Nurdin R : Politisi Itu Pengendali Kebijakan

Caption foto//Anggota DPRD NTB Komisi IV, Nurdin Rangga Barani, SH politisi PPP dalam diskusi politik di Balai Aspirasi Datu Seran, Minggu (20/1).

SUMBAWA BARAT—Politisi muda Pulau Sumbawa, Nurdin Rangga Barani memberi pencerahan mengenai esensi keterwakilan politik di parlemen. Ia menegaskan, dalam konstitusi, seorang politisi atau jabatan politik bisa menjadi pengendali kebijakan, daerah dan negara.

Jadi, kata Nurdin, jadi seorang politisi harus mengerti esensi keterwakilan atas mandat suara yang di berikan rakyat. Ia mencontohkan, sosok Fahri Hamzah, politisi nasional asal NTB bisa menggeser paradigma buruk terhadap kekuasaan politik yang salah. Melalui argumentasi dan narasi yang disampaikan di parlemen, ia telah mewakili kepentingan dan rasa keadilan masyarakat yang ia wakili.

“Buktinya, rakyat bangga ketika Fahri bicara di TV. Karena merasa diwakili. Inilah narasi dan upaya yang kita lanjutkan,”kata, Nurdin.

Nurdin menyinggung pemilih Pulau Sumbawa cerdas. Mereka memahami, politisi yang mampu mewakili ide dan harapan yang mereka inginkan. Jadi, kerja politik itu kerja bersama. Kerja kolektif, kerja mayoritas.

Seorang politisi dengan telunjuknya bisa langsung menjadi kebijakan yang nyata. Sebab, kewenangan dan mandat besar yang diberikan konstitusi. Politisi bilang bangun jalan, maka jalan di bangun. Jika politisi bilang ini dirubah, maka seketika dirubah. Apalagi, aspirasi yang di berikan hingga Rp 40 miliar,” terangnya.

Saat ini, komposisi kursi yang diperebutkan hingga 11 kursi di Daerah Pemilihan (Dapil) NTB. Dari sebelas itu, Pulau Sumbawa bisa berpotensi menambah jumlah kursi di Pusat.

Jadi, ibarat membeli sound sistem, tujuannya untuk menjaga kualitas suara dan menambah volume suara. Jika dinyalakan, maka kekuatan suara bisa menjangkau area jauh sekalipun. Inilah kata dia, yang ingin di perjuangkannya.

Volume suara kita tingkatkan untuk menggapai suara mayoritas di Parlemen pusat agar ledakkan suara bisa di dengar, agar pemilih bisa membelakangi hak suara rakyat kepada barang yang berkualitas.

“Kita bisa belanjakan hak suara kita kepada kebijakan yang fundamental, besar dan berdampak luas. Di semua sektor, baik ekonomi, sumber daya manusia, lingkungan hidup hingga kepersoalan keagamaan,” demikian, Nurdin.

Nurdin memberikan pembekalan diskusi poltik dalam sebuah silaturohmi yang di gelar tokoh muda setempat di Balai Aspirasi Datu Seran Seteluk. Sedikitnya terdapat 50 orang menghadiri acara silaturohmi tadi. Mulai dari politisi, mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh muda. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *