Management Asy-Syifa’ : Setahun Butuh 2900 Kantung Darah

SUMBAWA BARAT—Ketersediaan stok darah masih menjadi masalah bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Dalam setahun kebutuhan darah di rumah sakit tersebut mencapai 2.900 kantung. Namun hingga November 2017 ini RSUD baru bisa memenuhi 1.400 kantung. Artinya dibutuhkan 1.500 kantung lagi untuk terpenuhinya kebutuhan dalam setahun.

Direktur RSUD Asy-Syifa, dr. Carlof mengatakan, persoalan darah ini masih menjadi PR di rumah sakit yang dipimpinnya. Tingginya angka kunjungan dan rendahnya angka rujukan ditambah peningkatan pelayanan seperti hemodialisa (cuci darah), berdampak pada tingginya kebutuhan darah di rumah sakit ini. Untuk memenuhi kebutuhan darah tersebut, pihaknya terus melakukan berbagai upaya. Di antaranya membuka Bank Darah selama 24 jam, menggelar kegiatan donor darah di forum yasinan, dan intensif koordinasi dengan berbagai institusi seperti kepolisian termasuk Brimob, TNI dan Satpol PP sebagai pihak yang rutin dan paling banyak menyumbang darah.

“Kita juga aktif menghadiri undangan apapun dan dari manapun seperti KNPI, HMI, Pemda dan lainnya sehingga terjalin kerjasama untuk menggelar kegiatan donor darah,” akunya.

Kekurangan darah ini bisa terpenuhi ungkap dr Carlof, seandainya ada yang menjual darah seperti obat pada umumnya. Sayangnya darah tidak dijual di pasaran, dan darah diperoleh dari hati-hati yang ikhlas dan rela menyumbangkan darahnya untuk kemanusiaan. Sebaliknya mendonorkan darah memiliki manfaat cukup banyak bagi di pendonor terutama dari sisi kesehatannya. Di antaranya mengurangi penyakit jantung, membakar kalori, menurunkan resiko kanker, meningkatkan produksi darah, pikiran lebih stabil, menjadi lansia yang sehat, menurunkan kolesterol, dan bagian dari pemeriksaan kesehatan.

Di bagian lain dr Carlof menyoroti tidak aktifnya PMI KSB, tidak seperti PMI di daerah lain yang intensif mencari darah. Jika PMI KSB konsisten membuka pelayanan 24 jam, pihaknya siap menghibahkan seluruh alat pendonor untuk PMI.

Salah satu yang menjadi indikator standar pelayanan minimal rumah sakit adalah pelayanan rekam medik di loket pendaftaran. Maka, pelayanan di loket pendaftaran menjadi standar yang penting dalam mewujudkan pelayanan yang prima.

Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Informasi dan Rekam Medik (KIRM) RSUD Asy-Syifa’, Andy Suhaeri, S.ST menegaskan, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 129 tahun 2008 tentang Standar Pelayan Minimal (SPM) rumah sakit, waktu pelayanan di loket pendaftaran adalah 10 menit untuk rawat jalan dan untuk pasien rawat inap setidaknya 15 menit. Kondisi ini menurutnya penting diketahui masyarakat agar masyarakat memahami bahwa operasional dan pelayanan setiap rumah sakit diatur sesuai aturan yang berlaku .(ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *