Intensifikasi Budidaya Cegah Pencurian Baby Lobster

DKP setempat  mencatat, tidak pernah ada kasus penangkapan Bayi Lobster di Sumbawa Barat. Hanya saja, beberapa kasus penimbunan dan penyelundupan Bayi Lobster ini berhasil di gagalkan DKP bekerjasama dengan kepolisian setempat. Dari operasi itu, DKP berhasil menyita sedikitnya 57.000 ekor Bayi Lobster. DKP merilis Sumbawa Barat berpotensi menjadi tempat transit para penyelundup Bayi Lobster.

TALIWANG—Pemerintah Sumbawa Barat terus mengintensifkan kegiatan budidaya perikanan bernilai industry tinggi. Salah satunya hewan bertulang belakang atau ‘Crustacea’ seperti Udang dan Kepiting. Udang Lobster salah satunya.

Udang Lobster salah satu sumber daya  kelautan yang amat dibutuhkan pasar perikanan baik Domestik maupun International. Maka itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbawa Barat mulai mengintensifkan budidaya udang jenis ini disepanjang perairan setempat.

“ Udang lobster (Panulirus)merupakan hewan laut yang hidup disemua jenis perairan. Sekarang kita kembangkan budidaya ikan ini di lima titik kerambah. Lobster mudah berkembang di kawasan karang berpasir, “ kata, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Noto Karyono, di Taliwang, Kamis (13/4).

d
Foto/Ilustrasi : Inilah jenis Jaring Pocong yang banyak digunakan oknum nelayan guna menangkap Baby Lobster.

Menurut Noto, Desa Labuhan Lalar dan Poto Tano merupakan kawasan yang kini menjadi pusat budidaya Lobster. Pihaknya sengaja melakukan uji coba ini, untuk menyeimbangkan produksi perikanan jenis lain. Lobster merupakan komuditi bernilai tinggi. Tidak heran populasinya terus menurun di Indonesia karena begitu banyaknya penangkapan atau eksploitasi udang ini secara besar besaran. Karena itulah, kata Noto, kementerian perikanan mengenakan pembatasan perburuan Baby Lobster (Bayi Lobster).

DKP setempat kata Noto sendiri mencatat, tidak pernah ada kasus penangkapan Bayi Lobster di Sumbawa Barat. Hanya saja, beberapa kasus penimbunan dan penyelundupan Bayi Lobster ini berhasil di gagalkan DKP bekerjasama dengan kepolisian setempat. Dari operasi itu, DKP berhasil menyita sedikitnya 57.000 ekor Bayi Lobster. Menurutnya, Sumbawa Barat berpotensi menjadi tempat transit para penyelundup Bayi Lobster tadi.

‘’Pelarangan terhadap perburuan Bayi Lobster ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Perikanan Nomor 1/PERMEN-KP/ 2015. Setidaknya Bayi Lobster yang dilarang ditangkap dengan berat dibawah 250 gram. Selain Lobster, Permen ini juga mengatur pelarangan menangkapan Rajungan atau Portunus Pelagycus (Kepiting warna loreng,ed),” ujarnya.

lobster-laut-ilustrasi-_130115201600-457
Foto/Ilustrasi : Bayi Lobster ukuran bobot dibawah 250 gram.

Sementara itu, Kepala DKP melalui Sekretaris Dinas (Sekis), Zaenal Arifin mengatakan, DKP sendiri telah melepas sedikitnya 57.000 ekor Bayi Lobster ke perairan laut Pulau Kenawa. Kenawa dipilih karena cocok dengan Ekosistem Lobster dimana disana terdapat 15 spot titik Transplantasi Karang(Karang Buatan,red).

‘’Sesuai aturan, bayi lobster yang bisa ditangkap yakni bobot sekurang kurangnya 250 hingga 300 geram per ekor. Untuk menyelamatkan ekosistem Lobster di perairan Sumbawa Barat,  DKP melakukan pemantauan intensif melalui  Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas). Ia berharap pencurian Baby Lobster bisa dicegah dengan mengintensifkan budidaya sumber daya perikanan Lobster secara konfrehensif,” akunya.

Meski akifitas pencurian Lobster di perairan Sumbawa Barat tidak pernah terjadi, namun pemerintah setempat menghimbau nelayan untuk ikut mengawasi guna menghindari penggunaan ‘Jaring Pocong’ untuk menangkap  Bayi Lobster ini. Jaring ini dibuat secara tradisional.

Di pasaran, ada berbagai jenis Lobster diantaranya, Lobster Mutiara, Pasir, Bambu dan Lobster Batu harganya sangat tinggi.

Termahal yakni jenis Lobster Mutiara dimana berdasarkan survey harga per April 2017, harga udang ini tembus mencapai Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta per kilogram.  Sementara harga Lobster biasa mencapai Rp 400 hingga Rp 600 ribu perkilogram.

Kontur perairan laut Sumbawa Barat banyak di isi karang berpasir. Jadi, potensi Lobster didaerah ini sangat bagus. Hanya saja, nelayan setempat belum melirik Lobster sebagai target utama tangkapan. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *