Kadis : Peternak Kita Senang Liarkan Hewan Ternak

SUMBAWA BARAT—Cari makan sendiri, mengganggu lahan pertanian orang lain serta kerap menimbulkan kecelakaan di jalan raya menjadi pemandangan lumrah bagi hewan ternak milik peternak  di sebagian besar Sumbawa Barat.

Kepala Dinas pertanian  Perkebunan dan Peternakan setempat, Suhadi SP. MSI, Kamis ( 24/01) menerangkan, ternak yang sengaja di liarkan warga yang terjadi di masyarakat KSB.

“Kami akan mengadakan sosialisasi lagi  kepada masyarakat,  agar merubah pemeliharaan hewan ternak yang selama ini di lepas, agar  di kandangkan biar tidak mengganggu warga dan petani. Ini sudah sering kita lakukan, tapi merubah paradikma masyarakat memang butuh proses. Karena peternak kita cenderung enjoy dengan melepas ternaknya,  dengan  tidak  memberinya makan,” ungkapnya.

Menurut Suhadi, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sudah membuat Perda terkait dengan Ketertipan Umum dan Ketentraman Masyarakat, yang berhubungan dengan hewan ternak ini.

Kepala Desa Kemuning, Kecamatan Sekokang, Erman Maulana.

“Sangsi ini tertuang pada dalam Perda No 3 tahun 2015 tentang Ketertipan Umum dan Ketentraman Masyarakat. Pasal 67 BAB XV serta ketentuan Pidana. Bagi yang melanggar bisa di kenai hukuman kurungan paling singkat 10 ( sepuluh ) hari dan paling lama 6 bulan atau denda sedikitnya 100.000 dan paling banyak 50.000.000,” terangnya.

Banyak dari Pemerintahan Desa di KSB yang telah menjalankan Perda ini. Tapi lambat laun tidak berjalan lagi. Lanjutnya.

Suhadi menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan SATPOLPP KSB untuk menertipkan hewan hewan ternak yang di liarkan warga di seluruh wilayah  Kabupaten Sumbawa Barat ini agar tidak mengganggu ketertiban masyatakat. Demikian Suhadi.

Disisi lain, Pemerintahan Desa Kemuning Kecamatan Sekongkang, memberlakukan PERDES tentang penertipan hewanTernak terhitung mulai tanggal (25-01). Tujuanya ingin menertipkan hewan ternak, jangan sampai berkeliaran dan mengganggu ketertipan masyarakat.

Hari pertama, progres hasil penangkapan 5 ekor kambing. Dan semuanya di bawa ke kantar Desa kemuning untuk proeses hukum selanjutnya.

Sangsi hewan yang pertama kali di tangkap harus membayar denda 200.000 di tambah kerugian warga jika hewannya merusak tanaman dan barang.

“Yang jelas kita ingin melihat kebersihan dan kesehatan lingkungan di Desa kami. Serta kenyamanan  dan ketenangan .

Aparat Desa Kemuning bersama Bhabinkamtibmas setempat, ikut menertibkan hewan ternak yang sengaja di Liarkan warga.

Karena wilayah Desa Kemuning ini  berloksi di jalur utama menuju lintas selatan. Harapanya jangan sampai ada kecelakaan lalulintas di sepanjang wilayah kami, akibat dari Hewan ternak liar ini,” jelas, Erman Maulana Kepala Desa Kemuning.

Erman, juga menjelaskan akan menindak tegas pemilik hewan yang melanggar. Sementara, H.Abas warga Desa Kemuning mengatakan dirinya mewakili warga dan petani, merasa tergganggu dengan keberadaan hewan hewan ternak yang liar ini.

“Ladang saya sering di masuki sapi dan kambing,  dan merusak tanaman kami. Belum lagi setiap hari mengganggu di halaman rumah kami. Sering masuk dan mengambil barang dagangan di kios saya,” jelasnya dengan geram.

“Kalau bisa jangan hanya hewan ternak saja  yang di tertipkan, anjing liar juga,” Imbuh, Abas.

Hewan hewan ternak yang diliarkan warga juga mengganggu lalulintas. Di sepanjang jalan lingkar selatan. Dan sudah banyak korban kecelakaan lalulintas yang di akibatkan hewan ternak di jalan raya.

Dalam hal ini Kepolisian Resort Sumbawa Barat melalui Kepala Sub Bagian Humas (Kasub Humas) AKP Suwardi siap mendukung Perda pemerintah guna membantu menciptakan ketertipan umum dan ketentraman masyarakat. (ZM.fjr.02)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *