Jalan Mulus Menuju Sentra Rotan

Caption Foto//Salah satu Jembatan yang tuntas di bangun Dinas Pekerjaan Umum setempat, dalam APBD 2018.

SUMBAWA BARAT—Pemerintah Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat berhasil membuka akses jalan baru yang selama ini dilaporkan terisolasi.

Tahun 2018 ini, setidaknya lima ruas jalan dari dan menuju Desa Mataiyang, Kecamatan Brang Ene serta sejumlah jalan yang menghubungkan antar desa telah tuntas di bangun Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat.

Mataiyang berada di Selatan Sumbawa Barat atau sekitar 15 kilometer dari ibu kota Taliwang. Sejak lima tahun terakhir jalan ke daerah yang terkenal dengan sentra Rotan dan Madu gunung ini sangat terisolasi. Jika menuju desa ini, dulu warga harus menggunakan kendaraan berpenggerak empat roda. Bahkan, terdapat tujuh anak sungai yang harus di seberangi.

Jika musim hujan tiba, praktis jalan ini tidak dapat dilalui sama sekali. Warga terpaksa menggunakan kuda untuk mengangkut bahan makanan pokok serta kebutuhan bangunan lainnya.

“Kita sangat sulit dulu jika ingin ke kota serta belanja ke pasar pasar. Bahan makanan sangat mahal disini, begitu hasil pertanian dan menjual hasil tangkapan madu alam,” ujar, warga Mataiyang, di tanya wartawan.

Salah satu jembatan menuju Desa Mataiyang kini bisa dilalui kendaraan jenis minibus sekalipun. Jalan sudah mulus dan lancar.

Kepala dinas PU Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, ST mengakui pemerintah harus menyusun perencanaan yang matang agar realisasi infrastruktur jalan menuju dan dari Mataiyang bisa terintegrasi dengan desa lainnya. Tujuannya agar terjadi aktifitas ekonomi antar desa dengan Mataiyang hingga  menuju ibu kota.

“Tahun 2018 ini pemerintah menganggarkan setidaknya Rp 51 Miliar lebih untuk pembangunan ruas jalan dan jembatan hotmix dari dan menuju Mataiyang,” ujar, Amar Nurmansyah,  dalam siaran persnya, yang diterima media pekan lalu.

Jalan sepanjang kurang lebih 4,5 kilometer dari Desa Mujahidin Dusun Hijrah, Brang Ene menuju Mataiyang itu dibangun melalui dana APBD 2018.

Kini, seluruh ruas jalan tersebut hampir rampung 100 persen. Media yang terjun kelokasi, guna melihat dari dekat finalisasi pekerjaan jalan dan jembatan ini melaporkan, jalan tersebut sudah bisa digunakan. Baik kendaraan, roda dua empat bahkan truk dan bus.

Jalan Mataiyang pusat sentra Rotan yang dulunya sangat terisolasi gini mulai ramai di kunjungi. Aktifitas ekonomi terlihat semakin lancar. (ADV/ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *