Karyawan Harus Bijak Sikapi Transisi AMI

Keterangan Foto : Kepala Litbang FKWKT dan tokoh Advokasi masyarakat Seteluk, Kamaruddin, SH.

TALIWANG—Karyawan di batu hijau operasi tambang PT Newmont Nusa Tenggara diminta bersatu dengan pemerintah daerah untuk terus berkomunikasi dengan management Newmont.

Negosiasi yang bijaksana dinilai cara yang paling tepat dalam upaya karyawan meminta dana apresiasi dari otoritas pemegang saham Newmont sebelum perusahaan asal Amerika Serikat tersebut benar benar hengkang.

P_20160829_112946
Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin, tengah memberikan keterangan pers menyikapi rencana mogok karyawan Newmont, di gedung DPRD, Senin (28/8) lalu.

Tokoh advokasi dan kepala penelitian  pengembangan (Litbang) Forum Komunikasi Wartawan Kemutar Telu (FKWKT) Sumbawa Barat, Kamaruddin,SH mendorong pemerintah meningkatkan pembicaraan intensif dengan karyawan. Tengahi masalah yang kini dihadapi serta terus mengupayakan penambahan alokasi dana apresiasi agar penerimaan karyawan bisa lebih optimal.

“Pemerintah harus memahami harapan karyawan. Maka itu, sebaiknya diintensifkan dengan dialog,”kata dia, di Seteluk, Rabu (31/8).

Data litbang menyebutkan, transisi pengambil alihan saham batu hijau oleh PT AMI tentu berimbas terhadap kepentingan nasional. Pusat ikut memberi peluang kepada swasta nasional bisa mengambil alih saham ini secara penuh. Jadi, perlu ada upaya menjaga kondusifnya batu hijau agar kepentingan nasional dan kepentingan karyawan nasional bisa diakomodir dengan bijaksana.

” Karyawan juga harus bijak. Pikirkan nasib kedepan, karena AMI telah memiliki aspek legalitas di batu hijau, jadi juga ikut menentukan perbaikan kesejahteraan karyawan dimasa yang akan datang. Newmont tetap hengkang, tidak bijak rasanya jika kita mengambil langkah cukup keras, maka itu komunikasi dengan pemerintah semakin diperkuat,”ujarnya.

Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin mengatakan pemerintah tetap berupaya mengutamakan hak dan harapan karyawan. Kepala daerah memahami karyawan adalah aset batu hijau, jadi harus diperhatikan serius.

“Saya berharap rekan serikat jagalah kondusifitas. Uang terimakasih atau apresiasi memang tidak diatur dalam Perjanjian Kerjasama Bersama (PKB).Tapi kita bisa belajar dari pemberian uang apresiasi di perusahaan tambang lain di indonesia, di KPC dua kali basik. Tapi saya lihat di karyawan NNT, sudah ada penambahan sampai tiga kali basik ditambah Rp 750 kali masa kerja,” ujarnya.

Meskipun upaya pemerintah bernegosiasi dengan Newmont sudah menunjukkan hasil signifikan, tapi pemerintah mengapresiasi harapan karyawan.

Karena itulah, selain menegakkan undang undang tenaga kerja pemerintah juga ikut memperhatikan negosiasi lain yang seharusnya diberikan kepada karyawan. Musyafirin bahkan memberi sinyal, selain karyawan pemerintah juga berharap dana apresiasi yang sama, agar Sumbawa Barat juga memperoleh nilai tambah dari perginya Newmont di batu hijau. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *