KSB Butuh Pejabat Innovatif dan Kerja

TALIWANG—Meski tidak seperti Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang telah melakukan mutasi ratusan pejabatnya pada akhir tahun 2016 lalu, pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat nampaknya tengah mencari formasi kabinet kerja yang pas, guna mengawal visi misi kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Sedikitnya 600 lebih Pejabat eselon III, administratur dan eselon II setingkat kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baru saja dilantik Bupati dan Wakil Bupati, H.W.Musyafirin dan Fud Saifuddin di gedung Sekretariat Daerah (Setda) lantai III, Selasa (3/1) kemarin.

Sebagaian kalangan menilai, mutasi yang dilakukan dua pemimpin ini syarat muatan politik namun sebagian lainnya menganggap wajar wajara saja, sebab pemimpin harus mendorong kabinet yang dipercaya. Lepas dari apapun itu, yang pasti kepala daerah dan wakil kepala daerah bagian dari perpanjangan tangan negara untuk memimpin pembangunan di daerah, jadi seudah sepatutnya aparatur pun bekerja sesuai amana negara dan kepentingan daerah.

img-20170104-wa0001
Upacara pelantikan dan pengangkatan jabatan eselon III, Administratur dan eselon II di lingkup pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Senin (3/1) lalu. (Foto sumber Humas Pemda KSB)

Ada sejumlah pekerjaan besar menanti para pejabat Sumbawa Barat agar kebijakan pembangunan dan anggaran sesuai yang diharapkan masyarakat. Data penelitian dan pengembangan (Litbang) zonamerah menyebutkan, perencanaan, sektor ekonomi, lingkungan, investasi dan destinasi wisata menjadi pekerjaan rumah.

Sektor perencanaan, perlu singkronisasi antara perencanaan dengan realisasi. Misalnya, perencanaan pembangunnan bidang infrastruktur, selaian out put, perlu ada out come. Sederhananya bukan hanya ada uang ada realisasi proyek tapi juga ada dampak ikutan bagi masyarakat atau sektor ekonomi. Ini yang harus diukur. Beberapa proyek, ada realisasinya tapi manfaatnya masih stagnan. Termasuk program bantuan sosial dan bantuan usaha yang justru banyak macet dan kurang berkembang.

Selanjutnya di bidang ekonomi, peran dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, instansi ini paling berperan besar dalam mengungkit ekonomi daerah, daya beli masyarakat dan tumbuh kembangnya usaha. Instansi ini dinilai gagal menciptakan home industri baru dan pasar untuk mereka  demikian juga koperasi tidak berkembang bahkan stagnan dan banyak sekali dana bantuan koperasi justru jadi temuan.

Dibidang lingkungan hidup, pengelolaan sampah menjadi masalah hingga kini. Daya tampung Tempat Pembuangan Akhir tidak maksimal. Sampah banyak menumpuk di ruang publik seperti di pasar, taman dan sejumlah sudut kota bahkan kantor pemerintah. Tidak tepatnya jadwal truk sampah masuk membuat sampah menumpuk dan menganggu kesehatan. Ditambah limbah cair pasar, tidak terkelola dan busuk. Ini terjadi di pasar sejumlah kecamatan seperti Taliwang, Seteluk dan Jereweh. Belum lagi limbah rumah tangga drainase mampet serta taman yang tampak kurang terawat. Baik taman kota, tugu dan daerah perbatasan serta jalan bay pass.

Selanjutnya investasi, kondisi investasi di KSB juga belum menunjukkan geliat. Pasalnya, beberapa investor yang sudah terikat kontrak dengan pemerintah belum juga menunjukkan geliat untuk beroperasi sesuai perencanaan, belum merekrut tenaga kerja masif serta belum menimbulkan dampak ekonomi signifikan. Seperti PT NOP, ESL, Pulau Sumbawa Agro perusahaan sisal. Yang berjalan baik, hanya investasi perikanan seperti perushaaan tambak dan usaha hotel privat seperti villa dan cottage.

Pariwisata, pengelolaan destinasi wisata lokal masih lemah. Banyak obyek wisata menarik tapi tak dikelola dengan menarik dan mangerial yang baik. Sebut saja, danau rawa lebo, gua mumber, air terjun jereweh, pantai pasir putih, poto batu.

Hanya beberapa obyek wisata yang mampu dikelola itupun karena didukung dominan intervensi perusahaan swasta. Misalnya Mantar dengan para layang, dan pantai Jelengah Kecamatan Jereweh tempat event surving atau selancar ombak.

Inilah sederatan pekerjaan rumah pemerintah yang harus mampu dituntaskan para pejabat daerah yang bersentuhan langsung dengan gelit pertumbuhan ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itulah, mutasi tadi dimaksudkan agar para pejabat yang ditempatkan dituntut mampu bekreasi, innovatif dan mental kerja. Bukan hanya sibuk membahas jabatan, kekurangan dan kelemahan sana sini.

Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin mengharapkan jajaran birokrasi bisa bersatu padu. Pemerintahan ini, menurutnya,  milik kita semua. Jadi kerja pemerintahan di tahun tahun akan datang adalah kerja tim. Dirinya mengaku, akan terus mengevaluasi kinerja aparatur.

“Kita sama sama  membangun komitmen, agar ditahun 2017 ini kita semua mampu lebih baik. Pejabat pejabat yang dilantik adalah bagian dari sistem yang besar. Jadi kita bagian dari satu sistem yang kuat. Untuk itu kita harus saling bekerja sama,” kata Bupati, dalam pidato sambutannya di acara pelantikan para pejabat eselon, kemarin.

Kepala daerah menginginkan, jajaran birokrasi bersatu sebab tugas utama adalah membawa Sumbawa Barat sukses melayani dan membangun. (ZM.ndy-01)

 

 

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *