NTB di Target Jadi Lumbung Jagung Nasional

Caption Foto// Panen Raya Jagung. Foto, media Indonesia.

//Tekan Impor Dorong Industri Pakan

MATARAM—Kementerian Pertanian RI menargetkan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu lumbung produksi Jagung Nasional. Langkah ini dibebankan ke NTB guna menekan laju impor Jagung serta mensinergikan dengan pertumbuhan industri pakan ternak.

Jagung menjadi komuditi utama bahan baku yang mampu mendorong tumbuh kembangnya industri pakan ternak di NTB.

“NTB di bebankan Kementan RI agar menekan impor Jagung atau zero impor. Itu dicanangkan sejak tahun 2016. Produksi jagung NTB naik menjadi 2,2 juta ton tahun 2017. Ini naik 100 persen dari tahun 2016 yang hanya 1,1 juta ton saja,” kata, Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian (Disbuntan) NTB, H.Khusnul Fauzi, dalam siaran persnya, hari ini.

Untuk mendukung perencanaan tadi, pemerintah pusat, menurut H.Khusnul Fauzi, mengalokasi bantuan bibit Jagung secara besar besaran ke NTB. Dorongan bantuan bibit ini meningkatkan animo petani untuk memperbesar kawasan tanam Jagung. Apalagi, kata dia, Pemprov telah mendukung dengan kebijakan Harga Perkiraan Pemerintah (HPP) yang menuntungkan petani.

Alokasi bantuan bibit ini dirancang dengan petunjuk tehnis dari kementerian melalui pengawasan distribusi yang mengacu pada sistem E-Katalog. Semisal, bibit Jagung Hibrida umum satu. Seperti Pioneer dan Pertiwi. Selanjutnya, Hibrida umum dua, Bisi, Bio Said, NK dan lain lain dengan proporsi 35 persen.

Sedangkan Hibrida umum tiga, atau Litbang di proporsi kan 65 persen. Seperti Bima Uri, Bima 15, 19, Bissi 229, Hj, Jh dan lain lain.

“Nah, untuk tahun 2019 alokasi benih Jagung Hibrida umum tiga atau Litbang di distribusikan sesuai standar dari E-Katalog serta lulus uji dan sertifikasi benih dari Badan Pengawas Sertifikasi Benih Pertanian (BPSBP),”katanya.

Alokasi bantuan bibit ini bukan atas permintaan atau keinginan petani, akan tetapi sesuai proporsi dari Kementerian berdasarkan uji benih dan kondisi lahan di NTB. Jadi kata dia, alokasi bibit seluruhnya berdasarkan petunjuk pelaksanaan dan tehnis dari pusat, bukan kemauan Pemprov NTB.

 “Jadi bibit ini bukan varietas atas permintaan petani tapi petunjuk pusat sesuai kajian dan uji tehnis penelitian dan potensi lahan di NTB,”terangnya.

Sistem Pengadaan E-Katalog Dan Diawasi Penegak Hukum

 Alokasi bantuan bibit Jagung oleh pemerintah pusat di awasi ketat. Selain mesti melalui tender dengan sistem E-Katalog dengan harga dan jenis satuan nilai bibit sudah ditentukan berdasarkan acuan produsen, juga diawasi oleh Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejaksaan.

Dishutbuntan NTB  meluruskan tuduhan beberapa kalangan tanpa argumentasi tehnis dan hukum yang menuduh ada kong kalikong dalam perjalanan hadapan bibit Jagung tadi. NTB di alokasikan batuan bibit seluas 30.000 hektar. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *