Millenia Ini Siap Kandaskan Firin Fud

“Tak ada kata gentar, apalagi takut dalam pertarungan politik. Yang ada hanya kata siap dan merebut momentum,” Mustakim Patawari.

SUMBAWA BARAT—Mustakim Patawari LM, nama ini tak asing di telinga masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kiprahnya di dunia politik pun sudah malang melintang.

Lama tidak muncul, millenia dan politisi senior ini siap bertarung dan mengkandaskan kekuatan petahana, Musyafirin dan Fud Saifuddin. Sosok ini bukan figur baru di Sumbawa Barat. Ia kontroversi. Terkadang, otokritik politisi terhadap pribadinya menjadikannya, antitesa dari kekakuan parlemen selama ini.

Ketua DPC Demokrat ini, menegaskan ia akan maju dalam bursa pencalonan kepala daerah 2020 ini. Menantang sang petahana.

Pengurus DPC Demokrat KSB mengambil formulir Bakal Calon Bupati

Selain Ketua DPC Partai Demokrat KSB, sosok yang dikenal keras menyuarakan kepentingan masyarakat ini pernah menjadi anggota DPRD KSB tiga periode sejak, 2004 saat KSB baru terbentuk.

Baginya, politik adalah dunia yang menyenangkan. Meskipun pada periode ini ia tidak lagi duduk sebagai anggota DPRD KSB, itu bukan sebuah kegagalan. Melainkan sebuah keberhasilan yang tertunda.

Prinsip itulah yang sepertinya menjadi sebab ia sangat menikmati ‘petualangan’ di dunia politik. Karena itu, Mustakim Patawari, tidak pernah mundur dalam proses politik yang dijalaninya.

KSB adalah salah satu kabupaten kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tahun 2020. Momentum ini menjadi bidikan Mustakim berikutnya.

Mustamin menegaskan, tidak gentar kalau nantinya harus berkompetisi dengan petahana.

“Tak ada kata gentar, apalagi takut dalam pertarungan politik. Yang ada hanya kata siap dan merebut momentum,” katanya kepada sejumlah media, baru baru ini.

Putra asli KSB ini sejak mahasiswa akrab dengan dunia aktivis yang penuh dinamika. Karena itu, ia sudah sangat familiar dengan kompetisi politik yang kadang memiliki tensi tinggi.

“Biasa itu di politik,” ucapnya.

Ini perlu ia tekankan, mengingat menjelang pelaksanaan Pilkada 2020 intensitas politik yang mulai mamanas.

Menurut Mustakim, KSB membutuhkan pemimpin yang tidak mudah ‘baper’ dengan dinamika yang ada. Sebagai kabupaten termuda di NTB, daerah membutuhkan percepatan pembangunan melebihi kabupaten kota lainnya di NTB. Dan itu, mesti dilakukan oleh pemimpin yang mempunyai platfon dan visi yang jelas dan revolusioner.

“Hari ini saya melihat, pembangunan di KSB seperti berjalan lamban. Karena itu, kita membutuhkan kepemimpinan yang bisa melakukan percepatan,” imbuhnya.

Penilaian Mustakim itu punya dasar yang kuat. Mengingat sejak bergelut menjadi politisi di DPRD, ia memiliki pengalaman sebagai ketua Fraksi, ketua Komisi, ketua Badan Kehormatan, hingga salah satu unsur pimpinan. Ini modal yang menjadikannya faham betul seluk beluk pemerintahan.

“DPRD kerja kolektif kolegial. Kerja politik dan lobi. Berbeda dengan eksekutif dimana garis komando dan kewenangannya, tunggal. Jadi fungsi eksekusinya, jelas,” ujarnya.

Dari itulah mengapa, adik kandung dari mantan Ketua DPRD KSB pertama, Drs. H. Manimbang Kahariady (kini Sekretaris Jenderal Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam – MN KAHMI) ini optimis dirinya akan memperoleh tiket untuk berkompetisi di Pilkada KSB 2020.

Cucu dari Tokoh Nahdlatul Ulama sekaligus Kepala KUA era 1970-an, Lalu Malapui ini yakin, dirinya dapat membawa Sumbawa Barat Bermartabat. (ZM.win*)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *