumbawa Barat untuk mendukung sektor pariwisata masih lemah. Karena itulah, KSB kata dia, perlu banyak belajar dengan kebijakan pengelolaan pariwisata dengan KLU.

Intinya, kata Fud, potensi pasar pariwisata yang besar  di miliki KLU bisa diadopsi Sumbawa Barat dengan kerjasama khusus antar kedua daerah.

Sementara itu, Najmul Ahyar memaparkan bahwa 60 persen pendapatan daerah serta pertumbuhan ekonomi KLU bergantung sektor pariwisata. Sejak delapan tahun lalu, kata dia, pendapatan KLU hanya enam miliar rupiah. Namun tahun 2017 KLU meningkatkan realisasi PAD hingga Rp 200 miliar. Artinya ada Rp 130 miliar sumbangsih PAD dari sektor primadona ini.

Kondisi itu didukung dengan tingginya angka kunjungan wisata domestik maupun manca negara. Dimana, pemerintah KLU mencatat, terdapat 3000 hingga 3500 wisatawan mendatangi KLU perharinya. Atas kondisi itu, tidak heran, Najmul Ahyar merasa optimis potensi PAD KLU dari sektor pariwisata bisa sangat lebih besar.

Suasana rapat pertemuan antara Bupati KLU, Najmul Ahyar dan jajaran dengan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Saifuddin dan jajaran.

“Untuk potensi pendapatan tiga hotel saja di wilayah sengigi, jumlahnya bisa sampai Rp 3,5 miliar pertahun, belum sektor wisata ikutan lainnya seperti pusat perbelanjaan dan aktifitas perdagangan dan kerajinan,” akunya.

Yang menarik, Najmul mengatakan, pemerintah setempat telah berhasil menginterkoneksikan pasar wisata dengan pasar sektor lain. Seperti sektor pertanian dan peternakan. Di KLU, pengusaha dan pelaku usaha pariwisata di fasilitasi dengan pelaku usaha pertanian dan peternak. Jadi tidak heran, di KLU menurutnya, ada pasar tani. Dimana terjadi transaksi perdagangan antara dunia usaha wisata dengan usaha pertanian peternakan bahkan perikanan.

“Di KLU pemerintah tidak mengizinkan toko modern masuk. Yang ada, Bumdes Mart atau pasar Bumdes. Kita konsen membangun UMKM lokal. Bahkan kita buat aturan, minimal 10 persen harus produk lokal,”demikian, Najmul.

Najmul menegaskan, pihaknya setelah kerjasama ini, akan memprioritaskan promosi destinasi serta keunggulan Sumbawa Barat di berbagai sektor. Khususnya pariwisata. Seperti yang tertera di buku promosi wisata KLU serta hotel serta travel agen.

Kebijakan kerjasama antar dua pemerintah ini dinilai langkah sangat maju, ditengah KSB kesulitan membangun kawasan ekonomi khusus serta pasar untuk dunia usaha. Potensi pasar wisata yang besar yang dimiliki KLU di prediksi mampu mengungkit ekonomin KSB, tidak hanya sektor wisata, tapi juga sektor lainnya.

Mulai sektor transportasi, sektor pasar komoditi pertanian, sektor kelautan dan perikanan serta sektor komuditi perkebunan, seperti kopi, kelapa serta palawija. (ZM.ndy-01/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here