Ketika Nabi Muhammad diCurigai

Kajian Subuh 20 November 2020 di Isamic Centre NTB, oleh TGH. Mu’ammar Nasrullah, M.Pd.I., (Tafsir Q.S. Al-Imran 161-164)

MATARAM, Zonamerah.Net— Ayat sebelumnya membahas tentang keagungan sifat nabi Muhammad SAW yang begitu penuh kasih sayang, dan pemaaf. Ibaratnya jika ada 1000 hinaan kepada Rasul, maka satupun tidak terdengar balasan darinya. Bahakan ketika salah seorang non muslim meninggal dunia, nabi menangis sebab rasa kasihan dalam dirinya begitu besar.

Pada ayat 161 berkaitan dengan kemenangan perang Badar. Saat itu para sahabat berbincang perkara karpet merah yang dimenangkan menjadi harta rampasan perang. Muncul perkataan salah seorang diantara mereka mengatakan nabi saja yang mengambil karpet itu dan menyembunyikannya. Makna ‘gulul‘ pada ayat ini ialah mengambil sesuatu yang penting, sesuatu berharga secara diam-diam.

Ayat ini sebenarnya menegur kepada sahabat-sahabat jangan sampai terpecah belah sebab mendapat sesuatu yang menurut kita tidak sesuai. Bahkan rasul menyebut, jika rasul dianggap tidak adil maka dia menganggap Allah juga tidak adil, lalu siapa yang lebih adil dari Allah dan rasulnya?

Muncullah disini taatilah Allah, rasul, dan pemimpin diantara kalian. Ditegaskan agar orang-orang mengikuti pemimpin selama itu bukanlah kemaksiatan. Jika ada kabar-kabar tentang pemimpin, tidak tepat jika mudah terbakar. Sebagai seorang muslim, harusnya klarifikssi atau tabayyun. Inilah kemudian yang menghasilkan ketenangan di hati.

Kajian selangkapnya:

 

https://www.youtube.com/watch?v=DXRT_iE7OGo

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *