Kesetiakawanan Sosial Yang Mulai Punah

TALIWANG—Pembangunan karakter masyarakat mesti dimulai dengan penerapan nilai nilai yang benar. Peka terhadap lingkungan, mau bergotong royong dan senang membantu sesama, merupakan bagian dari penciptaan nilai nilai kemanusiaan. Kondisi ini hampir punah dewasa ini.

IMG-20160815-WA0001
Bripka Nurlana membantu dan memandikan, Nenek Pria, 90 tahun warga Desa Seteluk Atas, Senin (16/8) di kediamannya.

Nilai gotong royong belum terbangun secara luas dalam jiwa sebagian masyarakat kita. Gotong royong itu merupakan tindakan kemauan sendiri untuk berpartisipasi secara bersama sama dalam memperbaiki dan membangun lingkungan yang baik untuk kepentingan bersama pula. Tidak ada pamrih, dan kepentingan pribadi disana. Semuanya dilaksanakan atas kesadaran sendiri.

Inilah yang coba diangkat kembali oleh, Bripka Nurlana. Anggota Bayangkara  Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Seteluk Atas Kecamatan Seteluk.

Selain bertugas melakukan penyuluhan kamtibmas, anggota polisi Polsek Seteluk ini hari hari bergelut dengan persoalan kemasyarakatan, seperti menyusun jadwal gotong royong Masjid Ummul Quro. Pembinaan Imtaq bagi orang orang mengalami disfungsi sosial seperti preman, dan anak terlantar. Ikut membantu program mengaji dan gerakan sholat lima waktu di mushola dan masjid. Menggalakkan yasinan serta melakukan pelayanan konsultasi masalah hukum bagi warga yang memiliki masalah.

Bripka Nurlana, termasuk cukup terkenal lingkungannya. Selain dikenal sebagai polisi aktif, anggota polri lulusan angkatan 1999/2000 ini, kerap dikenal sebagai penggerak utama bidang dakwah. Ia tak malu menjadi pendamping dan asisten pendakwa tokoh agama setempat, KH. Zulkifli Daud.

IMG-20160815-WA0002
Bhabinkamtibmas, Bripka Nurlana, tengah menyuapi nenek Siti Pria, sebelum sholat Zuhur.

Siti Pria, 90 tahun, warga RT 06 Dusun Mata Ai, Desa Seteluk Atas, salah satu wanita Lanjut Usia (Lansia) yang dijadikan ladang amal sang Babin. Nurlana, kerap mengunjungi nenek rentah ini dirumahnya. Pria asli, Tanggerang Jakarta itu terpanggil hatinya untuk mengurusi sang nenek.

Ia datang setiap sore dan pagi memberinya makan. Memandikannya hingga mengantarkannya ke mushollah. Baginya, pengabdian ini bukan hanya untuk negara tapi untuk amal ibadahnya ketika kelak ia dipanggil nanti.

IMG-20160815-WA0003
Kegiatan Bripka Nurlana, mengurusi nenek Siti Pria, sebelum sore, ditempat tidur sempit dan lusuh

“Saya tidak bisa tidur mendengar dan melihat orang orang disekeliling saya sakit, miskin dan tak mau sholat. Negara memerintahkan saya tidak hanya menjaga keamanan, mengayomi dan melindungi masyarakat. Tapi saya berkewajiban mencegah kerusakan dan membangun kesetiakawanan sosial di masyarakat. Jika kesetiakawanan ini bisa dipupuk, insya allah masyarakat akan hidup tertib dan damai,”ujarnya, mengungkap alasan dibalik kegiatannya ini.

Sebagai babin ia diwajibkan menjalan tugas memecahkan dan membantu masalah sosial dan keamanan di desa. Mengatur pengamanan kegiatan masyarakat, memberikan perlindungan sementara kepada orang tersesat, korban kejahatan, korban bencana, korban wabah penyakit serta korban menelantarkan sosial, seperti nenek Pria tadi.

Wewenang Babinkamtibmas itu tertuang dalam peraturan Kapolri pasal 28 Perkap Nomor 3 tahun 2015.

“Pekerjaan seperti babin ini memang membutuhkan orang yang ikhlas. Dia harus memiliki dedikasi yang tinggi terhadap tugas dan harus menyangi sesama. Insya allah, apa yang dilakukan babin ini mendapat balasan Allah swt,” kata ulama dan tokoh masyarakat Seteluk Tano, KH. Dea Guru Zulkifli Daud, mengapresiasi kebijakan pembinaan babin yang dilakukan polri akhir akhir ini.

Kepala Desa Seteluk Atas, M.Said mengaku bangga memiliki petugas polisi seperti Bripka Nurlana. Sebagai aparat, ia menilai sang polisi mampu menyayomi masyarakat. Langkah yang dilakukan Bripka Nurlana, sangat membantu pemerintah desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terutama menggugah kesetiakawanan sosial yang hampir punah.

“Kami warga dan pemerintah desa bangga memiliki Bhabinkamtibmas,”demikian, M.Said. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *