Pemda di Minta Tunda Finalisasi Data Korban Gempa

Caption Foto//Wakil Ketua DPR RI, H.Fahri Hamzah datang mengunjungi Sumbawa Barat melihat situasi dan korban gempa serta memberikan paket bantuan.

“Gempa yang terjadi ini seperti bertahap. Tahap, meretakkan, menggoyahkan dan menghancurkan. Ini yang membuat troumatik tersendiri. Kita minta pusat bergerak cepat. Makanya kita terus tekan dan keras evaluasi kebijakan presiden melalui Inpres No 5 tahun 2018 soal gempa NTB ini,”
H. Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI

SUMBAWA BARAT—Tim asismant atau verifikasi data kerusakan pemukiman korban bencana alam gempa bumi diminta menunda dulu finalisasi data sebelum kondisi benar benar aman.

“Gempa hingga saat ini berlangsung, kondisi ini semakin mengkhawatirkan warga. Rumah yang statusnya didata rusak ringan kini berangsur angsur berat. Sebab, gempa susulan seakan semakin merusak struktur bangunan rumah warga secara terus menerus,” ujar, Ketua GP Ansor Sumbawa Barat, Wahyudi Amri, kepada pers di Seteluk, Selasa.

Amri, meminta Bupati Sumbawa Barat benar benar mencermati situasi yang di hadapi korban gempa. Selain masih trouma untuk kembali kerumah karena gempa tidak berkesudahan, bupati sebaiknya mamastikan data status kerusakan rumah setelah kondisi gempa tidak ada lagi. Sebab, ini menyangkut Surat Keputusan (SK) kepala daerah yang menentukan alokasi bantuan ke bawah.

“Warga intinya menerima konsep pemerintah, rumah tahan gempa. Tapi, jangan biarkan warga mengambil resiko masuk rumah yang awalnya status ringan, malah menjadi berat dan hancur akibat terus diguncang gempa,” pintanya.

Ketua GP Ansor, Sumbawa Barat, Wahyudi Amri, SE.

Amri adalah satu dariĀ  korban gempa yang paling merasakan kehilangan dan traumatik mendalam akibat gempa ini. Ketika gempa berkekuatan 6,9 Sekala Ricgter mengguncang Sumbawa Barat, sang Istri, Ayu meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumahnya sendiri.

Sebumnya, Wakil Ketua DPR RI, H.Fahri Hamzah, mengingatkan kondisi trouma korban gempa memang sulit di hilangkan. Perlu proses dan pemahaman para orang tua. Dalam kondisi ini, ia menangkap kekhawatiran korban untuk masuk kerumah sebab gempa masih terjadi meskipun skalanya kecil.

“Gempa yang terjadi ini seperti bertahap. Tahap, meretakkan, menggoyahkan dan menghancurkan. Ini yang membuat troumatik tersendiri. Kita minta pusat bergerak cepat. Makanya kita terus tekan dan keras evaluasi kebijakan presiden melalui Inpres No 5 tahun 2018 soal gempa NTB ini,”ujar, Fahri.

DPR RI kata Fahri secara kelembagaan mengaggendakan memanggil tiga Menteri Koordinasi (Menko) sekaligus guna mengevaluasi soal penanganan cepat pusat terkait gempa ini.

“Kita harap rentang masalah administratif itu di potong. Jangan data sudah masuk kondisi sudah di laporkan dan di sepakati nilai bantuan, namun uangnya tidak nyusul nyusul ini masalah,”demikian, Fahri.

Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin menegaskan pemerintahannya telah memastikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa. Dengan menerjunkan tim pendataan dari Dinas PU, Dinas Sosial, agen Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) dibantu para Camat, Kades, RT bahkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Bupati juga melaporkan ia telah memerintahkan dan memimpin langsung komando gerakan gotong royong membersihkan puing puing sisa bencana dengan melibatkan seluruh steak holders seperti, TNI, Polri, ASN hingga agen penggerak gotong royong yang tersebar di seluruh kecamatan. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *