Layanan Pemdes  Seteluk Atas di Lumpuhkan

Caption foto// Ratusan Warga dan staf desa berjalan kaki menuju kantor Camat setempat menyampaikan aspirasi mereka menuntut Kades setempat mundur dari jabatannya.

SUMBAWA BARAT—-Pemerintahan Desa Seteluk Atas, Kecamatan Seteluk atas dilaporkan lumpuh total. Kelumpuhan di picu akibat aksi protes suruh staf desa yang didukung  mayoritas masyarakat.

Ratusan kepala keluarga warga Desa Seteluk Atas, berkumpul di aula rapat utama kantor Camat Seteluk menyampaikan pernyataan sikap menuntut Kades setempat mundur. Hadir menerima perwakilan warga, Pjs. Polsek Seteluk, Iptu. Mulyadi, Camat Seteluk, Abdul Hamid.

“Layanan kantor desa lumpuh total. Seluruh staf desa

menolakmasuk kerja akibat mosi tidak percaya kepada kades. Mayoritas masyarakat ikut mendukung itu,”kata, Maulidan Sulaiman, ketua karang taruna setempat, kepada wartawan, Senin (13/8).

Sekretaris Desa (Sekdes) Seteluk Atas, Abdurrahman, mengatakan, ia dan seluruh staf desa terpaksa tidak ngantor dan menutup kantor desa hingga waktu yang tidak ditentukan, akibat mosi tidak percaya terhadap kepala desa.

“Intinya, kita tidak percaya dengan kepemimpinan kepala desa. Ini kemauan dan inisiatif kita sendiri,” ujarnya.
Tokoh masyarakat setempat, Ibrahim 50 tahun menilai mayoritas masyarakat Seteluk Atas mendukung langkah yang dilakukan staf desa dan jajaran. Warga menilai kepemimpinan kepala desa buruk, berbohong setelah banyak fakta penyimpangan yang ditemukan warga.
Masyarakat kata dia, kecewa kepala desa tidak mengakui kesalahan setelah banyak anggaran desa terkuras untuk kepentingan pribadi sang kades. Misalnya, penggunaan uang desa untuk membeli mobil pribadi. Staf desa dan jajaran tidak mengetahui dokumen prosedural resmi, sesuai mekanisme pencatatan aset. Sebab anggaran ini di beli dengan uang APBDes.
Sumber staf desa setempat menyebut, kepala desa mengeluarkan anggaran senilai Rp 138 juta dari kas desa untuk membeli satu unit mobil baru. Sayangnya, pembelian itu tercantum atas nama pribadi kepala desa dan tidak didaftarkan sebagai aset desa sebagaimana prosedur yang benar.
Perwakilan warga menyerahkan dokumen yang berisi pernyataan sikap warga kepada Camat Seteluk, guna diteruskan kepada Bupati Sumbawa Barat.

Akibat kebijakan ini, seluruh staf desa melancarkan aksi protes dan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan kades. Kebijakan ini tidak hanya memicu protes masyarakat secara luas namun juga berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Sebelumnya ratusan masyarakat turun ke jalan serta mendatangi kantor desa setempat, ikut memprotes kebijakan kades. Warga juga mendukung langkah seluruh staf desa untuk menolak bekerja dan tidak menjalankan pelayanan sebagaimana biasa. Tidak hanya itu, mayoritas perwakilan Badan Perwakilan Desa (BPD)  juga menandatangani berita acara guna mendukung pernyataan sikap masyarajat menuntut kepala desa segera mengundurkan diri.

Pernyataan sikap masyarakat ini di dukung dengan pembubuhan tandatangan sekitar 638 kepala keluarga. warga dilaporkan masih terus menggalang dukungan warga lainnya untuk segera mendukung tuntutan agar kepala desa mundur dari jabatannya. Laporan dan pernyataan sikap ini juga disampaikan ratusan warga ke kantor Camat Seteluk hingga ke Bupati.

Bupati di Minta Bersikap

Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin diminta segera bertindak cepat guna memulihkan kondisi pemerintahan di desa setempat, agar kembali normal.

Sejumlah kelompok masyarakat bahkan telah melaporkan beberapa penyimpangan keuangan yang diduga dilakukan kades ke Inspektorat daerah setempat.

Jika aksi protes ini terus meluas akan berdampak terhadap stabilitas wilayah serta fakumnya aktifitas pemerintahan. Warga menuntut Bupati bertindak tegas meminta audit khusus dan menaikkan kasus dugaan korupsi sang kades hingga ke proses hukum.

Tidak berjalannya roda pemerintahan di desa akan berdampak terhadap tersendatnya layanan administrasi masyarakat hingga layanan program pemerintah kabupaten. Sebut saja Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR). (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *