Industri Galangan Lokal Mulai Berkembang

Caption foto//Beginilah hasil produksi galangan perahu Fiberglass asal Brang Rea.

SUMBAWA BARAT—Kebijakan Pemerintah Daerah Sumbawa Barat yang mensupport tumbuh kembangnya daya saing nelayan setempat, ternyata berdampak terhadap mulai tumbuh kembangnya industri baru.

Program Daerah Pembangunan Gotong Royong (PDPGR) yang digagas pemerintah setempat, memungkin satu rumah tangga nelayan memiliki satu perahu lengkap dengan alat tangkap. Atau pemerintah biasanya menyebutnya, One Fishermant One Boat (satu nelayan satu perahu,red), ternyata mendorong munculnya usaha galangan lokal.

Kepala Desa Sapugara Bree, Andy Subandi didampingi anggota DPRD setempat, Agung melihat dari dekat aktifitas produksi galangan perahu Fiberglass lokal, belum lama ini.

“Usaha usaha pembuatan perahu Fiberglass mulai berkembang saat ini. Beruntungnya, itu diawaki perusahaan lokal. Ada alih tehnologi dan pekerja lokal bisa diserap,” kata, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Kalautan Sumbawa Barat, Noto Karyono, di Taliwang, Rabu (3/7).

Media baru baru ini berkunjung ke Desa Bree, Kecamatan Brang Rea.  Dari dekat, media melihat sejumlah pekerja asal Pacitan, Jawa Timur sibuk mengolesi bahan cat kimia dan serat karbon.

 

Rupanya mereka tengah melakukan pelapisan (Layer,red) bodi perahu Fiberglass, di perusahaan galangan lokal setempat. Warga asal Pacitan ini tidak banyak. Mereka hanya tergolong tehnisi yang biasa bekerja di perusahaan galangan besar di  Pulau Jawa.

“Mereka para ahli yang kita datangkan pak. Kita harap, pekerja lokal kita bisa belajar dan mengambil alih tehnologi mereka,” kata, Direktur CV. Mina Anugerah, Abdul Muluk, di Brang Rea.

Abdul Muluk baru beberapa tahun terkahir ini menggeluti usaha galangan perahu Fiberglass. Ia bahkan memperkerjakan lebih dari sepuluh pemuda lokal. Ia dipercaya pemerintah untuk mengadakan perahu perahu nelayan dengan spesifikasi khusus, guna di distribusikan untuk para penerima ‘Kartu Bariri Nelayan’ buah dari PDPGR.

“ Tahun ini kita diminta memproduksi sedikitnya 100 unit perahu. 24 diantaranya, perahu kapasitas besar. 76 sisanya perahu kapasitas kecil,” tandasnya. (ZM.ndy-01)

 

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *